3 Cara Memasarkan Usaha Anda dari Rumah

Lakukan 3 Hal Ini untuk Mempromosikan Usaha Rumahan Anda

 

Cara-cara tradisional untuk memasarkan
usaha rumahan seperti promosi dari mulut ke mulut atau
menyebar brosur dan pamflet, sudah semakin ditinggalkan karena terbukti
kurang efektif dan tidak bisa mengikuti kebiasaan masyarakat modern.
Selain jangkauannya terbatas, upaya yang dilakukan biasanya memakan
banyak waktu – dan seperti kata pepatah, waktu adalah uang.

Baca Juga:


Alternatif menyewa jasa agen periklanan atau memasang iklan berbayar di
berbagai media juga tidak mungkin dilakukan oleh siapa saja, terlebih
pemilik usaha rumahan, karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding
dengan biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh.

Kecenderungan yang terjadi saat ini, konsumen ingin mendapatkan sesuatu
tanpa harus merasa repot atau mengorbankan banyak waktu. Untuk
menyikapi sikap tersebut, strategi jitu dan
hemat biaya yang bisa diterapkan untuk melakukan pemasaran ialah pemasaran online dengan mengandalkan internet. Hal ini juga termasuk efektif karena bisa memicu interaksi langsung dengan jangkauan yang sangat luas.
Ingin tahu cara memasarkan produk atau jasa yang Anda miliki?

1. Komunikasi Lewat Messenger Group

Lingkup terkecil yang bisa Anda pelihara untuk memasarkan produk atau jasa Anda adalah teman-teman terdekat yang ada di
address book HP Anda, tepatnya mereka yang berteman dengan Anda di chat messenger, entah itu WhatsApp, BBM, Skype, WeChat, Line, KakaoTalk, Viber, Telegram, Snapchat, dan sejenisnya.
Bukan hal yang aneh jika kebanyakan orang saat ini memiliki 1-2
Messenger Group di smartphone mereka. Jangkauannya juga cukup luas; WhatsApp messenger, misalnya, bisa menampung hingga 256 orang dalam satu grup.
Orang-orang yang tergabung dalam grup pertemanan di
messenger biasanya adalah kelompok terbatas yang benar-benar dikenal. Di messenger group,
Anda bisa melakukan penawaran langsung tanpa basa-basi, dengan bahasa
pertemanan. Cara ini cukup efektif, karena komunikasi bisa dilakukan
secara spesifik dengan intensitas yang tinggi. Anda bisa langsung
memberikan data produk beserta gambarnya, serta berkomunikasi langsung
tentang hal-hal yang mendetail, dari mulai harga diskon hingga jenis
kurir yang akan dipilih untuk pengiriman.
Tip memanfaatkan messenger group untuk usaha rumahan:

Jika penawaran Anda berhasil memancing respon salah seorang atau
beberapa anggota grup, lanjutkanlah komunikasi secara pribadi, atau buat
grup baru. Dengan begitu, teman-teman lain yang tidak berminat dengan
produk Anda tidak terganggu dengan percakapan panjang berikut dering
notifikasinya. Selain itu, percakapan di “lapak” umum juga bisa menutupi
alur percakapan (thread) sebelumnya.

2. Perkenalkan Produk Lewat Empat Media Sosial Ini

Ada banyak pilihan media
online yang bisa dijadikan sarana pemasaran, entah itu berbentuk website, media sosial, fanpage, blog, newsletter,
dan sebagainya. Namun, bagi pengusaha pemula – terutama yang tidak
memiliki kemampuan IT atau desain grafis – media sosial merupakan channel yang paling murah dan mudah diakses sebagai marketing tools.
Sebagai permulaan, Anda perlu memahami tujuan penggunaan media
tersebut. Misalnya, membuat identitas di Facebook atau Instagram tidak
semata-mata karena produk lain memilikinya. Strategi yang salah bisa
menyebabkan kekecewaan konsumen. Hal ini cukup berbahaya karena pengguna
media sosial gampang mempublikasikan kekecewaan mereka, dan tentu saja
bisa merusak citra produk dan
usaha rumahan Anda. Untuk itu, kenali dan pelajarilah
masing-masing karakter media sosial yang akan Anda gunakan sebagai
senjata pemasaran Anda. Beberapa media online yang bisa Anda coba,
antara lain:

A. Facebook

Facebook bisa menjadi pilihan media sosial utama untuk memasarkan
usaha rumahan Anda secara online. Di Indonesia sendiri
penggunanya diperkirakan sudah lebih dari 60 juta orang di akhir 2015.
Melalui Facebook, Anda bisa berbagi tulisan, gambar, video, atau tautan
situs (link). Anda bahkan bisa menulis catatan serupa blog pribadi di fitur notes.
Selain itu, Anda bisa saling berbalas pesan dan komentar, namun
terbatas pada orang-orang yang memiliki pertemanan dengan Anda.
Facebook sangat potensial untuk menjual
branding, namun masih banyak yang belum paham tentang cara pemanfaatannya, sehingga melakukan kesalahan seperti:

  • Mengunggah foto produk lalu melakukan penandaan foto secara acak ke teman-teman yang ada
  • Membagikan banyak foto produk secara bersamaan ke publik, sehingga memenuhi news feed di Halaman Facebook orang lain
  • Masuk ke sembarang grup dan menggelar “lapak” tanpa izin admin. Ada
    pula yang membagikan informasi produk di grup, padahal grupnya tidak
    berkaitan dengan produk dan jasa yang dipasarkan
  • Masuk langsung ke inbox teman-teman, baik dengan meninggalkan pesan pribadi atau kelompok, dengan ajakan yang tidak sopan “Beli dong!”, “Pokoknya harus beli, ya!”, atau semacamnya.

Perilaku
hard-selling seperti ini bisa dikategorikan sebagai spam dan dapat menyebabkan reputasi Anda menjadi buruk, bahkan berujung pada pemblokiran akun.

Tips memanfaatkan Facebook untuk usaha rumahan:

  • Buatlah akun khusus (akun pribadi atau fanpage) yang memuat segala sesuatu tentang produk Anda
  • Buatlah nama akun yang mudah diingat, dan tampilkan
    gambar-gambar yang jelas, masing-masing dilengkapi dengan caption berisi
    informasi detail produk, harga, dan cara pemesanan
  • Tentukan target yang sesuai dengan sasaran produk Anda dan
    undang mereka untuk menjadi friends atau fans. Teman-teman yang dengan
    sukarela menerima invitation Anda, berarti tidak akan keberatan menerima
    berbagai update dari akun Anda
  • Lakukan pemasaran yang atraktif dan edukatif. Selain update
    produk, Anda juga bisa memuat konten-konten bernilai dan bermanfaat yang
    memungkinkan orang lain melakukan “like” atau membagikan (share)
    linknya ke teman-temannya. Cara ini cukup potensial untuk menarik banyak
    orang agar ikut menekan tombol dan membagikan postingan Anda, sehingga
    akun Anda bisa menjadi makin dikenal.
  • Anda bisa masuk ke fanpage atau Facebook group yang berkaitan
    dengan produk Anda. Misalnya, jika Anda menjual kaos jersey,
    bergabunglah ke grup atau fanpage klub bola ternama, seperti Juventus,
    Arsenal, Real Madrid, atau sejenisnya.
  • Untuk jangkauan yang lebih luas, Anda bisa memanfaatkan Facebook Ads, yaitu
    fitur iklan berbayar yang memungkinkan penggunanya mempromosikan produk
    atau usahanya dengan jangkauan yang bervariasi dan dapat diatur sesuai
    dengan keinginan si pemasang iklan.


B. Twitter

Berbeda dengan Facebook yang memiliki segudang fitur dengan konsep
one-stop-visitTwitter mengutamakan aktivitas update status, itupun terbatas hingga 140 huruf atau karakter. Namun, kesederhanaan layanan microblogging ini justru digemari banyak orang, terbukti dengan jumlah penggunanya di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 30 juta orang.

Sebagai bukti inovasi, media berisi kicauan (tweet) ini berencana menambah jumlah karakter tweet
menjadi 10.000 karakter di bulan Maret mendatang. Saat ini, jumlah
karakter sepanjang itu hanya memungkinkan untuk dikirim melalui direct message (DM). Twitter cocok untuk menyebarkan informasi dengan cepat. Ini berguna untuk e-commerce yang memberikan metode promosi melalui jaringan; semakin banyak follower yang bergabung, maka informasi yang disampaikan akan semakin tersebar.

Tips memanfaatkan Twitter untuk usaha rumahan:

  • Pilih username yang tepat dan buat profil yang relevan dengan
    produk yang Anda pasarkan (deskripsikan dengan biodata, foto profil
    alias avatar, serta latar belakang wallpaper yang sesuai)
  • Gunakan simbol tagar (hashtag) # untuk memudahkan pencarian atas
    suatu topik tertentu dan memudahkan Anda memantau update dan interaksi
    merk Anda dengan para follower
  • Berikan penawaran khusus atau kuis lewat Twitter. Sebagian besar
    follower mengikuti (follow) merk Anda untuk mengetahui diskon dan
    penawaran khusus yang tidak didapatkan di tempat lain.
  • Tingkatkan frekuensi tweet Anda dan lakukan retweet dengan
    mention (@username). Meneruskan tweet orang lain ke follower merupakan
    cara yang cantik untuk membangun social capital dan bisa mendongkrak kredibilitas merk Anda
  • Manfaatkan direct message (DM) untuk menyampaikan berita yang
    bersifat pribadi atau menjawab pertanyaan-pertanyaan spesifik. Twitter
    bahkan kini memungkinkan Anda mengirim pesan secara kolektif ke beberapa
    pengguna lain, asalkan orang-orang tersebut termasuk follower akun
    Anda.
  • Gunakan “favorite tweet” untuk komentar positif yang di-tweet oleh follower Anda
  • Carilah influencer yang memiliki jumlah follower tinggi untuk
    meningkatkan gaung merk Anda, misalnya produk “Kopi Enak”, dengan cara
    menjalin kerja sama dengan food blogger yang bisa menyebarkan varian
    produk dan keunggulan bisnis Anda
  • Anda juga bisa memanfaatkan Promoted Accounts atau Promoted
    Tweets, yakni fitur Twitter yang bisa digunakan untuk menempatkan cuitan
    Anda di tempat yang bisa dilihat oleh lebih banyak orang.





C. Pinterest

Media sosial yang satu ini memanfaatkan sistem “
board”(papan tulis) untuk menyimpan hal-hal yang menarik,
dimana pengguna bisa berbagi konten berdasarkan kategori tertentu dari
produk atau jasa yang ditawarkan. Pengguna Pinterest
mayoritas adalah wanita yang suka berbagi gambar-gambar yang indah dan
inspiratif untuk membangkitkan semangat. Anda bisa meletakkan “pin” pada
foto-foto yang Anda sukai, serta membagikannya ke pengguna Pinterest
lainnya.
Berhubung sebagian besar pengguna Pinterest berasal dari luar negeri,
jika Anda bisa mengoptimalkan media sosial ini, bukan tidak mungkin
bisnis Anda bisa dikenal secara lebih luas dan menarik konsumen-konsumen
mancanegara.
Tips memanfaatkan Pinterest untuk usaha rumahan:

    • Tentukan strategi awal menggunakan Pinterest, apakah untuk
      memperkenalkan merk, meningkatkan penjualan, atau memperluas jaringan
      pelanggan. Hal ini penting untuk pembuatan desain agar sesuai dengan
      tujuan yang akan dicapai.

 

    • Buat “Board” Anda sendiri semenarik mungkin, dengan persentase konten:
      – 40% pin berisi gambar yang memotivasi atau menginspirasi, misalnya contoh dekorasi kamar tidur anak

      – 40% pin berisi gambar instruksi atau edukasi, seperti “Langkah-langkah menata rambut panjang untuk ke pesta”

      – 20% pin mengenai merk yang disertai foto produk dan promo, misalnya
      winter sale accessories

    • Jika Anda memiliki situs resmi atau online shop, tambahkan tombol “PIN IT”
      di website tersebut, sehingga tiap halaman yang berisi gambar atau
      desain dapat di-pin secara otomatis. Sebagai tambahan, letakkan tombol
      “Follow me on Pinterest” di halaman utama website Anda.
    • Tempatkan pin Anda dekat dengan baris pertama atau kedua dari board.
      Riset menunjukkan bahwa pin yang ditempatkan di tengah dan dekat dengan
      baris pertama, mendapatkan perhatian terbanyak.
    • Buat board Anda lebih interaktif dengan berbagai video tutorial, demo produk, dokumentasi presentasi, atau webinar

 

  • Manfaatkan fitur “Pinterest Web Analytic” untuk
    mengkaji lewat statistik, pin mana yang berhasil atau kurang tepat. Hal
    ini bisa membantu Anda merancang strategi promosi lewat Pinterest
    selanjutnya.

D. Instagram


Portal media sosial yang didirikan tahun 2010 ini menjadi sangat
populer karena fiturnya yang sederhana dan intuitif – memungkinkan
penggunanya untuk berbagi gambar, video, dan saling terhubung satu sama
lain. Di dalam
Instagram, seseorang bisa bercerita tentang kejadian yang dialami hari itu, berbagi foto liburan, hingga mempromosikan produk kepada follower-nya dengan menambahkan lokasi foto, tag, dan hashtag yang sesuai.
Dari sinilah kemudian muncul para
“Insta-celeb” yang bisa memanfaatkan kepopulerannya untuk meraih keuntungan secara finansial dan sosial. Instagram membuka peluang pemasaran online dengan menjajakan produk melalui kekuatan visual dengan mengandalkan aktivitas photo sharing.
Perhatikan beberapa tips berikut untuk mengoptimalkan
Instagram sebagai media promosi usaha rumahan Anda:

  • Tampilkan foto dengan kualitas tinggi untuk menarik pembeli
  • Berinvestasi pada kamera dan beberapa aplikasi filter yang bisa “menyulap” foto-foto Anda, misalnya VSCO.
  • Lakukan update secara rutin namun tidak terlalu sering, dengan
    cara membuat jadwal update produk. Intinya adalah membuat follower
    menantikan produk-produk terbaru Anda, tanpa merasa terganggu karena
    frekuensi posting Anda.
  • Gunakan hashtag yang relevan yang banyak dicari pengunjung. Anda bisa melakukan sedikit riset terlebih dahulu.
  • Gunakan fasilitas repost untuk menampilkan foto-foto testimoni positif dan meningkatkan kredibilitas bisnis Anda
  • Anda bisa menggunakan teknik endorsement, yaitu menjadikan
    orang-orang terkenal atau Insta-celeb yang memiliki banyak follower
    sebagai duta bisnis dengan memberikan testimoni positif dan memberi
    dukungan kepada bisnis Anda sebagi suatu bentuk promosi.

Selain empat nama di atas, ada pula
channel media sosial lain yang cara kerjanya hampir sama dan bisa dimanfaatkan sebagai media promosi, seperti Google+, Linkedln, Path, Kaskus, YouTube, atau bahkan Periscope.

3. Jalankan Aktivitas Jual-Beli di Aplikasi Online

Aplikasi atau portal jenis ini bisa diakses secara luas oleh siapa
saja, tanpa harus berada dalam jaringan pertemanan terlebih dahulu. Ini
cara yang relatif murah untuk memperluas segmen dan jangkauan distribusi

usaha rumahan Anda, misalnya meski lokasi Anda di
Makassar, Anda bisa menjangkau calon pembeli dari Jakarta atau kota-kota
lain di seluruh Indonesia yang sudah terhubung internet. Beberapa
aplikasi online yang bermanfaat, antara lain:

A. Marketplace (Situs Jual-Beli)

Tak hanya lewat situs atau blog pribadi, pemilik bisnis
online bisa mengiklankan produk mereka di marketplace,
yakni jenis portal yang memberikan kesempatan bagi pengusaha UKM untuk
melakukan promosi secara gratis, dengan memiliki halaman toko online
mereka sendiri.
Beberapa
online marketplace yang cukup terkenal di Indonesia ialah Tokopedia, Bukalapak, OLX, Blibli, Lazada, dan sebagainya.
Tip: Layaknya berjualan di sebuah pusat
perbelanjaan, ada persaingan untuk menarik pengunjung ke marketplace.
Oleh sebab itu, selalu tampilkan profil menarik dengan alamat dan data
kontak yang lengkap. Berikan foto dan deskripsi produk dengan sangat
jelas, kemudian pastikan Anda selalu memberikan respon kepada calon
pembeli dengan cepat. Anda juga bisa mencantumkan hari dan jam kerja
dimana Anda akan menjawab kurang dari dua jam. Dukung pula dengan
testimoni-testimoni yang baik untuk meningkatkan rating toko Anda.

B. Google Bisnisku (Google My Business)

Saat ini, 4 dari 5 konsumen mencari informasi lokal melalui
search engine. Karena itu, fitur gratis yang disediakan oleh
Google ini akan memperbesar kemungkinan usaha rumahan Anda ditemukan
oleh pengguna internet. Dengan mendaftar di Google Bisnisku, bisnis Anda akan muncul di daftar pencarian teratas berbasis lokasi (local listing). Google Bisnisku (Google My Business) adalah pembaharuan dari Google Places. Untuk lebih jelasnya, baca ini.

Tips memanfaatkan Google Bisnisku untuk usaha rumahan Anda:

  • Seringkali terdapat bisnis dengan nama yang sama atau berada di
    lokasi yang sama. Untuk mengoptimalkan pencarian melalui alamat dan nama
    bisnis, Anda perlu menghapus duplikat dan bisnis yang sudah tidak ada
    di sekitar lokasi Anda.
  • Klik duplikat atau bisnis yang sudah tidak ada tersebut,
    masuklah ke opsi “more” dan pilih ”report a problem”. Kemudian laporkan
    bahwa bisnis tersebut sudah tidak ada atau ada pendaftaran lain yang
    yang memakai nama bisnis Anda – sertakan juga link-nya. Google akan
    melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut, jadi jangan coba-coba
    untuk melakukan kebohongan, karena Google bisa menghapus bisnis Anda.
  • Jangan mencampurkan kata kunci ke dalam judul. Jika nama usaha
    yang Anda jadikan kata kunci adalah “Kedai Pasta Lala”, jangan membuat
    judul “Kedai Pasta Lala – Restoran Berkualitas di Bogor” atau
    sejenisnya. Hal ini akan membuat nama Anda merosot ke urutan terbawah.

C. Google Adwords

Aplikasi ini merupakan produk iklan berbayar yang disediakan oleh
Google. Program yang dikenal sebagai medium Search Engine Marketing
(SEM) ini pada dasarnya bertujuan untuk beriklan dengan sarana
search engine.
Pemasaran melalui Google Adwords bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • PPM (Pay Per Million Impressions), yaitu pengiklan membayar ke Google untuk penayangan iklan per 1000x tayang
  • PPC (Pay Per Click), yaitu pengiklan membayar berdasarkan
    jumlah klik yang diperoleh. Jika iklan tampil di mesin pencari namun
    tidak ada yang mengikuti, maka pengiklan tidak perlu membayar biaya
    tayang tersebut.


Platform tersebut bisa ditampilkan dalam Google Search berbentuk teks dan
keywords, atau melalui Google Display Network, tempat iklan Anda muncul di situs-situs yang tergabung dalam jaringan Google dalam bentuk teks, image, animasi flash, atau video.


Tips: untuk mengoptimalkan target pencarian,
gunakan kata kunci (keyword) yang paling banyak dicari oleh pengunjung
di search engine. Gunakanlah Google insights atau Google Trends
untuk mengetahui tren keywords yang sedang berlaku saat ini. Keduanya
tepat untuk melihat tingkat kompetisi pemakaian keyword untuk beriklan
di Adwords. Jika Anda berminat, Anda bisa mengunjungi situs resmi Google Adwords.

Apa pun jenis media yang dipilih, proses promosi membutuhkan
pemeliharaan dan keuletan dari si pelaku bisnis. Cara terbaik ialah
dengan melakukan pemasaran tak hanya melalui satu media
online, melainkan memanfaatkan sebanyak mungkin channel yang
ada. Lakukan secara elegan dan tertata, sehingga upaya Anda tidak
dianggap mengganggu privasi dan kenyamanan calon konsumen.

5 thoughts on “3 Cara Memasarkan Usaha Anda dari Rumah

Berikan Ulasan Di sini