MindaFilm.com

Best Thriller Movies

5 Tips Diet Keuangan Supaya Dapat Menabung dalam 4 Minggu

4 min read

Panduan Diet Keuangan untuk Jadi Lebih Kaya dalam 4 Minggu


Mengurangi atau membatasi sesuatu yang kita sukai memang tidak mudah
atau menyenangkan. Meski jika kita tahu hal tersebut akan membuat hidup
lebih baik, seringkali kemalasan menghalangi tujuan kita sendiri.
Oleh karena itu, tak ada salahnya mencoba untuk mengakalinya dengan cerdik. Sebagai contoh,
usaha diet
yang ingin Anda lakukan sepanjang tahun lalu untuk menurunkan berat
badan, mungkin tak kunjung berhasil karena Anda sering melakukannya
secara drastis dan tidak konsisten. Daripada melakukan diet keras dengan
memotong makan malam – dan pergi tidur dengan perasaan lapar – lebih
baik mempertahankan gaya hidup sehat setiap saat, dengan mengurangi
asupan makanan berlemak dan berolahraga 15 menit setiap hari.
Hal serupa juga berlaku dalam hal menabung. Agar niat untuk
meningkatkan kesejahteraan dan target keuangan tercapai, kita harus
mempertahankan kebiasaan menabung secara teratur – bahkan setiap hari.
Tim LiveOlive punya
formula untuk meningkatkan tabungan serta menjaga diet keuangan selama 4 minggu.

Baca Juga:

Silakan unduh template dan ikuti petunjuk berikut:

Pilih 1 Pos Pengeluaran untuk Dikurangi

Bulan Desember lalu, kami mencoba menjalankan “Tantangan Menabung” ini
dengan memilih satu hal tersier yang bisa kami potong pengeluarannya,
misalnya kegemaran minum kopi Starbucks, kebiasaan
nyalon, mampir ke minimarket, atau pun hobi nonton bioskop.

Masing-masing anggota tim LiveOlive mengetahui “kelemahan” diri masing-masing dan berusaha untuk
meningkatkan tabungan dengan cara memotong pengeluaran dari pos tersebut.
“Aku suka
banget minum teh kotak – entah di jalan, saat nunggu bis di
stasiun, atau saat bersantai di rumah. Sebenarnya aku tahu kalau teh
kemasan itu banyak pengawetnya dan kadar gulanya tinggi, tapi susah
sekali buat menghentikan kebiasaan ini,” kata FR yang mengaku bisa
mengonsumsi 4-6 teh kemasan per hari.
Dengan asumsi harga teh kemasan dijual seharga Rp 4000, maka dalam
sebulan ia bisa menghabiskan sedikitnya Rp 480.000 untuk memenuhi
kesukaannya ini.
Lain lagi dengan MA yang ingin mengurangi kebiasaan
ngemil. Berkat menjamurnya minimarket dan convenience store semacam
Indomaret, Alfamart, 7-Eleven, ia merasa mudah sekali tergoda untuk
mampir sebelum atau sepulang kerja untuk membeli cemilan yang ikut
berperan sukses dalam menambah berat badannya.
Alhasil, kebiasaan ini tak hanya menggagalkan niatnya untuk berdiet, tapi juga
menyedot isi dompetnya.
Dengan frekuensi kunjungan ke minimarket sebanyak 3-4 kali seminggu, MA
bisa menghabiskan paling sedikit Rp 240.000 demi mendukung hobi
ngemil-nya.

Ketahui Target Anda (Isi Lembar Template)

Anda hanya perlu mengisi satu kolom
di dalam lembar template,
yaitu kolom E8, berupa jumlah uang yang mampu Anda sisihkan sesaat
setelah Anda menerima gaji – setelah dikurangi pos pengeluaran bulanan,
cicilan dan tabungan rutin.
Sebagai contoh, Anda merasa mampu menyisihkan Rp 700.000 minggu ini.
Jumlah ini mungkin nampak besar pada awalnya, tapi akan berkurang di
minggu-minggu berikutnya.

Setelah kolom E8 terisi, Anda akan mendapatkan jumlah uang yang harus
Anda sisihkan setiap harinya. Selama tujuh hari berikutnya, Anda harus
menabung Rp 100.000 per hari. Minggu depan, Anda harus menabung Rp
50.000 per hari, lalu Rp 25.000 per hari di minggu ke-3, dan Rp 12.500
di minggu terakhir.
Pastikan jumlah uang yang Anda sisihkan adalah target yang realistis, sehingga Anda tidak merasa terbebani olehnya.
“Harapan awal
sih tidak membeli teh kotak sama sekali dan menambah tabungan
10%, tapi pada kenyataannya aku cuma bisa menambah 7%,” tukas FR yang
tidak berhasil menghentikan kebiasaannya seketika, namun bisa mengurangi
menjadi 2 teh kotak per hari.
Cek kembali target Anda untuk mengetahui apakah hal tersebut realistis,
kemudian ulangi metode ini di bulan berikutnya. Jika Anda gagal
mencapai target di bulan Desember, misalnya karena lebih banyak
pengeluaran untuk liburan, berusahalah menabung lebih banyak di
bulan-bulan berikutnya.

Pisahkan Uang Tersebut dari Tabungan atau Dompet

Sebagai
penggemar kopi, CS selalu merasa bahwa harinya kurang lengkap tanpa kehadiran
espresso. Maka, Starbucks pun menjadi tempat kesayangannya
karena mudah ditemukan di mana saja dan bisa berfungsi sekaligus sebagai
tempat meeting.
“Dalam sebulan, saya melakukan minimal 4 kali
top-up sebesar Rp 100.000 ke dalam kartu Starbucks dan itu selalu habis,” katanya.
CS memasang target menabung sebesar 5% lebih tinggi dari bulan-bulan
sebelumnya, untuk melihat apakah hal tersebut bisa dilakukan saat akhir
tahun atau tidak. Kesalahannya ialah tidak menyisihkan uang ekstra
tersebut ke dalam ‘wadah’ lain, entah sekedar ditabung ke dalam celengan
fisik atau ditransfer ke rekening lain. Akhirnya, ia kesulitan
mengontrol arus keluar uang dan merasa bebas untuk
menggesek kartu debitnya saat melakukan
top-up kartu Starbucks.
Berbeda halnya dengan FR, yang menggunakan celengan transparan untuk
menyisihkan uangnya
setiap hari. Menurutnya, hal ini bisa memotivasinya untuk menambah isi
celengan tersebut, sekaligus mengingatkan dirinya jika ia lupa menabung.

Cari Solusi Alternatif untuk Berhemat

Dengan adanya kemauan, setiap orang pasti bisa mencari alternatif atau
substitusi untuk hal yang serupa, misalnya seperti yang dilakukan RG
untuk memenuhi hobi nonton film yang cukup menguras kantongnya, terutama
di hari libur dan akhir pekan. Jenis hiburan yang satu ini memang
paling populer di kalangan muda-mudi dan keluarga.
“Aku
kurangin pengeluaran untuk snacks and beverages, misalnya dengan makan dulu di rumah sebelum nonton,” jelasnya.
Pengeluaran untuk nonton bioskop setiap minggu bisa mencapai Rp 150,000
untuk berdua, belum ditambah popcorn dan minuman yang menghabiskan
sekitar Rp 60.000. Tanpa disadari, dalam sebulan Anda sudah menghabiskan
Rp 850.000 untuk pos pengeluaran yang satu ini. Bagi cewek-cewek yang
senang memanjakan diri, uang sejumlah itu bisa habis dalam 1-2 kali
kunjungan ke salon – entah untuk
hair spa atau manicure dan pedicure gel.
Pastikan saja jumlah pengeluaran tersier Anda tidak lebih besar dari jumlah uang yang Anda tabung setiap bulan,
ya. Jika ternyata Anda belum menabung paling sedikit 20% dari penghasilan setiap bulan, mulai lakukan diet keuangan dalam minggu ini. Tentunya Anda juga ingin tahun ini lebih baik daripada tahun lalu, kan?

Baca juga:
Apakah Tabungan Anda Cukup untuk Masa Depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hayo Mau Ngopi ya?