Peluang Usaha Studio Foto Video Shooting & Tipsnya agar Tetap Bertahan

Dalam kenyataan hidup, mempertahankan suatu usaha itu tidak mudah, terlebih bila melakukannya tidak sepenuh hati. Ada saja kendala dan terpaan sedikit langsung tumbang. Tapi bila sesuatu itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan melakukannya dengan hati-hati dan sepenuh hati, kesuksesan dan kejayaan boleh didapat.

Dalam praktek kehidupan setinggi apapun … ilmu ekonomi, intinya adalah; Bagaimana pengeluaran TIDAK lebih besar daripada PENGHASILAN.

Intinya Prihatin, baik diwaktu senang lapang apalagi di waktu susah.

Tidak mudah untuk mengatur keuangan, Kapan bisa nabung… setiap py duit gatel belikan alat baru lg. Inilah

Cara Bagaimana Manajemen Keuangan Usaha Studio Foto Video Shooting Supaya Tetap Bertahan:

  1. Pertama Tanamkan modal sesuai kebetuhan darurat sementara, jangan terlalu memaksakan belanja barang yang belum betul-betul sangat diperlukan. Mungkin masih bisa ditunda, atau buat penelitian terlebih dahulu. Kemauan nafsu beli peralatan sangat tinggi, sedang harganya mahal-mahal sekali. Seperti kamera, tahan sebentar, dan menabung, semakin hari, semakin canggih kamera yang akan keluar dan kita akan ketinggalan kalau tidak mengimbangi, minimal beli kamera terbaru, kelas menengah walaupun tidak yang tercanggih, tapi jangan yang terlalu rendah di pasaran. Kalau ini dilakukan, siap-siap saja menanggung kerugian, minimal harus belanja 2 kali sebelum waktunya benar-benar ganti.
  2. Siapkan modal untuk perangkat utama, walaupun minjam, selebihnya cicil peralatan sesuai order job yang di dapat. Atau cicil sebatas kemampuan tidak terlampau tinggi.

Boleh percaya boleh tidak, banyak yang ingin kaya dari bisnis fotografi
tapi tidak pernah tercapai, dan banyak yang sudah sangat kaya dari
bisnis fotografi tapi kita tidak pernah tahu rahasia mereka bisa
berhasil. Itu yang membuat saya ingin belajar fotografi lebih banyak
lagi, terutama untuk membangun kewirausahaan di bidang fotografi.

Menurut saya:

1. Bisnis membutuhkan pengetahuan manajemen dan keuangan, yang merupakan
“sisi lain” dari sebuah kewirausahaan, sehingga bisa menjual karya seni
dengan nilai tambah yang luar biasa, bukan menjual foto seharga ongkos
cetak dan uang lelah.

2. Fotografer adalah seorang seniman, yang sayangnya hidup dalam dunia
yang begitu dicintainya, dengan sedikit pamrih asal bisa hidup dan
menikmatinya rasanya sudah cukup. Banyak saya dengar fotografer yang
ingin kaya namun jarang yang belajar mendalami seluk beluk bisnisnya
dari “sisi lain” yang belum dikuasainya.

3. Menggabungkan dua sisi seni+manajemen administratif, bukan suatu yang
mudah, namun bisa dilakukan dengan menyusun bisnis model yang tepat dan
mencari mitra yang tepat untuk menutupi sisi kekurangannya, satu sama
lain. Namun begitu, jarang ada kerjasama yang langgeng dari dua sisi
yang berbeda ini, karena ketika berhasil, maka satu sama lain akan
saling meremehkan dengan berkata:”keberhasilan ini adalah hasil kerja
keras saya, tanpa anda saya mampu meraih sukses ini!”. Justru kalo gagal
malah gak masalah, karena sama sama saling menyalahkan pihak lain,
seolah dirinya sendiri yang paling benar… he..he..he.. itu manusiawi
sih.

4. Kenyataannya, diantara banyak pelaku yang jarang sukses, ada
segelintir orang yang sukses luar biasa, dan punya reputasi hebat untuk
terus berkarya dan jadi orang kaya. Siapa mereka ? Para maestro yang
namanya cukup terkenal, banyak menulis, banyak berkarya, banyak pameran,
banyak relasi kelas atas, banyak sponsor dan pekerjaan datang bertubi
tubi, sampai mereka harus menolaknya.

5. Terlepas dari simplifikasi yang saya tuliskan di atas, rasanya memang
dunia bisnis fotografi adalah suatu yang kompleks dan banyak ditulis
oleh para fotografer asing, dalam buku buku mereka secara rinci dan
menarik, sayangnya tidak semuanya aplikatif di Indonesia.

Saya tahu bahwa semua orang akan menjawab YA pada pertanyaan pada
judul thread ini, namun tidak tahu caranya dan bagaimana memulainya.
Dari semua pencarian saya tentang kendala bisnis dalam dunia fotografi,
saya mencoba mencari dan menemukenali permasalahan ini, dengan terus
belajar dan salah satunya adalah dengan membuat dokumentasi dari setiap
hasil pencarian saya.

Untuk membuatnya menjadi lebih lengkap dan bermakna, saya mengajak rekan
rekan semua untuk juga melakukan koreksi serta melengkapi segala
informasi yang akan saya tulis secara bertahap di forum ini, jika memang
semangat untuk membuat panduan bisnis fotografi terus bergelora dihati
kita semua…. Jangan anggap saya adalah fotografer terkenal, apalagi
profesional, tapi cuma fotografer seperti anda juga yang sedang belajar
untuk merintis karir fotografi tanpa kenal lelah…

Mari kita belajar bersama, nah untuk memulainya, saya coba buatkan outline “Panduan Bisnis Fotografi di Indonesia” berikut ini;

1. Memulai bisnis dengan sederhana.
Pada bagian ini, kita sama sama membahas mengenai cara memulai bisnis
dengan apa yang kita miliki saat ini. Penempatan pada bagian satu,
bertujuan untuk memberikan dorongan bahwa bisnis tidak selalu harus
menyiapkan rencana bisnis yang besar dan lengkap, apalagi dengan modal
kuat, tetap cukup dengan semangat dan kecerdikan menyiasati keterbatasan
yang ada. Pada titik ini, semua orang akan di hadapkan pada satu
keraguan, dan ketika mulai melangkah, makin banyak kebingungan dan
keraguan itu muncul dan buat para fotografer hebat, mereka akan
mengatasinya satu persatu dan melangkah ke jenjang sukes berikutnya.

2. Mempersiapkan bisnis model yang tepat.
Pada bagian ini, saya membayangkan bahwa untuk menjadi besar kita
harus tahu arah dan tujuan kita. Biasanya, kita hanya tahu, bahwa kita
ingin sukses, tapi tidak pernah fokus pada kekuatan yang kita miliki
untuk bisa melangkah sukses. Bisnis model akan mengarahkan kita tentang
segala kekuatan dan kelemahan yang kita miliki, mirip dengan analisis
SWOT, tetapi lebih lengkap dan menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa
sendiri.

3. Sistem adminstrasi yang baik.
Disini, banyak orang tidak menyadari arti pentingnya sistem kerja
yang baik, banyak yang memulai bisnis dengan “KEPERCAYAAN” namun
kenyataannya hanya akan berakhir pada “KECURIGAAN” yang menyulut pada
banyak persoalan lain. Sistem kerja yang baik, akan membangkitkan
nilai “KEPERCAYAAN” dan mengurangi tingkat “KECURIGAAN” sehingga semua
orang bekerja dengan rasa aman serta fokus pada tugasnya.

4. Sistem pemasaran dan pengelolaan pelanggan.
Memasarkan dan mengelola pelanggan adalah elemen penting dalam
mengelola produk JASA, dan hampir semua seniman (baca:forografer) merasa
karyanya adalah kekuatan marketing, dan pelanggan akan datang membeli
dengan sendirinya. Paham ini, hanya akan terjadi jika karya anda sangat
istimewa, tapi untuk seniman yang pasaran seperti saya, rasanya perlu
kemasan dan pengelolaan pelanggan yang mampu memelihara bisnis dalam
jangka panjang.

5. Mengembangkan jaringan bisnis.
Pada bagian ini, sebenarnya adalah bagian yang paling sulit, dan
tidak banyak orang yang berhasil, tapi selalu saja ada segelintir orang
yang sukses. Mengembangkan jaringan bisnis adalah meningkatkan KAPASITAS
layanan, sehingga jumlah konsumen akan berlipat ganda, bagaimana
carannya mengKLONING diri anda, menjadi ribuan orang yang melayani
ribuan pelanggan? Oleh karena itu saya mengatakan bahwa ini adalah
bagian yang paling sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin kan?

Sementara baru 5 ide itu yang muncul, walaupun dari setiap ide tersebut,
nantinya akan muncul lagi sub-ide yang lebih rinci dan bisa jadi
memerlukan detil yang lebih banyak lagi. Namun begitu, mudah mudahan ada
diantara rekan rekan semua yang bisa memberikan masukannya. Atau
mungkin punya pengalaman dan ingin sharing disini, sehingga akan semakin
lengkap jika kontribusi anda di dokumentasikan disini. Tidak perlu
takut salah atau di cerca oleh orang lain, karena seringkali yang
mencerca tersebut adalah para kritikus handal yang kita butuhkan agar
kita bisa semakin baik.

Buat para profesional dan maestro fotografi yang telah sukses, mohon
dorongan dan masukannya agar semua tulisan disini tambah lengkap. Saya
tidak bermaksud lancang untuk menggurui, namun justru sedang belajar
dengan cara menyusun ide dan pemahaman saya tentang bisnis fotografi
yang sedang menarik minat saya saat ini. Siapa tahu kelak, kita semua
bisa bergabung dalam satu komunitas bisnis besar yang punya kode etik
dan gelar profesi seperti dokter, pengacara, akuntan dsb. Semoga proses
belajar ini bisa bermanfaat buat yang lain juga.

    Berikan Ulasan Di sini