Cara Menyusun Pembukuan Keuangan Rugi Laba Studio Fotographer Video Shooting - MindaFilm

Cara Menyusun Pembukuan Keuangan Rugi Laba Studio Fotographer Video Shooting

Sudah beberapa berapa lama anda membuka usaha studio foto, cetak foto, video shooting atau editing? Sudahkah anda dapat mengukur sejauhmana kemajuan usaha anda itu? Adakah pencatatan harian pemasukan dan pengaluarannya? Dapatkan anda mengetahui jumlah real keuntungan atau kerugian (rugi laba) usaha studio foto dan video shooting tahun kemaren?

Seringkali orang bertanya mengenai cara menyusun laporan keuangan studio foto. Apakah anda juga punya pertanyaan sama? Kalo iya, mari kita lanjutkan dengan pertanyaan lain, apakah anda juga sudah tahu artinya Laporan Keuangan?

Baiknya sebelum saya memulai, perlu di pastikan bahwa kita punya pengertian yang sama tentang laporan keuangan. Maklum jaman sekarang definisi Laporan Keuangan bisa cari di google, atau kalo males ngetiknya, ya tinggal KLIK AJA DISINI.

Peluang Usaha Foto Studio & Video Shooting & Kendala yang Sering Dihadapi

Jadi jelas kalo laporan keuangan dasar adalah Neraca dan Laba Rugi , tapi kalo akuntan akan bilang bahwa ada satu lagi yang namanya Cash Flow Statement, atau laporan arus kas. Jadi setelah jelas apa itu laporan keuangan, disini saya akan coba jelaskan tentang cara penyusunan sebagian dari laporan keuangan, yakni Laporan Laba Rugi. Langkah-langkah penyusunan laporan laba rugi ini saya coba sajikan secara sederhana dengan bahasa non akuntan, jadi mohon maaf kalo ada istilah yang kurang berkenan, mudah-mudahan bisa diluruskan jika perlu.

Langkah penyusunan laporan laba rugi ;


  • Buat kelompok akun laba rugi (akun riil) yang terdiri dari ;
    • Pendapatan
      Ini merupakan akun untuk menampung semua jenis pendapatan yang diterima dari pelanggan, mulai dari hasil penjualan jasa fotografi prewed, foto wedding, foto studio, cetak album dan sebagainya. Untuk detilnya sendiri terserah masing-masing orang, yang penting pengelompokkan tersebut dapat di perbandingkan dengan biaya langsung yang terkait. Dengan cara ini, maka setiap aktivitas produksi dapat di lihat secara individual kontribusinya terhadap keuntungan yang di hasilkan.
    • Biaya Operasional Langsung
      Rincian biaya di sini harus memperhatikan kelompok rincian pendapatan, artinya jika di kelompok pendapatan ada 3 jenis, maka disini juga dibuat 3 jenis, sehingga bisa di cari keterkaitan antara pendapatan dan biayanya. Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk mengukur besarnya kontribusi masing-masing jenis pendapatan terhadap keuntungan yang diperoleh. Untuk jasa fotografi yang bersifat “proyek” coba buatkan tabulasi terpisah, untuk mencatat setiap pendapatan dan biayanya, sehingga laba rugi operasional per proyek bisa dihitung lebih akurat, sebelum dimasukan dalam laporan rugilaga keseluruhan.
    • Biaya Umum dan Administrasi
      Masuk dalam kelompok biaya umum dan adminstrasi adalah semua jenis biaya tidak langsung, yang menjadi pengeluaran rutin baik secara harian, mingguan atau bulanan sepanjang biaya tersebut memang bersifat umum, karena memberikan kontribusi tidak lansung kepada aktivitas produksi. Untuk biaya pemasaran dan promosi, sebenarnya ada dua pendapat, ada yang mengelompokkan dalam jenis biaya terpisah, ada yang mengelompokkan kedalam biaya Umum dan Administrasi. Namun untuk contoh ini, saya kelompokan dalam biaya Umum dan Administrasi, biar mudah, karena memang jenis biaya ini masuk kategori tidak langsung.
    • Biaya Penyusutan dan Amortisasi
      Untuk biaya jenis ini, dimaksudkan agar pembebanan biaya bisa didistribusikan ke periode lain dimana manfaat atas pengeluaran atau pembelian aktiva tersebut masih dinikmati. Contohnya ; saat kita beli kamera, tentu saja dipake selama periode dimana umur aktiva tersebut secara ekonomis masih wajar. Misalnya 4 tahun, maka setiap bulan dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

      P = (Bi - S)/U

      P = Biaya Penyusutan per bulan
      Bi = Harga Beli Komputer
      S = Nilai Sisa
      U = umur manfaat (4 tahun x 12 bulan = 48bulan)


      Dimana nilai sisa merupakah perkiraan hasil penjualan perangkat computer tersebut saat umur ekonomisnya berakhir.

      Sedangkan contoh amortisasi adalah Biaya sewa tempat yang dibayar untuk 4 tahun kedepan, atau 2 tahun kedepan, atau bahkan 6 bulan ke depan. Nah bagaimanapun lamanya masa sewa, kita akan sesuaikan besaranya dengan rumus sbb;

      As = Wa / M

      As = Biaya Amortisasi Sewa/bln
      Wa = Biaya Sewa yang dibayarkan sekaligus dimuka
      M = Masa sewa dalam satuan bulan, misalnya 2 tahun maka M = 24


      Sedangkan untuk biaya yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang, atau lebih dari satu periode operasi normal (paling sedikit satu tahun/12 bulan) maka bisa di kapitalisasikan dengan mendistribusikan bebanya kedalam periode dimana manfaatnya diharapkan masih bisa dinikmati. Contohnya adalah saat kita merenovasi studio saat akan di dirikan, yang bisa dihitung mulai dari biaya renovasi studio, instalasi listrik, instalasi AC dsb. Nah biaya-biaya ini masuk dalam kategori, biaya yang boleh di amortisasi karena di tujukan untuk kepentingan jangka panjang, yakni selama masa sewa, atau sampai masa dimana diperlukan lagi biaya renovasi yang relative besar. Contoh perhitungannya sebagai berikut;

      Ab = R/Um

      Ab = Amortisasi Biaya Renovasi/bln
      R = Biaya Renovasi yang dikeluarkan
      Um = Umur manfaat yg diharapkan


    • Selanjutnya masing-masing akun tadi di pecah lagi sesuai dengan rincian jenis masing masing sumber atau asalnya transaksi, misalnya sebagai berikut;

      a. Pendapatan
      i. Pendapatan Studio
      ii. Pendapatan Proyek foto
      iii. Pendapatan Desain dan cetak album


      b. Biaya Operasional Langsung
      i. Biaya Sewa Studio
      ii. Biaya Pengerjaan Proyek foto
      iii. Biaya Desain dan cetak album


      c. Biaya Umum dan Administrasi
      i. Biaya Gaji Pegawai
      ii. Biaya Kebersihan dan Keamanan lingkungan
      iii. Biaya Pemeliharaan dan perbaikan
      iv. Biaya lain-lain


      d. Biaya Penyusutan
      i. Biaya Penyusutan Peralatan Fotografi
      ii. Biaya Amortisasi Sewa Tempat
      iii. Biaya Amortisasi ongkos renovasi


  • Pengelompokan tersebut tentu saja punya maksud dan agar setiap aktivitas produksi dapat di ukur kontribusinya terhadap keuntungan yang dihasilkan, sehingga masing-masing rinciannya perlu di sepakati di sini. Namun demikian mengingat masing-masing studio punya keterbatasan serta kondisi alamiah yang berbeda-beda, jadi bila perlu boleh saja rincian akunnya di rubah dan disesuaikan dengan kebutuhan, sepanjang pengelompokannya masih sesuai. Mudah bukan?

  • Langkah berikutnya adalah membuat buku kas , yakni buku yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran harian. Ini adalah catatan sederhana yang nanti akan saya modifikasi supaya bisa jadi laporan laba rugi. Untuk memulainya, silahkan beli ukuran folio, dan buat kolom-kolom sesuai kebutuhan, nah disini saya sarankan untuk membuat kolom-kolom utama sebagai berikut;

    a. Nomor Urut transaksi
    b. Tanggal transaksi
    c. Keterangan jenis transaksi
    d. Nomor Akun (untuk kepentingan pencatatan akuntansi)
    e. Jumlah Rupiah transaksi
    f. Saldo


    Kolom-kolom tersebut nanti saya berikan contohnya dalam bentuk excel dan bisa di download pada link KLIK DISINI

  • Langkah terakhir adalah menyusun laporan laba rugi berdasarkan buku kas yang sudah dibuat, dimana setiap transaksi yang sudah diberi nomor akun, di kelompokkan sesuai dengan kelompok yang tepat, dan selanjutnya … whoala… jadilah laporan laba rugi, dimana masing-masing aktivitas produksi bisa di tampilkan kinerjanya, serta berapa besar uang kas yang masuk, dan keuntungan bersih yang diterima oleh pengusaha studio.


    Sampai disini masih bingung? Jangan kuatir, karena saya akan terus berusaha menjelaskan kepada anda….

    Saat pengelompokan, perhatikan bahwa susunan laba rugi di buat secara rinci dengan detil sbb;

    a. Pendapatan Rp. (A)
    i. Pendapatan Studio Rp. XXXXXXX
    ii. Pendapatan Proyek foto Rp. XXXXXXX
    iii. Pdptn DesainCtk album Rp. XXXXXXX


    b. Biaya Operasional Langsung Rp. (B )
    i. Biaya Sewa Studio Rp. XXXXXXX
    ii. Biaya Pengrjaan Pryk Rp. XXXXXXX
    iii. Biaya DesnCtkAlbum Rp. XXXXXXX


    Margin Kontribusi Rp. (C)=(A)-(B )


    c. Biaya Umum & Administrasi Rp. (D)
    i. Biaya Gaji Pegawai Rp. XXXXXXX
    ii. Bi Kebrshn & Kmn Rp. XXXXXXX
    iii. Biaya Pmlhrn & pbaik Rp. XXXXXXX
    iv. Biaya lain-lain Rp. XXXXXXX


    Pendapatan kas Rp.(E) = (C)–(D)


    d. Biaya Penyusutan Rp. (F)
    i. Biaya Penyusutan Komputer Rp. XXXXXXX
    ii. Bi Amrtis Sewa Tmp Rp. XXXXXXX
    iii. Bi Amrtis renovasi Rp. XXXXXXX


    Laba / (rugi) hasil usaha Rp.(G)= (E) – (F)


Dengan format di atas, jelas bahwa posisi Pendapatan Kas harus benar-benar dijaga. Artinya jika Pendapatan Kas hasilnya NEGATIF, maka bisa dipastikan anda sebagai pemilik akan nombok biaya operasional, dan sebaliknya jika POSITIF anda belum tentu memperoleh laba, namun anda masih punya kemampuan daya hidup (survival) untuk bisa melanjutkan usaha sampai mendapat keuntungan layak.

Jika Pendapatan Kas punya nilai POSITIF lebih besar dari Biaya Penyusutan, maka bisa dipastikan anda mendapatkan keuntungan, namun jika nilai POSITIFnya lebih kecil dari Biaya Penyusutan, maka bisa dipastikan kemampuan anda mengembalikan modal, sangat lemah tapi tetap survive untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Nah… sekarang jelaas kan… bahwa ternyata menyusun Laporan Laba Rugi Warnet itu mudah ya. Bagian yang paling sulit adalah membayar pajak dan menyusun neraca… masih minat untuk belajar lebih lanjut?

Saat ini, lebih baik kita istirahatkan dulu otak kita supaya bisa lebih tenang dan menyerap materi penjelasan di atas, dan jika perlu …. Segera ulangi membaca artikel ini, paling sedikit 1 kali sehari… tergantung kondisi pengetahuan yang di miliki. Jika kebingungan masih berlanjut, hubungi akuntan terdekat…. Untuk konsultasi dan mendapat bimbingan yang lebih baik.
Cara Menyusun Pembukuan Keuangan Rugi Laba Studio Fotographer Video Shooting Cara Menyusun Pembukuan Keuangan Rugi Laba Studio Fotographer Video Shooting Reviewed by Admin on April 09, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.