Best Drone to Buy as a camera for Videographer Shooting and Editing

MindaSchool.com - Bagi sebagian videographer, membeli drone mungkin tidak masalah bagi keuangan mereka. Tapi Namun bagi sebahagian yang lain, membeli drone bisa jadi suatu hal yang sangat dipertimbangkan keperluannya. Perlu tidak membeli drone?

Baca Juga: Seberapa pentingkah membeli drone buat seorang videographer?

Drone atau pesawat tanpa awak telah mendapatkan sorotan dari fungsi yang bisa dilakukan, baik sekadar hiburan hingga membantu bisnis seseorang. Peminat kian bertambah dan pasar pun menjual berbagai macam drone dengan harga beragam, dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Baca juga: Mengamankan Pesawat dan 5 Fungsi Drone di Bidang Bisnis Lainnya
Setelah kita siap untuk membelinya maka ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan, berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan sebelum membeli drone.
1. Tidak semua drone mudah untuk diterbangkan
Apabila kita ingin membeli sebuah drone pastikan apakah sulit untuk dikemudikan atau mudah. Bagi mereka yang tidak berpengalaman memang disarankan untuk membeli drone pemula yang memiliki kontrol lebih mudah.


Perancis Bangun Teknologi Anti-drone untuk Melindungi Suporter Sepakbola Euro 2016
Pada dasarnya drone biasanya berbentuk quadcopter yang digerakkan oleh empat motor. Seharusnya mekanisme ini membuat drone tidak bisa terbang, tetapi kehadiran komputer dapat memberikan kestabilan.
Setiap drone dapat terbang berbeda sesuai dengan pengatur penerbangan yang terdapat di komputer. Biasanya ada yang diatur untuk memiliki kelincahan lebih dan ada juga yang diberikan stabilitas lebih, pilih mana yang paling cocok.
Pengendali jarak jauh yang digunakan di mainan mobil atau bahkan pesawat akan lebih sulit dikendalikan apabila barangnya lebih mahal. Beda ceritanya dengan drone, semakin mahal maka semakin mudah kita mengontrol pesawat tanpa awak itu. Semakin mahal drone maka fasilitasnya dan kemampuannya juga semakin banyak, seperti penempelan sensor dan kelincahan lebih.
(Baca juga: Dobby, 'Drone' Seukuran Ponsel yang Khusus Diciptakan untuk Pencinta 'Selfie')
2. Apakah bisa langsung terbang?
Ya, produk drone yang dijual pada pasaran belum tentu bisa langsung terbang setelah kita baru beli dan aktifkan. Cek terlebih dahulu tiap kode drone yang ingin kita beli.


Menjalankan 'Drone' Menggunakan Kekuatan Otak
RTF berarti Ready-To-Fly yang bisa langsung diterbangkan setelah melakukan hal sederhana seperti memasang baling-baling atau mengisi ulang baterai.
BNF atau Bind-And-Fly yang telah terpasang utuh sebagai drone tetapi tidak memiliki alat pengendali jauh. Apabila belum ada kita bisa membeli alat pengendali jauh terpisah atau gunakan yang sudah ada apabila sudah pernah membelinya.
ARF atau Almost-Ready-to-Fly merupakan kode untuk drone yang harus dibangun atau disusun terlebih dahulu. Pastikan deskripsi apa saja yang diberikan oleh paket ini, bisa jadi hal-hal penting seperti pemancar dan penerima sinya tidak ada di drone ingin kita beli.

Klik halaman "2"untuk mengetahui tiga hal lain yang harus kita perhatikan sebelum membeli drone. 

5 Hal Penting yang Harus Kita Perhatikan Sebelum Membeli Sebuah Drone (Bagian dua)

3. Cari informasi sebanyak mungkin tentang produk yang ingin dibeli
Sebelum membeli, kita bisa mencari berbagai pengetahuan tentang drone beserta produk-produknya. Seperti penggunaan, perawatan, hingga aksesoris yang akan dibeli di kemudian hari. Kita bisa mencarinya di internet untuk spesifikasi dan perbandingan harga atau bertanya langsung di toko yang menjualnya.


Dubai Gunakan Drone untuk Pantau Kebersihan Kota
Sebagai contoh Lazada.com menjual beragam produk drone seperti Drone MJX X101 seharga Rp1,2 juta untuk para pemula, Xiro Xplorer V seharga Rp12,5 juta, dan DJI Inspire 1 V2.0 seharga Rp28 juta untuk penggunaan yang lebih profesional.
(Baca juga: James Young, Pria dengan Lengan Bionik yang di Dalamnya Terdapat 'Drone' (2))
4. Lakukan investasi
Apabila telah serius, kita bisa melakukan investasi berbagai hal sebelum mengambil keputusan besar untuk benar-benar membeli sebuah drone. Tidak ada salahnya menghabiskan jutaan hingga puluhan juta apabila ini sekiranya bisa menjadi hobi atau penunjang pekerjaan kita.


'Dronies', Tren Baru Selfie dengan Drone
Kita dapat berencana dari awal untuk membeli berbagai aksesorisnya seperti baterai berkualitas tinggi dan alat pengendali jarak jauh. Produknya itu sendiri juga bisa kita pilih, apakah langsung beli yang mahal agar tidak perlu beli lagi atau beli yang lebih murah terlebih dahulu. Sesuaikan yang paling nyaman saat berencana investasi.
5. Bergabung dengan komunitas drone
Kita dianjurkan bergabung di komunitas baik itu di internet atau bertemu langsung untuk menanyakan berbagai hal dari yang umum hingga spesifik seperti produk, aksesoris, dan kerusakan. Setidaknya cari satu untuk bertukar informasi dan belajar.
(Baca juga: Gunakan 'Drone', Ayah Ini Mencabut Gigi Pertama Putrinya yang Masih Lima Tahun)
Contohnya di Jakarta memiliki beberapa komunitas drone seperti Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dan Komunitas DJI Phantom Indonesia. Kemudian Komunitas Kutilang Dara berasal dari Bandung, Semarang Drone Community berasal Semarang, Komunitas Drone Kota Bontang berasal dari Bontang, dan masih banyak lagi.

No comments

Powered by Blogger.