Cara menjadi Kameramen dan Editor yang Baik dan Benar - MindaFilm

Cara menjadi Kameramen dan Editor yang Baik dan Benar

Saya sudah delapan tahun menjadi kameramen dan editor video. Biasanya yang digarap adalah video dokumentasi acara resepsi dan seremonial, video klip musik, juga ada beberapa film indie bergenre film anak-anak. Berikut beberapa tips bagi mereka yang berminat menjadi kameramen amatir : 1.Kenali kamera anda. Tiap kamera atau camcorder, punya sifat yang berbeda. Kamera jadul seperti Panasonic M3000 atau M3500 misalnya, harus sering di-adjust white balance-nya. Jika tidak, bisa-bisa gambar nantinya cuma punya warna hitam, putih, abu-abu, kuning dan biru. Kadang mau juga gambar hanya punya warna hitam, putih, abu-abu, merah muda dan hijau. Pada kamera JVC bermedia penyimpan data mini DV, efek bloom (default setting) sering membuat gambar lebih berwarna dari pada aslinya. Sedangkan pada MD10000, AWB (Automatic White Balance)-nya sering stag pada warna biru saat mula dipakai. Cara mengatasinya : masuk ke mode manual, lalu set white balance-nya ke mode lampu pijar,lalu arahkan kamera ke benda yang berwarna merah atau kuning. Bila sudah normal, kembalikan setting ke AWB. Adapun pada kamera Sony yang canggih dengan penyimpan data hard disc atau MMC, hati-hati pada objek yang kurang cahaya. Gambar bisa berpasir (raster) dan warna akan pudar kehitaman. Jangan lupa waspadai juga cuaca dan suhu udara. Bila suhu terlalu dingin, MD10000 akan menghasilkan gambar yang berdenyut, sedangkan kamera Sony tadi, akan protect sehingga kamera tak dapat digunakan beberapa saat. On-kan kamera lalu bawa ke ruang yang lebih hangat. Jika memakai handycam, dekapkan alat perekam ini ke perut anda. Jika menggunakan kamera berpenyimpan data VHS, VHS mini, Mini DV atau DVD, selalu periksa hasil syuting lima menit pertama. Anda boleh ambil gambar acak sebelum adegan dimulai. Biasanya head atau drum atau pun lens writer-nya belum bekerja sempurna pada lima menit pertama, disebabkan adanya semacam selaput embun yang menutupi permukaannya. Jika menggunakan kamera bermedia penyimpan HD atau MMC, on-kan dulu satu menit, baru operasikan kamera. Jika anda on langsung take, maka biasanya gambar awal akan kurang fokus karena auto focus lens-nya masih belum melakukan penyesuaian. Jangan lupa untuk memeriksa kaca depan lensa, bersihkan dengan tissu lembut non perfumed jika ada kotoran atau selaput embun. Bersihkan dengan lembut agar aura biru penapis cahaya pada lensa itu tidak cepat aus. Bila anda benar-benar pemula, gunakan saja full auto setting. Tapi usahakan jangan mengambil gambar yang back light (sumber cahaya ada di belakang objek). Jika terpaksa mengambil gambar backlight, maka pindah ke mode manual dan setel pencahayaan hingga objek terlihat jelas, meskipun latar menjadi putih. Jika posisi sudah begini, usahakan agar mengambil gambar secara close up saja, jangan zoom out. Pada kamera ber-mini DV, anda boleh pakai setting SP atau LP. Hanya saja, jangan gunakan kaset bekas jika kaset anda adalah merk Panasonic buatan Cina yang harganya rp.16.000/pcs. Tapi jika pakai kaset merk Panasonic atau merk Sony yang original, yang harganya rp.26.000/pcs, maka kaset bisa dipakai ulang/ditimpa maksimal 2 kali. Kaset mini DV merk Panasonic maupun Sony yang asli, tandanya ia pakai baut logam, sedang yang palsu ia pakai baut (imitasi) plastik. Dengan kaset mini DV ini, satu jam durasi akan membangun data rerata sebesar 11 GB pada setting LP, dan 15 GB pada setting SP. Pada kamera ber HD atau MMC, setting kualitas gambar wajib pada kualitas HQ. Dengan kamera ini, satu jam durasi hanya membangun data rerata sebesar 4,2 GB (pada setting kualitas HQ). Sedang pada setting SP, data terkumpul hanya sekira 3,4 GB. Ini sudah dibawah kualitas gambar DVD normal (8000 bit rate, 4,5 GB/jam durasi).

10 Tips Teknik Dasar sebagai Kameramen

10 Tips Teknik Dasar sebagai Kameramen

Teknologi broadcasting televisi nampaknya akan terus berkembang, era digital telah merubah segalanya. Dengan kemajuan teknologi kini memungkinkan hampir semua kamera memiliki kontrol otomatis, maka siapapun yang menggunakan kamera video akan sangat mudah untuk mengoperasikannya.

Jadi mengapa seorang calon kameraman harus memiliki pengetahuan tehnik kamera ? entah mulai dari hal-hal terkecil yang mungkin tidak penting tapi angat fatal apabila tidak mengikuti konsepan. Mengapa kita harus mempelajari teknik kamera dasar ? karena kualitas gambar, artistik serta kordinasi antara editor harus sepaham.

Bagi kalian semua yang ingin menjadi seorang kameramen profesional disini saya akan berbagi dan memberikan 10 tips mengenai teknik kamera dasar bila sedang terjun liputan ke lapangan.
Dalam sebuah tayangan pemberitiaan lewat televisi , kualitas video lah yang akan menjadi kekuatan utama dalam memberikan tayangan berita bagi para pemirsanya. Tidak sembarangan dan tidak mudah untuk menjadi seorang kameramen.

Makannya bagi seorang kameramen , minimal harus memahami teori dan menguasai teknik dasar dalam pengambilan gambar. Ini dia 10 tips dasar bagi seorang  kameramen.

     1.      Yang pertama yaitu, diskusikan dan prediksikanlah terlebih dahulu hal yang tidak terduga yang akan terjadi tentang apa yang akan kamu liput terlebih dahulu

      2.      Merekamlah dengan selektif jangan ada gambar mubazir atau goyang, dan jangan pernah ragu-ragu untuk mengambil sebuah gambar adalah sebuah gambar yang dihasilkan oleh kameramen.

      3.      Jika harus mengarahkan obyek jangan mengarahkan sambil merekam. Tapi arahkan dulu lalu merekam. Bila perlu kamu memberi contoh dulu baru rekamlah.

      4.      rekamlah dalam berbagai sudut pandang yaitu ada long shoot nya, full shot nya, medium shoot nya, detail shoot, juga variatif angle. Dan ingat jangan mengulang gambar dengan obyek,  komposisi,  dan angle yang sama. Ini agar memudahkan editor untuk selektif memilih videonya.

      5.      Selalu gunakan tripod  bila ketika merekam subyek yang diam dan wawancara subyek yang sedang duduk. Fungsinya agar subyek diam tidak goyang juga jangan pernah ragu untuk mengambil gambar Extrem Close Up bila di butuhkan

      6.      Jangan malas. Dekatilah obyek ketika mengambil gambar bila diperlukan dan minimalis zoom in itu bisa membuat gambar akan labil dan goyang. Karena seorang kameramen itu harus mobile kesana kemari.

      7.      Rubahlah angle dan sudut pandangan seindah mungkin. Jangan perlakukan kamera seperti mata kamu sendiri. Dan intinya kameramen itu harus kreatif dalam segi memandang sekitar.

      8.      Tebarlah pandangan kemanapun, jangan lengah, waspadai setiap momen, serta Jadilah peramal dan prediksikan apa yang akan terjadi nanti. Kameramen itu harus banyak akalnya ketika sedang dalam peliputan.

      9.      Buatlah oleh sendiri sedikit efek untuk membuang kebosanan gambar, contohnya kaya mengganti Focus antar satu subyek ke subyek yang lain atau Efek Background menjauh/mendekat dari subyek menggunakan zoom in zoom out, pan kiri ke kanan atau sebaliknya dan lain lain sesuka hati kalian saja

     10.   Cobalah sesekali mengedit karena dengan begitu kamu akan tahu gambar apa yang mubazir dan mana yang kamu butuhkan. Karena terkadang apa yang diharapkan oleh editor  itu  berbeda dengan apa yang di inginkan oleh kameramen.
dan ada beberapa tambahan hal-hal kecil yang harus di pahamai bagi seorang kameramen, yaitu pelajari pengoprasian kamera terutama fungsinya. Berlatihlah sesering mungkin merekam suatu visual dalam sebuah squence. Lalu Hafalkan dan pahami dasar - dasar fotografi termasuk angle komposisi, ukuran shot dan berbagai istilah broadcasting.
Percayalah jika semua point-point di atas telah anda kuasai , anda telah siap untuk terjun ke dunia pertelevisian.

Itulah beberapa tips dasar bagi kameramen buat yang ingin menjadi kameramen.  walaupun masih pemula  suatu saat  nanti apabila skill lebih sering di asah saya jamin pasti akan jadi kameramen profesional.  Amieeennnn. Semoga bermanfaat.
Cara menjadi Kameramen dan Editor yang Baik dan Benar Cara menjadi Kameramen dan Editor yang Baik dan Benar Reviewed by Admin on May 19, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.