MindaFilm.com

Best Thriller Movies

Cara menjadi Kameramen dan Editor yang Baik dan Benar

5 min read
Saya sudah delapan tahun menjadi kameramen dan editor video. Biasanya yang digarap adalah video dokumentasi acara resepsi dan seremonial, video klip musik, juga ada beberapa film indie bergenre film anak-anak. Berikut beberapa tips bagi mereka yang berminat menjadi kameramen amatir : 1.Kenali kamera anda. Tiap kamera atau camcorder, punya sifat yang berbeda. Kamera jadul seperti Panasonic M3000 atau M3500 misalnya, harus sering di-adjust white balance-nya. Jika tidak, bisa-bisa gambar nantinya cuma punya warna hitam, putih, abu-abu, kuning dan biru. Kadang mau juga gambar hanya punya warna hitam, putih, abu-abu, merah muda dan hijau. Pada kamera JVC bermedia penyimpan data mini DV, efek bloom (default setting) sering membuat gambar lebih berwarna dari pada aslinya. Sedangkan pada MD10000, AWB (Automatic White Balance)-nya sering stag pada warna biru saat mula dipakai. Cara mengatasinya : masuk ke mode manual, lalu set white balance-nya ke mode lampu pijar,lalu arahkan kamera ke benda yang berwarna merah atau kuning. Bila sudah normal, kembalikan setting ke AWB. Adapun pada kamera Sony yang canggih dengan penyimpan data hard disc atau MMC, hati-hati pada objek yang kurang cahaya. Gambar bisa berpasir (raster) dan warna akan pudar kehitaman. Jangan lupa waspadai juga cuaca dan suhu udara. Bila suhu terlalu dingin, MD10000 akan menghasilkan gambar yang berdenyut, sedangkan kamera Sony tadi, akan protect sehingga kamera tak dapat digunakan beberapa saat. On-kan kamera lalu bawa ke ruang yang lebih hangat. Jika memakai handycam, dekapkan alat perekam ini ke perut anda. Jika menggunakan kamera berpenyimpan data VHS, VHS mini, Mini DV atau DVD, selalu periksa hasil syuting lima menit pertama. Anda boleh ambil gambar acak sebelum adegan dimulai. Biasanya head atau drum atau pun lens writer-nya belum bekerja sempurna pada lima menit pertama, disebabkan adanya semacam selaput embun yang menutupi permukaannya. Jika menggunakan kamera bermedia penyimpan HD atau MMC, on-kan dulu satu menit, baru operasikan kamera. Jika anda on langsung take, maka biasanya gambar awal akan kurang fokus karena auto focus lens-nya masih belum melakukan penyesuaian. Jangan lupa untuk memeriksa kaca depan lensa, bersihkan dengan tissu lembut non perfumed jika ada kotoran atau selaput embun. Bersihkan dengan lembut agar aura biru penapis cahaya pada lensa itu tidak cepat aus. Bila anda benar-benar pemula, gunakan saja full auto setting. Tapi usahakan jangan mengambil gambar yang back light (sumber cahaya ada di belakang objek). Jika terpaksa mengambil gambar backlight, maka pindah ke mode manual dan setel pencahayaan hingga objek terlihat jelas, meskipun latar menjadi putih. Jika posisi sudah begini, usahakan agar mengambil gambar secara close up saja, jangan zoom out. Pada kamera ber-mini DV, anda boleh pakai setting SP atau LP. Hanya saja, jangan gunakan kaset bekas jika kaset anda adalah merk Panasonic buatan Cina yang harganya rp.16.000/pcs. Tapi jika pakai kaset merk Panasonic atau merk Sony yang original, yang harganya rp.26.000/pcs, maka kaset bisa dipakai ulang/ditimpa maksimal 2 kali. Kaset mini DV merk Panasonic maupun Sony yang asli, tandanya ia pakai baut logam, sedang yang palsu ia pakai baut (imitasi) plastik. Dengan kaset mini DV ini, satu jam durasi akan membangun data rerata sebesar 11 GB pada setting LP, dan 15 GB pada setting SP. Pada kamera ber HD atau MMC, setting kualitas gambar wajib pada kualitas HQ. Dengan kamera ini, satu jam durasi hanya membangun data rerata sebesar 4,2 GB (pada setting kualitas HQ). Sedang pada setting SP, data terkumpul hanya sekira 3,4 GB. Ini sudah dibawah kualitas gambar DVD normal (8000 bit rate, 4,5 GB/jam durasi).

10 Tips Teknik Dasar sebagai Kameramen

10 Tips Teknik Dasar sebagai Kameramen

Teknologi broadcasting
televisi nampaknya akan terus berkembang, era digital telah merubah segalanya.
Dengan kemajuan teknologi kini memungkinkan hampir semua kamera memiliki
kontrol otomatis, maka siapapun yang menggunakan kamera video akan sangat mudah
untuk mengoperasikannya.

Jadi mengapa seorang
calon kameraman harus memiliki pengetahuan tehnik kamera ? entah mulai dari
hal-hal terkecil yang mungkin tidak penting tapi angat fatal apabila tidak
mengikuti konsepan. Mengapa kita harus mempelajari teknik kamera dasar ? karena
kualitas gambar, artistik serta kordinasi antara editor harus sepaham.

Bagi kalian semua yang
ingin menjadi seorang kameramen profesional disini saya akan berbagi dan
memberikan 10 tips mengenai teknik kamera dasar bila sedang terjun liputan ke
lapangan.
Dalam sebuah tayangan
pemberitiaan lewat televisi , kualitas video lah yang akan menjadi kekuatan
utama dalam memberikan tayangan berita bagi para pemirsanya. Tidak sembarangan
dan tidak mudah untuk menjadi seorang kameramen.

Makannya bagi seorang
kameramen , minimal harus memahami teori dan menguasai teknik dasar dalam
pengambilan gambar. Ini dia 10 tips dasar bagi seorang  kameramen.

     1.     
Yang pertama yaitu, diskusikan dan
prediksikanlah terlebih dahulu hal yang tidak terduga yang akan terjadi tentang
apa yang akan kamu liput terlebih dahulu

      2.     
Merekamlah dengan selektif jangan ada
gambar mubazir atau goyang, dan jangan pernah ragu-ragu untuk mengambil sebuah
gambar adalah sebuah gambar yang dihasilkan oleh kameramen.

      3.     
Jika harus mengarahkan obyek jangan
mengarahkan sambil merekam. Tapi arahkan dulu lalu merekam. Bila perlu kamu
memberi contoh dulu baru rekamlah.

      4.     
rekamlah dalam berbagai sudut pandang
yaitu ada long shoot nya, full shot nya, medium shoot nya, detail shoot, juga variatif
angle. Dan ingat jangan mengulang gambar dengan obyek,  komposisi,  dan angle yang sama. Ini agar memudahkan
editor untuk selektif memilih videonya.

      5.     
Selalu gunakan tripod  bila ketika merekam subyek yang diam dan wawancara
subyek yang sedang duduk. Fungsinya agar subyek diam tidak goyang juga jangan
pernah ragu untuk mengambil gambar Extrem Close Up bila di butuhkan

      6.     
Jangan malas. Dekatilah obyek ketika
mengambil gambar bila diperlukan dan minimalis zoom in itu bisa membuat gambar
akan labil dan goyang. Karena seorang kameramen itu harus mobile kesana kemari.

      7.     
Rubahlah angle dan sudut pandangan
seindah mungkin. Jangan perlakukan kamera seperti mata kamu sendiri. Dan
intinya kameramen itu harus kreatif dalam segi memandang sekitar.

      8.     
Tebarlah pandangan kemanapun, jangan
lengah, waspadai setiap momen, serta Jadilah peramal dan prediksikan apa yang
akan terjadi nanti. Kameramen itu harus banyak akalnya ketika sedang dalam
peliputan.

      9.     
Buatlah oleh sendiri sedikit efek untuk
membuang kebosanan gambar, contohnya kaya mengganti Focus antar satu subyek ke
subyek yang lain atau Efek Background menjauh/mendekat dari subyek menggunakan
zoom in zoom out, pan kiri ke kanan atau sebaliknya dan lain lain sesuka hati
kalian saja

     10.   Cobalah
sesekali mengedit karena dengan begitu kamu akan tahu gambar apa yang mubazir
dan mana yang kamu butuhkan. Karena terkadang apa yang diharapkan oleh editor  itu  berbeda dengan apa yang di inginkan oleh
kameramen.
dan ada beberapa tambahan hal-hal kecil yang harus
di pahamai bagi seorang kameramen, yaitu pelajari pengoprasian kamera terutama
fungsinya. Berlatihlah sesering mungkin merekam suatu visual dalam sebuah
squence. Lalu Hafalkan dan pahami dasar – dasar fotografi termasuk angle
komposisi, ukuran shot dan berbagai istilah broadcasting.
Percayalah jika semua point-point di atas telah anda
kuasai , anda telah siap untuk terjun ke dunia pertelevisian.

Itulah beberapa tips dasar bagi kameramen buat yang
ingin menjadi kameramen.  walaupun masih
pemula  suatu saat  nanti apabila skill lebih sering di asah saya
jamin pasti akan jadi kameramen profesional.  Amieeennnn. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hayo Mau Ngopi ya?