Perlunya Perjanjian dalam Bisnis Kemitraan

Berbicara tentang konsep kemitraan, tentu saja melibatkan dua orang atau lebih
yang menjalin kesepakatan dalam sebuah ikatan perjanjian kerja sama.
Ketika dua orang atau lebih menjalin kerja sama terutama dalam bisnis
yang banyak berhubungan dengan keuangan, maka penting untuk mereka
menuangkan kesepakatan dalam perjanjian hitam di atas putih. 
 
Sebuah dokumen perjanjian yang nantinya
menjadi juklak bagi berlangsungnya kerja sama kemitraan. Sebuah
perjanjian kemitraan merupakan kontrak kesepakatan antara dua individu
atau perusahaan untuk masuk ke dalam hubungan bisnis. Tetapi perlu
digarisbawahi, bisnis yang dibangun oleh para pihak pastinya tidak
menutup kemungkinan akan munculnya problematika.
Tidak sedikit perusahaan baru yang
menggunakan sistem kemitraan mengabaikan kesepakatan formal tertulis
ini. Pengabaian tersebut biasanya dilandasi anggapan bahwa surat
perjanjian ini membuat rumit suatu proses kerja sama. Apalagi mereka
yang memandang usahanya masih dalam skala kecil, sehingga semua kerja
sama dilakukan dengan landasan hanya saling percaya saja. Karena itulah,
kesepakatan yang terjalin harus ditandatangani dalam surat perjanjian
yang jelas.
       Ada beberapa alasan mengapa pentingnya membuat surat perjanjian formal ini, diantaranya :
       1. Perjanjian Kemitraan Sebagai Dasar Kerja Sama Usaha
Setelah dua pihak sepakat untuk menjalin
kerja sama, maka keduanya memerlukan aturan dalam menjalankan kerja sama
tersebut. Adanya pembagian hak dan kewajiban yang jelas misalnya, tentu
akan menjadikan mitra bisa mendapatkan posisinya sesuai dengan hak dan
kewajiban yang dia miliki. Aturan itu juga berisi hal-hal yang bisa
membatalkan kerja sama, atau konsekuensi yang akan diterima mitra jika
melanggar perjanjian.
       2. Mengatasi Masalah yang Mungkin Terjadi
Bisnis yang dijalankan oleh dua orang tentu
akan menimbulkan banyak perbedaan pendapat. Isi kepala satu orang tidak
mungkin sama dengan isi kepala orang yang lainnya. Ketika perbedaan itu
terjadi tidak menutup kemungkinan terjadinya perselisihan yang akan
mempengaruhi pola kinerja kerja sama tersebut. Bahkan tidak menutup
kemungkinan masalah akan sampai ke meja hijau.
Maka dengan adanya surat perjanjian yang
telah ditandatangani akan menyelesaikna perbedaan yang terjadi hingga
tidak sampai menjadi perselisihan yang besar. Sebabnya adalah segala
perbedaan itu telah dirundingkan bersama dan telah disepakati dalam
surat perjanjian tersebut. Jadi perlu juga dicantumkan dalam perjanjian
mengenai apa yang harus dilakukan jika terjadi perbedaan pendapat dalam
menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka.
       3. Sebagai Bentuk profesionalisme Kerja Sama
Prinsip saling percaya dalam kemitraan
janganlah dijadikan alasan untuk tidak bersikap profesional dalam
bisnis. Surat perjanjian merupakan bentuk profesionalisme kerja karena
disanalah awal memulai suatu hubungan kemitraan. Dengan adanya surat
perjanjian, maka kedua pihak mitra harus bisa bekerja sesuai dengan
wewenang dan tugas yang telah disepakati dalam surat perjanjian
tersebut.
       4. Menyamakan Persepsi
Isi dalam surat perjanjian harus dipahami
oleh semua pihak, kemudian melakukan diskusi untuk menyamakan kembali
persepsi dan kesepakatan yang akan diperjanjikan. Isi dokumen dalam
surat perjanjian dan setiap perubahan yang terjadi harus secara resmi
diketahui, disetujui, dan ditandatangani oleh semua pihak dalam
kemitraan tersebut.
Semoga paparan diatas dapat memberikan inspirasi. Selamat Berbisnis!!

Berikan Ulasan Di sini