Maksud Pengertian atau Arti Definisi dari Interlace dan de-Interlace

Apa itu interlace? Agak rumit untuk dijelaskan, tetapi secara mudah diterangkan sebagai : 2 gambar yang bertumpuk menjadi 1 di dalam 1 bingkai (frame). Sistem ini diciptakan untuk menghilangkan efek berkedipnya televisi CRT (Catode Ray Tube) karena pergerakan garis horizontal televisi yang sudah dijelaskan diatas:
“proyeksi cahaya pada pesawat televisi CRT (Catode Ray Tube) bekerja secara menggaris horizontal, cahaya tidak di ‘semprot’ seperti proyektor pada layar bioskop (sistem penyemprotan seperti ini dikenal dengan istilah Progressive). Jika diperlambat 1/10.000 detik, maka akan tampak bahwa televisi hanya memberi titik-titik yang muncul bergantian secara horizontal dari pojok kiri atas televisi hingga memenuhi seluruh layar. Banyaknya garis horizontal yang harus di jalani oleh titik sinar katoda pada televisi sistem PAL berjumlah 625 garis selama 1/50 detik, dan pada sistim NTSC berjumlah 525 garis selama selama 1/60 detik”
Maka, sejak sebelum awal televisi diluncurkan di tahun 1936, pada tahun 1934 Randall C. Ballard menemukan sistem interlace yang berpengaruh mengurangi kadar kedipan pada layar televisi CRT. Disisi lain, interlace menjadikan gerakan pada gambar menjadi lebih halus. Cara menyinarinyapun tidak langsung dari garis (line) ke 1, lalu ke 2, lalu ke 3, 4 dan seterusnya, tetapi angka ganjil bertemu ganjil (1, 3, 5, 7 dst), setelah penuh sampai garis terbawah, mengulang kembali mulai angka genap ke angka genap (2, 4, 6, 8, dst). Khusus untuk sistem PAL dimulai dari angka genap terlebih dahulu dalam setiap framenya (1/25 detik).
Sistem Interlace yang digunakan pada televisi
Gambar 1.1. Garis-garis (Lines) interlace pada Televisi
Untuk memenuhi tuntutan televisi, akhirnya videopun menyesuaikan diri. Ia membuat gambar berinterlace pada setiap framenya. Maka, pada video tercipta 50 gambar di setiap detiknya dalam 25 bingkai (untuk PAL, disebut dengan 50i), dan 60 gambar di setiap detiknya dalam 30 bingkai (untuk NTSC, disebut dengan 60i). Alhasil gambar yang dihasilkan video tampak lebih halus ketimbang film-film yang kita tonton di bioskop dimana hanya memiliki 24fps, dan cahaya memproyeksikan gambar ke layar dengan sistim penyemprotan cahaya (progressive). Sistem seperti film bioskop disebut sistem 24p pada video. Gambar video yang berinterlace jika diambil salah satu bingkainya akan tampak seperti gambar dibawah ini
Interlace @ Moko
Gambar 1.2. Gambar Video berinterlace – garis-garis interlace akan terlihat pada saat
gambar bergerak di tangkap menjadi sebuah images.
Maka dari itu, untuk memproses sebuah video, dibutuhkan ketelitian, terutama pada saat memotong gambar yang bergerak. Pada saat gambar bergerak kita bekukan (Pause), maka gambar akan tampak bergetar. Hal itu disebabkan karena kedua interlace tetap terbaca. Interlace juga akan terlihat jika gambar video di-grabb atau ditangkap salah satu gambarnya saja dan akan terlihat seperti gambar di atas.
Interlace adalah suatu hal yang sering menjadi masalah pada saat proses pascaproduksi video, terutama dalam sistem editing digital. Sistem televisi dan sistem editing memiliki berbagai jenis cara membaca. Ada yang dari hitungan ganjil dahulu (diistilahkan upper/top field first) atau dari genap dahulu (diistilakan lower/bottom field first). Jika terbalik, maka gambar yang muncul di layar televisi akan tampak bergetar. Untuk format DV-PAL, umumnya menggunakan field lower/bottom field first.
Mbaca Interlace
Gambar 1.2. ilustrasi field pada interlace – Jika proses membaca interlace dimulai dari angka 1, 3, 5, 7, dst terlebih dahulu, maka disebut “Upper field first”, dan jika dimulai dari angka 2, 4, 6, 8, dst disebut “Lower Field First”.

Gambar 1.2b. Animasi yang mengilustrasikan cara kerja interlace pada televisi. Pada televisi PAL, pekerjaan seperti itu terjadi 25 kali dalam 1 detik.
Sistem penyemprotan gambar sempurna (progressive) dalam bidang pertelevisian saat ini mulai dikembangkan seiring dengan munculnya televisi LCD (Liquid Crystal Device) atau Plasma TV yang memiliki sifat progressive. Pengembangan inipun dilakukan karena tuntutan konsumen yang ingin melihat kualitas film seluloid di layar televisi.
Progressive Scan
Gambar 1.3. Gambar Video Progressive – Gambar menjadi lebih halus dan
Tidak terbaca bergaris-garis walau pada gerakan.

Sumber: Tentang Video

No comments

Powered by Blogger.