Tahap-tahap Editing Video Peran dan Tanggung Jawabnya

Proses Kerja Editor

Proses Kerja Editor
Editing berarti mengatur gambar yang di pilih dalam urutan tertentu. Memilih juga berarti membuang. (Van Der Valk;1991)

Pasca produksi
Proses editing diawali dengan melakukan logging kemudian selection shot, digitizing, assembly, rough cut / offline editing , fine cut / online editing dan terakhir trimming
A.    Screening rushes
Setelah menerima hasil shooting, terlebih dahulu melakukan preview untuk melihat gambar yang nantinya akan diambil. Sehingga sudah ada bayangan yang akan dipakai. Saat screening rushes, treatment yang sudah dibuat sebelumnya mengalami perubahan total. Walaupun terjadi perubahan dalam treatment, tema dari program itu tetap dipertahankan.
B.    Breakdown shot
Pada tahap ini saya me-logging materi dengan mencatat time code in/out tiap shot dari semua materi yang ada. Dari data logging ini akan dapat digunakan untuk mempermudah guna mencari shot yang akan dipakai dan juga untuk mempermudah meng-capture materi.
C.    Slection of shot
Setelah me-logging semua materi, tahap selanjutnya adalah memilih shot yang sesuai dengan treatment yang sudah ada (baru). Kemudian me-capture semua hasil yang diseleksi kedalam computer yang disebut digitizing.
D.   Assembly
Didalam proses ini saya menyusun shot yang telah sesuai dengan treatment dan naskahnya.
E.    Rough Cut
Rough cut adalah pemotongan gambar yang masih secara kasar dan belum ada optical effect yang masuk. 
Dari tahap screening rushes sampai rough cut merupakan proses editing offline.
F.    Fine Cut
Pada hap ini saya sudah memulai memperhalus shot-shot yang masih kasar dengan memotong atau menambah beberapa freme dari tiap shotnya. Serta memasukan narasi yang sebelumnya sudah di record.
G.   Trimming
Di tahap ini saya hanya memperhalus hasil dari fine cut agar terjadi kesatuan yang utuh proporsional. Serta menambahkan optical effect jika diperlukan.
Dari  tahap fine cut sampai trimming merupakan proses editing online.
H.   Final Cut
Pada tahap ini saya selain memasukan title dan credit title juga harus men-synchronizing audio serta ilustrasi musik maupun audio effect. Setelah tahap ini semua struktur maupun durasi menjadi jelas.
Tahap ini disebut juga proses mixing.
      
Peran dan Janggung Jawab Editor
Editor adalah orang yang paling akhir dari seluruh kerja produksi dimana pekerjaannya mengkolaborasikan unsure kreatif sehingga dapat memberi sentuhan seni pada hasil akhir film.
Dalam pasca produksi peran editor sangatlah penting. Tugas editor dari awal pasca produksi sampai akhir pasca produksi meliputi editing offline, editing online, dan mixing. Selain terlibat dalam pasca produksi, editor jaga terlibat dalam proses praproduksi dan produksi. Tugas dan kewajiban editor antara lain:
A.            Tahap persiapan produksi [praproduksi & produksi]
Menganalisa naskah dan berkonsultasi dengan sutradara untuk mencapai penyesuaian penafsiran atas naskah dan prinsip-prinsip dasar mengenai editing.
B.             Tahap post produksi
1.     Memilih shot OK, NG dan Choose sesuai dengan catatan shooting report.
2.    Melakukan penyuntingan dan pemanduan pendahuluan untuk mendapatkan penyesuaian kongkrit atas konsep dasar editing yang diinginkan bersama.
3.     Menyiapkan bahan gambar yang siap digunakan untuk pengisian suara (narator).
4.     Menyusun gambar yang memerlukan effect suara lengkap dengan penjelasan mengenai macam gambar dan time code.
5.     Menyusun daftar jalur suara (cue sheet) lengkap dengan panjangnya yang digunakan untuk pedoman mixing.
6.     Memberi tanda pada gambar yang perlu untuk diberikan optical effect.
7.     Berkonsultasi dengan sutradara dan penata suara mengenai konsep editing suara.
8.     Mendapat persetujuan atas hasil editing akhir lengkap berikut suara.

TAHAP-TAHAP EDITING VIDEO

1. Logging
    Mencatat dan memilih gambar yang kita pilih berdasarkan time code yang ada dalam masing-masing kaset berdasarkan script continuity report (catatan time code)
2. Capturing
    Proses pemilihan (transfer) gambar yang terdapat dalam kaset video (tape) kedalam komputer.
 3. Offline Editing
     Proses pemilihan (selection) dan penyusunan shot (juxta position) sesuai dengan susunan skenario tanpa menerapkan efek-efek tertentu
4.  Online Editing
     Proses penambahan efek-efek tertentu seperti efek transisi, efek warna, efek gerak, caption, dan efek-efek lainnya sesuai dengan kebutuhan cerita
5.  Sound Scoring
     Proses pemilihan materi audio seperti ilustrasi musik, atmosfir, dan sound effect sesuai dengan kebutuhan cerita
6.  Mixing
     Proses pencampuran dan pengaturan materi audio mulai dari pengaturan level suara hingga pengaturan filler ilustrasi musik untuk menekankan kondisi emosi tertentu
7. Rendering
    Proses penyatuan seluruh format file yang ada dalam timeline menjadi satu kesatuan yang utuh
8. Eksport
    Proses pemilihan (transfer) hasil penyuntingan kedalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seperti VCD, DVD, mauoun kaset video (tape)

No comments

Powered by Blogger.