Tips Cara Membuat Film Pendek Berkualitas


Tips Cara Membuat Film Pendek Berkualitas
Keberadaan film kini semakin
disukai oleh sebagian besar orang, tak terkecuali kecintaan pada film
pendek yang biasa juga disebut short movie, keberadaanya seakan
menjadi angin segar didunia perfilman terutama untuk orang-orang pemula
di industri ini. Berbagai teknik, aplikasi dan alat untuk membuat film
pendek pun semakin simple sehingga menjadi sesuatu yang dapat dikerjakan dengan budget yang besar.


Dengan adanya kesempatan ini biasanya para sineas muda menjadikan short movies sebagai debute
dari karya orisinilnya, Selain memiliki keahlian, membuat film pendek
juga perlu beberapa metode agar film pendek kita menarik perhatian
penonton. Berikut ini beberapa cara dan tips dalam membuat film pendek.
  1. Siapkan Ide yang menyenangkan dan original



Ide yang original memang tidak mudah
didapatkan, tapi ini adalah cara yang paling mudah untuk menghindari
plagiat dari karya orang lain. Cobalah untuk mencari referensi fenomena
dan trend dimasyarakat yang tengah berkembang. Jika ide yang
kita miliki original, kita akan memiliki sudut, gaya, serta teknik yang
berbeda dari film pendek yang pernah ada. Kita bisa mencoba untuk
menemukan inspirasi dalam pengalaman kita sendiri atau orang-orang yang
kita temui, atau bahkan berdasarkan imajinasi kita sendiri.

Sebelum semuanya dimulai, maka selayaknya
kita bertanya pada diri sendiri apakah semua orang pasti menonton film
yang akan kita buat. Tentu sangat mustahil, Artinya tidak semua orang
akan menonton film kita. Sebelum menulis skenarionya, mari tanyakan
kepada diri sendiri terlebih dahulu, mengapa orang harus menonton film
yang akan kita buat, lalu buat satu segmentasi penonton yang akan
menjadi target dari penonton film yang kita buat.
  1. Script Cerita yang Kuat
Jalan cerita yang baik terlahir dari naskah
yang baik pula, naskah atau script yang baik adalah bibit utama film
pendek berbasis narasi yang dapat dikembangkan melalui karakter-karakter
yang akan memainkan film ini. Jalan cerita yang kuat tentu saja akan
menjadi nyawa tersendiri dari film yang akan dibuat. Sebelum melakukan
penggarapan berupa perencanaan keuangan, dan syuting sebaiknya script
harus disiapkan secara matang terlebih dahulu agar film yang akan dibuat
tidak akan mengecewakan. Dari hal itu banyak para sineas yang
menghabiskan waktu sampai berbulan lamanya untuk melakukan proses
reading untuk menghasilkan karakter yang cocok dengan naskah yang akan
dimainkanya.
  1. Buat Alur Cerita Kasar
Tentukan siapa saja yang mau diangkat
sebagai tokoh dalam film. Biasanya, dari hasil riset di lapangan, kita
bisa mendapatkan sebuah ide yang lebih spesifik dan menarik untuk
diangkat dari ide awal kita di rumah. Misalnya, “Keseharian penjaga
rumah tahanan”. Kemudian, buatlah alur cerita kasar dari ide tersebut.
Misalnya, tugas-tugas dari penjaga rutan dan apa saja hal menarik yang
terjadi dalam kehiduanya sehari-hari berkaitan dengan profesinya.
  1. Buatlah Sinopsis
Cerita singkat tentang seperti apa film
yang kita buat ini, minimal kita harus mempersiapkan tokoh utama,
setting, konflik dalam film dan twisted dari film yang akan kita buat.
Dari sinopsis kita bisa menentukan siapa saja yang harus kita wawancara,
daftar pertanyaan untuk setiap wawancara, dan daftar gambar-gambar
(footage) yang dibutuhkan di luar wawancara untuk para pemeran yang
sesuai dengan karakter dalam film.
  1. Riset awal
Sebelum melakukan berbagai kegiatan prosesi
syuting terlebih dahulu kita cari tahu dulu tentang latar belakang film
yang ingin kita buat. Kalau serius, riset ini harusnya sangat detail,
tetapi kalau mau sederhana, kita bisa saja browsing dulu di internet
atau bertanya kepada teman atau orang yang sudah mengalaminya. Kita
catat data-data yang kita dapat tadi sebagai bahan referensi. lalu
kemudian dari data tersebut menjadi bahan riset yang diramu sedemikian
rupa menjadi cikal bakal film yang akan dibuat.
  1. Siapkan Peralatan
Perlengkapan yang diperlukan adalah
handycam atau kamera video apa pun beserta baterai dan charger, jika
mempunyai peralatan yang lebih canggih untuk mendukung kulaitas film
maka akan lebih baik. Jangan lupa bawa juga mikrofon tambahan dan kabel
ekstensinya, tripod, dan yang paling penting, kaset-kaset kosong. Film
pendek yang baik sebenarnya tidak berdasarkan peralatan mewah yang
digunakan tetapi seberapa serius project ini dibuat.

Sponsors Link

  1. Riset Lapangan
Waktu sampai di tempat tujuan, kita harus
melakukan riset lebih dalam dari riset awal yang sudah kita lakukan di
rumah. Cocokkan data yang didapat saat riset awal dengan keadaan di
lapangan. Apakah riset awal cocok dengan keadaan sebenarnya, hal ini
akan sangat penting untuk merealisasikan film yang akan dibuat. Caranya
bisa melalui jalan, ngobrol, dan nongkrong,  Santai dan berusaha akrab
dengan lingkungan yang akan kita filmkan.
  1. Mencari Aktor dengan kemampuan Akting yang Baik
Besar kemungkinan film pendek dibintangi
oleh aktor/aktris yang tidak professional (amatir). Apalagi mereka
(mungkin) tidak dibayar karena ikut project ini berdasarkan sukarela
membantu teman.Tapi untuk memilih karakter-karakter pemain yang sesuai,
wajib melakukan pemilihan peran (casting). Jangan memilih orang
sembarangan apalagi casting baru akan lakukan beberapa saat menjelang
shooting
Kecuali kalau kita punya teman aktor
terkenal atau punya bakat akting yang luar biasa, kita nggak usah susah
mencari talent yang akan membuat kantong bolong.  Aktor yang nggak
memiliki akting yang baik dapat membuat penonton cepat bosan ketika
menonton film yang kita buat.
  1. Crew yang baik
Tak hanya pemain, untuk pemilihan crew juga
sangat menentukan film pendek kita akan berjalan dengan lancar. Kita
perlu crew yang bisa diajak kerjasama yang baik dan bisa diajak sengsara
bersama, membuat film mungkin akan memerlukan waktu lama sehingga
membuat sebagian orang akan merasa bosan saat berada dalam proses ini.
Jadi, kita harus memilih betul orang-orang yang satu tim dengan kita
apakah bisa diandalkan atau tidak.
  1. Biaya
Ketika kita sudah memiliki barang-barang
pendukung untuk membuat sebuah film, hal terpenting lainnya yang harus
kita perhatikan adalah masalah biaya. Pembuatan film digital memiliki
proses lebih mudah diakses dan memiliki besar kemungkinan terjangkau,
jadi kita bisa menekan biaya yang keluar dari pembuatan film pendek.
Manfaatkan teknologi gratis seperti YouTube untuk memperkenalkan film
kita buat ke masa yang lebih luas.
  1. Syuting atau Pengambilan Gambar
Dari hasil riset, kita sudah tahu di mana
saja dan kapan saja orang-orangyang ingin kita ajak syuting. Jika
kebetulan film pendeknya bertema dokumenter Ada beberapa hal yang mesti
diperhatikan untuk pengambilan sebuah gambar. Yang pertama, datangi dan
minta izin mereka untuk melakukan wawancara. Ingat, jangan sekali-kali
merekam wawancara tanpa izin! Tidak etis dan bisa bikin mereka tidak
suka.


Kedua, jangan lupa menggunakan mikrofon tambahan ketika melakukan
wawancara, apalagi kalau kita berada di tengah keramaian. Ketiga,
gunakan daftar pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya sebagai acuan,
tetapi jangan terlalu kaku, kita boleh bertanya hal-hal lain di luar
daftar tersebut.

Keempat, buat suasana wawancara sesantai
mungkin, bertanyalah seperti kita sedang mengobrol biasa. Sebab,
keberadaan kamera video bisa membuat orang gugup, jaim, dan tidak bisa
menjawab jujur.

Kelima, gunakan tripod bila wawancara
berlangsung cukup lama dan tidak dilakukan sambil bergerak. Keenam,
Selesaikan semua wawancara dari daftar orang yang sudah kita buat.
Setelah itu rekam semua gambar yangsudah kita tulis dalam daftar footage
kita. Kalau kita masih punya waktu dankaset cadangan, kita boleh kok
merekam gambar-gambar tambahan lainyang mungkin nanti bisa berguna saat
tahap editing.
Ketujuh, setelah semua selesai direkam.
Periksa lagi semua daftar yang kita punya. Baca lagi sinopsis awal kita.
Apa semua sudah cukup. Jangan sampai ada yang terlupa.
  1. Buat Alur Cerita Final
Sesuaikan hasil catatan dengan hasil
wawancara yang sudah kita buat. Masih sesuaikah? Harus diubahkah? Ke
arah mana harus dikembangkan. Hal ini sangat mungkin terjadi karena
hasil wawancara bisa banget menghasilkan data-data yang lebih banyak dan
mungkin berbeda dari apayang sudah kita siapkan sebelumnya. Enggak
masalah kok. Perbaiki danbuat sinopsis baru yang bisa disusun dari hasil
rekaman yang sudah kita tonton berulang kali.
Setelah selesai, barulah sinopsis final ini bisa jadi panduan untuk mulai mengedit.
  1. Mengedit film
Mulai capture hasil rekaman yang sudah kita
pilih sebelumnya ke dalam komputer menggunakan program editing yang
biasa kita pakai. Setelah itu susun film kita berdasarkan sinopsis final
yang sudah kita buat sebelumnya.
Masukkan footage-footage yang kita sudah
rekam. Buat alur semenarik mungkin, jangan terlalu banyak wawancara yang
bisa membosankan. Idealnya, panjang film 8-12 menit.
  1. Musik atau soundtrack
Tambahkan musik latar yang sesuai, jangan
pakai musik orang sembarangan. Sebisa mungkin buat musik sendiri atau
minta teman yang pandai membuat musik untuk membuatkan music untuk film
ini.
  1. Buat lebih pendek
Setelah semua rampung, kita bisa
memperkenalkan film kita ke khalayak luas. Buatlah teaser filmmu dalam
waktu kurang dari 15 menit untuk di unggah ke Instagram atau sosmed
lainya. Dengan ini, kita akan membuat penasaran followers kita.
Psstt…jangan lupa untuk meminta teman lainnya untuk ikut mempostingnya
ya.
  1. Terakhir, koreksi warna atau “color correction”
Masukkan opening title (pilih judul yang
catchy dan bisa menggambarkan keseluruhan film), tambahkan credit title,
mixing suara, wrap! Jadikan DVD biar bisa ditonton beramai-ramai.

BACA JUGA:   Apa Maksudnya Grup Whatsapp Group Revoked/Dicopot?

Berikan Ulasan Di sini