MindaFilm.com

Best Thriller Movies

Kelebihan dan Kekurangan Kelemahan Dji Spark Combo vs Standard

5 min read
DJI baru-baru ini menarik perhatian dengan merilis drone mungil yang
dinamai Spark. Menjadi drone besutannya yang paling kecil dan ditujukan
untuk selfie, fans DJI tentunya bertanya-tanya seberapa worth it dibanding seri lainnya.

Salah satu yang kerap dibandingkan adalah dengan Mavic Pro.

Wah, apakah perbandingannya tidak bagaikan langit dan bumi?

Well, banyak yang membuat review Spark dibandingkan dengan Mavic Pro
bukan tanpa alasan. Mungkin dari jadwal release yang beredekatan, atau
bentuk yang relatif kembar, dan ukuran yang sama-sama kecil. Di luar
semua itu, meski terkesan remeh, Spark rupanya memiliki performa
mirip-mirip dengan Mavic Pro yang harganya jauh lebih mahal.

Perbandingan mencolok pertama tentunya adalah harga. Spark dibanderol
USD 499 sedangkan Mavic Pro USD 999. Tentunya ada harga, ada rupa kan?

Bodi Spark vs Mavic Pro

Kedua, bentuk Spark yang merupakan versi mini Mavic Pro. Spark
berbobot 300 gram sedangkan Mavic dua kali lipatnya. Spark memiliki
bentang diagonal 170mm sedangkan Mavic juga dua kali lipatnya yaitu
335mm.

Meski mirip saat dibentangkan namun Spark berbeda dengan Mavic Pro
saat dilipat. Digadang-gadang compact, toh bodi Spark saat dilipat
tidaklah praktis. Tonjolan keempat baling-balingnya membuat was-was saat
menaruhnya di tas atau kantong. Berbeda dengan Mavic yang benar-benar
berbentuk kotak saat dilipat sehingga aman dimasukkan tas.

Keuntungan bodi mungil Spark

Meski bikin was-was saat dibawa, DJI Spark memiliki sisi plus dari
bodinya yang mungil itu. Jika Mavic Pro mencolok dengan ukurannya yang
besar maka Spark lebih simpel. Spark cocok untuk anda yang ingin
menerbangkan drone di tempat sempit atau tidak mengganggu atau menarik
perhatian orang lain.

Kamera

Membeli drone bisa dibilang membeli kameranya. Meski ditujukan untuk
selfie yang praktis, kamera yang dimiliki Spark tidaklah buruk. Bahkan
bisa dibilang mampu bersaing dengan kamera Mavic Pro.

Kualitas kamera Spark sudah 12MP sedangkan Mavic Pro dibekali
kualitas yang lebih-lebih dikit yakni 12.35MP. Nah, yang bikin takjub
adalah meskipun Spark ditujukan untuk kalangan umum, Si Mungil sudah
memiliki ukuran sensor yang sama dengan DJI Mavic yang notabene untuk
profesional, yakni 1/2.3″ (CMOS).

ProUntuk perekaman video, Spark bisa merekam kualitas 1080P dengan
kecepatan 24 Mbps. Tentunya ini lumayan lah dibanding Mavic Pro yang
bisa merekam 4K dengan kecepatan 60 Mbps meski sama-sama 30 fps.

Kualitas rekaman video

Ada harga, ada rupa tampaknya terlihat saat merekam video. Meski
gerakannya sama-sama smooth, keduanya memiliki perbedaan mencolok sesuai
dengan kualitas yang dibawanya. Mavic Pro tentunya jauh lebih tajam,
detil dan memiliki warna yang lebih hidup dibanding Spark.

Seperti yang dapat dilihat pada foto capture di bawah ini.  Gambar
yang ditangkap Mavic Pro masih memperlihatkan detil, sedangkan Spark
tampak lebih dominan shadow-nya. Spark tidak terlalu mengesankan untuk
perekaman di low light yang menjadi andalan Mavic Pro.

Tapi jangan lantas memberikan nilai minus pada Spark, karena dia memiliki keunggulan di sisi menjepret foto lho!

Kualitas jepretan foto Spark vs Mavic Pro

Bagaimanapun Spark adalah drone baru yang tentunya dibenami teknologi
yang tak dimiliki drone DJI lainnya. Keunggulan itu ada pada fitur
ShallowFocus. Dengan mode tersebut, anda bisa menghasilkan foto bokeh
alias foto dengan depth of field sempit (seperti mode portrait pada
iPhone).

Selain itu juga ada 2 mode Pano yang baru untuk mengambil foto
panorama secara otomatis. Mode pertama untuk menjepretnya secara
vertical sedangkan satunya lagi untuk horizontal. Menariknya, mode
tersebut bisa digunakan bersamaan dalam format grid untuk membuat foto
panorama yang lebih luas dan detil.

Meski begitu bukan berarti Mavic Pro payah lho urusan memotret!

Sebagai drone untuk professional, Mavic Pro jelas lebih unggul dari
segi output pemotretan. Dengan kualitas 12.35MP dan lensa f /2.2 setara
35mm dan shutter speed mulai dari 8 seconds hingga 1/8000s yang tentunya
memuaskan para professional.

Sedangkan hasil jepretan Spark “hanya” 12MP dalam format JPEG.
Sementara Mavic Pro bisa menjepret dalam format JPEG dan DNG. Jenis
format yang biasa digunakan professional untuk menghasilkan foto lebih
detil.

DJI Spark tanpa remote control

Menerbangkan drone tanpa remote control rasanya kurang afdol, tapi
begitulah DJI Spark. Anda cukup menekan tombol power untuk
menerbangkannya dengan mengarahkannya dulu ke wajah Anda sebelum
terbang. Anda juga tinggal menggunakan anggota tubuh untuk menggerakkan
Spark. Bahkan untuk menjepret pun hanya butuh lambaian tangan Anda.

Inilah yang tidak ada pada Mavic Pro. Meski bisa jadi bakal
diaplikasikan pada Mavic Pro 2 di masa mendatang jika berhasil dengan
baik di Spark.

Keunggulan Mavic Pro

Sudah mengulik tentang Spark, lalu apa keunggulan Mavic Pro dibandingkan adik kecilnya itu?

Patut dicatat, Mavic Pro ditujukan untuk orang yang serius di bidang
fotografi dan videografi tapi tidak berpengalaman dengan drone. Ini
berbeda dengan Spark yang menjadi drone entry-level alias bisa jadi
tester menjajal DJI yang tersohor dengan harga ramah di kantong.

Jangkauan lebih luas dan controller yang lebih baik

Spark sebenarnya juga punya remote control yang dapat dibeli dengan
harga paket. Controllernya mirip-mirip dengan milik Mavic Pro tapi
perbedaan mencolok adalah keberadaan Ocusync.

Remote Control DJI Spark

Ocusync adalah teknologi komunikasi yang hanya
disematkan pada drone kelas premium DJI. Tentunya Mavic Pro memiliki
Ocusync. Dengan fitur tersebut, penerbang bisa melakukan komunikasi
wireless memakai DJI Goggles, memberikan kontrol maksimal, range-nya
jadi lebih luas, lantensi lebih rendah dan opsi tambahan lainnya seperti
streaming video 1080p.

Remote control Mavic juga memiliki LCD terang yang
menampilkan semua informasi kritis penerbangan seperti kecepatan,
altitude, jarak dari rumah, baterai dan lain sebagainya.

Remote Control DJI Mavic Pro

Fitur menghindari rintangan yang lebih baik

Sama-sama diberi fitur obstacle avoidance, Mavic Pro tentunya
dibekali yang lebih mumpuni karena kemampuan terbangnya lebih baik.
Mavic Pro menggunakan dua kamera RGB yang menyuplai peta halang rintang
dengan resolusi lebih tinggi. Sehinga halangan kecil di jarak jauh pun
bisa terdeteksi.

Sedangkan Spark dibekali fitur obstacle avoidance dengan sensor
berbeda yaitu hanya infrared yang mendeteksi halang rintang dalam
resolusi rendah.

Terbang lebih lama dan cepat

Salah satu alasan membeli drone tentunya mempertimbangkan durasi terbangnya bukan?

Untuk urusan itu, Mavic Pro tentu jawaranya dibanding Spark. Dengan
durasi terbang 27 menit, penerbang Mavic bisa dengan leluasa nge-shot
lebih banyak dan bisa berkreasi. Sedangkan Spark hanya bisa terbang 16
menit.

Bahkan dengan ukuran Mavic yang compact, bisa terbang dengan
kecepatan 40 Mph dalam Sport mode. Dengan fitur obstacle avoidance-nya,
Mavic juga masih bisa ngebut dengan kecepatan 22Mph lho!

DJI Spark vs Mavic Pro, mana yang sebaiknya dibeli?

Keputusan untuk membeli yang mana, tentunya itu kembali pada kebutuhan dan apa yang anda harapkan dari drone tersebut.

Spark memang unggul di kepraktisan dan kemudahan (mungkin juga harga)
penggunaan, namun bukan berarti Mavic sulit. Sebagai drone untuk
professional, Mavic termasuk mudah penggunaannya dengan interface yang
membantu dan remote control-nya.

Mau pilih yang mana?

Ya tinggal cari yang buat main-main atau profesional? Gitu aja, hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hayo Mau Ngopi ya?