Teknik Cara Profesional di Lokasi Shooting Pernikahan

Thursday, July 19, 2018 : 3:40 PM

0 komentar

Tehnik Syuting Acara Pesta Pernikahan secara Profesional

Di sini kami tuliskan tahapan-tahapan syuting acara pesta, khususnya bagi pemula yang masih awam soal ini.

Penulis sendiri telah berkecimpung di bidang ini selama lebih dari lima tahun, dan berniat berbagi pengalaman dengan para peminat.
Tahapan-tahapan itu adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan.
 Siapkan alat yang diperlukan, seperti kamera syuting, tripot, kabel, lampu sorot, charger, batere cadangan, bola lampu cadangan, kaset ( bila pakai kamera dengan media penyimpan data berupa VHS/ HI 8 atau Mini DV ), disk DVD ( bila pakai DVD camcorder), pembersih lensa, kaset pembersih head, dan lainnya yang dianggap perlu. Kemas semua peralatan dalam tas yang tahan air dan lindungi dari benturan/hentakan saat anda dalam perjalanan.


     2. Kamera Syuting.
     Kenali kamera anda. Ajak seorang teman dan syuting ia di tempat yang berbeda tingkat kegelapannya, misalnya di bawah terik matahari, di bayang-bayang pohon, di dalam ruangan bercahaya cukup, di tempat yang agak gelap dan di bawah teratak/tenda ketika matahari terik, dan ambil video dari berbagai sudut.

Jangan percaya begitu saja pada layar monitor kamera anda, karenanya, masukkan ke Ulead Video Editor dulu, lalu lihat hasilnya. Beberapa kamera layar monitornya (dalam setelan default), lebih terang dari hasil editing, sehingga hasil menjadi gelap. Karena itu, setelan paparan ( exposure ) set ke manual, dan set lah terlebih dahulu setiap akan syuting satu scene. Setelan auto exposure, atau lilin ( candle), kurang dapat dipercaya.

     Untuk kamera Panasonic MD 10000, layarnya dapat dipercaya, tetapi Sony handycam Hard Disc, hasil jauh lebih gelap daripada pantauan di layar. Sedangkan pada kamera Panasonic HI 8, latar syuting biasanya akan menjadi gelap dan blur, sehingga setting yang terbaik harus diterapkan sebelum mengambil rekaman video. Adapun handycam JVC yang Mini DV, hati-hati saat mensyut objek yang berwarna mencolok, karena default setting kamera ini adalah vivid. Tetapi akan sangat indah bila merekam video tumbuhan atau bunga. Kebalikannya adalah Sony handycam Mini DV, yang pada default settingnya cenderung meredam warna. Kamera ini juga tidak bisa merekam objek yang kurang cahaya, karena nanti hasilnya akan blur dan kasar serta berbintik-bintik ( noise). Selain itu, hati-hati bila terpaksa harus mengambil video saat objek membelakangi matahari (back light).

Objek akan terlihat gelap sementara latar sudah terlalu terang. Karenanya, objek begini wajib disyuting pakai lampu sorot, walaupun pada siang hari.

     Tips : jika kamera anda pakai VHS, HI 8 atau mini DV, play kan dulu 2 menit kaset kosong itu sebelum anda mulai syuting. Lalu balikkan ( reverse ) kembali. Gunanya untuk "memanaskan" kepala (head/drum), sebab bila tidak, biasanya video akan cacat pada awalnya. Begitu pula saat cuaca dingin atau lembab, lakukan hal serupa bila kamera sudah off lebih dari 2 jam. Bila anda pakai kamera hard disc, hati-hati dengan kelebihan buffer. Jangan pernah menyimpan hasil syuting di kamera, kemudian kamera dibawa syuting acara lain. Sebab, bila kamera kelebihan buffer, ia stag ( macet total ) dan minta format ulang, Bila diformat ulang, semua data akan hilang. Saya sarankan anda untuk memformat ulang kamera hard disc setiap 20 jam syuting, untuk mencegah ia kelebihan buffer saat kita sedang syuting. Memformat ulang kamera syuting hard disc adalah dengan menekan tombol yang terlindung dengan mata pulpen. Letak tombol biasanya di depan layar saat layar dalam posisi tertutup. (baca buku petunjuk).

     Tips lain : jangan pernah capture ke komputer hasil rekaman dengan kamera MD 10000, tetapi pakailah handycam. Head kamera ini cukup rentan dan biaya servisnya sangat mahal, di atas 1 juta rupiah. Selain itu, jangan coba-coba syuting pakai kaset bekas, walaupun pabrikan masih merekomendasikan bisa pakai ulang kaset hingga 3 kali. Kaset yang sudah pernah dipakai, permukaan pitanya akan menjadi agak kasar, sehingga mempercepat keausan head. Saat ini banyak beredar kaset dengan merk terkenal tetapi mutunya kurang bagus dan cenderung merusak head. Kaset yang asli, tandanya adalah ia memakai baut logam untuk menyatukan belahan body kaset, sedangkan yang kurang bagus, cuma pakai baut plastik imitasi. Untuk kaset mini DV (DVC) saya sarankan pakai merk Sony, karena yang merk Panasonic sudah jarang yang asli buatan Jepang, kebanyakan buatan Cina. Memang selisih harga cukup besar, tetapi untuk jangka panjang, pakai kaset asli jauh lebih baik. Sedangkan untuk kaset VHS, periksalah kaset yang anda beli, karena kadang pitanya sudah jamuran, akibat terlalu lama dalam stok di toko.

     Menggunakan kamera panggul adalah lebih mudah daripada pakai handycam, karena kamera panggul lebih stabil. Karenanya, bila pakai handycam, jangan zoom jauh lebih dari 5 meter. Dan lakukan latihan stabilisasi tangan, agar gambar yang diambil tidak terlalu goyang, terutama saat start dan stop rec. Beberapa teman memodifikasi handycam dengan menambahkan / merangkaikan benda lainnya, sehingga bisa dipanggul. Bahkan ada yang membedah kamera M3000 dan isinya ditukar dengan handycam, sehingga bodynya Panasonic M3000, tetapi isinya adalah Sony hard disc 80 GB, misalnya. Hasilnya tentu lebih baik dari hasil M 3000, walaupun tak sebaik MD 10000.
   (udah larut malam, ntar saya sambung lagi. Maaf, tulisan saya amburadul ).
Share this Article
< Previous Article
Next Article >

0 komentar :

Copyright © 2019 Minda Film ® - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com