Pilih Mana Blogger vs WordPress.org Untuk Platform Ngeblog

Seiring dengan berkembangnya dunia
internet, potensi dan popularitas blogging juga ikut berkembang. Saat
ini sudah banyak jenis Blogspot yang bisa Anda temukan di internet
seperti fashion and beauty blogger travel blogger, food blogger, dan
masih banyak lagi.

Dengan perkembangan ini, siapa saja bisa memulai sebuah blog.
Memang hal ini bisa menjadi hal yang menakutkan dan memakan waktu. Anda
mungkin akan merasa terintimidasi dengan hal-hal seperti mempromosikan
blog Anda,
mempelajari teknik SEO
dan menjangkau pembaca baru. 

Selain itu,  Anda juga perlu mengerti
seluk beluk platform blogging yang Anda pilih. Semua blogger
 menginginkan hal yang sama: cara mudah untuk mengelola dan menempatkan
konten di web.

Tapi pertama, Anda perlu memilih platform blogging yang tepat.

Untuk
Anda yang berniat untuk membuat sebuah blog, Anda pasti pernah
mendengar Blogspot dan WordPress. Kedua platform ini menawarkan berbagai
desain dan fitur yang bisa membingungkan bagi blogger pemula.

Meskipun mereka berdua menawarkan
fitur eye-catching, platform blogging terbaik untuk blogger pemula
mungkin bukan yang terbaik untuk blogger tingkat lanjut. 

Faktor penentu
lain yang harus diingat adalah tujuan blog. Jika Anda ingin memiliki
jangkauan pembaca yang luas dan juga melihat pengunjung dan statistik
Anda, Anda mungkin tidak akan menggunakan interface yang sama dengan
blogger yang hanya ingin tetap berhubungan dengan teman dan keluarga dan
membuat sebuah blog sebagai cara untuk membuat memo virtual atau jurnal
online.

Sebelum kita membahas perbedaan kedua platform ini, mari kita bahas dulu apa itu Blogspot dan WordPress.

Blogspot

Blogspot
Karena Blogspot
sekarang adalah milik Google, perusahaan ini menawarkan banyak fitur
bawaan Google, seperti Adwords, Adsense dan Analytics, sehingga situs
ini sangat berguna bagi blogger pemula. Didirikan pertama kali pada
tahun 1999, Blogger adalah salah satu interface pengguna pertama yang
ramah untuk para blogger. 

Pyra Labs, pencipta asli Blogger, memulai
perusahaan kecil ini di San Francisco di tengah bangkitnya dot com.
Setelah beberapa tahun, perusahaan mulai menghasilkan lebih banyak
pengguna dan traffic. Pada tahun 2002, mereka menarik beberapa ratus
ribu pengguna. 

Setelah dibeli oleh Google, situs tersebut tidak banyak
berubah, dan mereka mengkhususkan diri pada interface yang mudah
digunakan bagi blogger yang tidak memerlukan banyak fitur. 

WordPress.com

Dibuat hanya setahun sebelum Google membeli Blogspot, WordPress
diciptakan untuk memberi blogger platform blogging yang lebih kompleks. 

Gaya simpelnya disambut baik bagi pengguna yang menginginkan foto dan
konten tertulis mereka bersinar dibanding dengan widget di websitenya
.Wordpress dibuat di PHP dan MySQL & awalnya disebut b2/cafelog.

Platform blogging ini memasarkan
dirinya kepada pengguna pemula dan pengguna yang sudah lebih
berpengalaman, karena ia menawarkan interface yang mudah digunakan
dengan fitur sederhana untuk pengguna baru namun dapat dengan mudah
ditingkatkan untuk pengguna tingkat lanjut.

Blogspot vs WordPress.com

Untuk memilih platform mana yang
tepat untuk Anda, berikut adalah beberapa faktor yang perlu Anda
pertimbangkan sebelum memilih antara Blogspot dan WordPress. 

1.     Biaya

Dalam hal biaya, blogspot mungkin
lebih menarik untuk Anda karena platform yang satu ini benar-benar
gratis. Jika Anda ingin mendaftarkan sebuah nama domain untuk website
Anda, Anda mungkin harus membayar sekitar 10 dollar US, tetapi ini
adalah pilihan tambahan dan Anda bisa saja tetap menggunakan sub-domain
yang mereka berikan, seperti misalnya namabloganda.blogspot.com.

WordPress juga menawarkan jasa
membuat blog gratis dengan menggunakan sub-domain. Tetapi, jika Anda
ingin menggunakan nama domain Anda sendiri Anda harus membayar sebesar
10 dollar US dan juga memilih perusahaan hosting website untuk
“menyimpan” website Anda agar bisa diakses di internet. 

Dari sini, Anda
bisa melihat bahwa Anda membutuhkan biaya tambahan dalam mengelola
website yang dibuat dengan WordPress. Selain itu, jika website Anda
berkembang, maka Anda perlu mengupgrade akun WordPress Anda dan tentunya
ini menuntut pengeluaran biaya yang lebih banyak.

2.     Cara memulai

Jika Anda memiliki akun Gmail, Anda
bisa langsung memulai membuat akun Blogspot dan memulai blog Anda. Bagi
Anda yang tidak memiliki akun Gmail, maka Anda harus membuat akun Gmail
terlebih dahulu. Dengan Blogspot, Anda juga bisa membuat dan mengelola
beberapa blog dengan satu akun yang sama.

Dengan WordPress, jika Anda
menggunakan sub-domain WordPress, Anda hanya perlu mengunjungi
wordpress.com dan melakukan registrasi. 

Jika Anda ingin menggunakan
WordPress yang berbayar, Anda perlu mendaftarkan hosting dan nama domain
Anda terlebih dahulu sebelum Anda bisa menggunakan WordPress.

3.     Mengkonfigurasi Website dan Merilis Konten

Setelah Anda membuat situs Blogspot
Anda, sekarang saatnya untuk membiasakan diri dengan blog baru Anda dan
mulai mempublikasikan konten. Sama halnya dengan WordPress, Anda bekerja
di area dashboard di situs web Anda, sementara pengunjung mengakses
front-end situs Anda.

Jika Anda ingin mengubah judul dan
deskripsi blog Anda di Blogspot, Anda dapat menuju ke area Settings pada
dashboard. Anda juga bisa mengubah URL atau alamat blog Anda di sini.

Cara tercepat untuk memulai dengan
Blogspot adalah dengan membiarkan semua pengaturan dalam konfigurasi
default mereka dan hanya membuat postingan blog pertama Anda. 

Namun,
jika Anda penasaran, Anda dapat mengutak-atik settings untuk mengatur
jumlah pos yang akan ditampilkan di beranda blog Anda, bahasa yang akan
digunakan, dan zona waktu dan format mana yang akan digunakan untuk
tanggal dan waktu. 

Anda juga bisa menambahkan penulis ke blog Anda
dengan memasukkan alamat email mereka dan mengirimkan mereka undangan.

Seperti WordPress, Blogspot memberi
Anda kemampuan untuk mempublikasikan posting dan halaman di situs Anda.
Pages yang tersedia adalah tempat yang bagus untuk menerbitkan konten
evergreen, seperti detail kontak Anda atau ‘About’ page, sementara posts
sangat ideal untuk mempublikasikan konten jenis berita dan konten
terkini.

Untuk memulai, Anda mungkin ingin
membuat halaman tentang mengenalkan pengunjung ke blog Anda. Untuk
melakukan ini, klik pada Pages dari menu sidebar, dan klik tombol New
Page untuk membuat halaman.

WordPress dan Blogspot menggunakan
editor serupa untuk membuat postingan dan pages – Anda dapat memasukkan
konten Anda melalui editor yang tersedia dan melakukan pemformatan dasar
melalui kontrol. 

Untuk lebih mengontrol tampilan konten Anda, Anda
dapat beralih ke tampilan HTML di Blogspot dan WordPress.

Baik Blogspot maupun WordPress,
keduanya memudahkan Anda untuk melihat preview konten Anda sebelum
mempublikasikannya. 

Ini memungkinkan Anda melihat bagaimana postingan
dan pages akan ditampilkan kepada pengunjung. Setelah puas dengan
postingan atau pages Anda, Anda dapat mempublikasikannya di internet
agar semua orang dapat melihatnya.

Postingan blog dapat dipublikasikan
dengan cara yang sama seperti pages, dan setelah menambahkan konten ke
situs web Blogspot baru Anda, post dan pages dapat dikelola melalui
dashboard.

Dengan Blogspot, secara default,
postingan baru akan ditampilkan di beranda situs web Anda, dengan
postingan terakhir ditampilkan terlebih dahulu.

Setelah WordPress terinstal, Anda
bisa masuk ke situs web baru Anda. Seperti Blogspot, dasbor WordPress
adalah kawasan terlindungi dimana hanya Anda dan orang-orang yang Anda
beri akses yang bisa mengelola situs dan menambahkan konten. 

Posts dan pages WordPress dapat
dibuat dengan cara yang sama seperti Blogspot. Namun, dengan WordPress,
Anda akan melihat ada lebih banyak pengaturan dan pilihan di hampir
setiap langkah. 

Saat membuat postingan baru, misalnya Anda bisa memilih
format posting untuk mengetahui bagaimana konten akan dipresentasikan. 

Tidak seperti Blogspot, yang hanya memungkinkan Anda memberi label pada
posting Anda, WordPress memberi Anda kemampuan untuk memberi tag dan
mengkategorikan pos Anda untuk membantu mengelompokkan dan
mendeskripsikan konten Anda dengan lebih baik.

Selain itu, editor WordPress
menggunakan tata letak dan format yang serupa dengan Blogspot. Anda
dapat menyimpan draft posting atau halaman Anda, melihat preview, dan
bila sudah siap, Anda tinggal mempublikasikan untuk membuatnya tersedia
secara online.

Mengubah judul dan tagline situs WordPress Anda berlangsung melalui General Settings dengan cara yang sama seperti Blogspot.

Akun pengguna tambahan juga bisa
dibuat untuk situs WordPress Anda. Tidak seperti Blogspot, WordPress
memiliki sejumlah peran yang mengontrol tingkat akses pengguna terhadap
situs Anda. 

Hal ini mempermudah pembuatan akun yang hanya memungkinkan
pengguna membuat pos baru, bukan akun yang memungkinkan pengguna
mengedit konten yang ada dan membuat perubahan pada tampilan dan fungsi
situs Anda.

Ketika menerbitkan konten di blog
atau situs web Anda, Blogspot dan WordPress memiliki proses yang serupa.
Namun, penerbitan dengan Blogspot lebih to-the-point dan mudah,
sementara WordPress memberi Anda lebih banyak pilihan.

4.     Pilihan Kustomisasi

Dalam hal kustomisasi, WordPress
berada jauh di depan Blogspot. Hal-hal simpel seperti misalnya
menampilkan halaman dan bukan isi blog Anda di homepage website Anda
sangat mudah dilakukan di WordPress dibanding dengan di Blogspot.

Jika Anda tidak hanya ingin membuat
sebuah blog tetapi juga sebuah website tradisional – seperti e-commerce –
WordPress lebih mudah diatur dengan adanya static homepage dan Anda
bisa menampilkan postingan blog Anda di page lain di website Anda.

Selain itu, WordPress juga memiliki
pilihan yang lebih banyak dalam hal theme website Anda dan plugin. Jika
Anda menggunakan Blogspot, Anda mendapat beberapa template yang bisa
Anda pilih dan juga beberapa template dari pihak ketiga. WordPress
menyediakan ribuan desain untuk theme website yang bisa Anda pilih.

WordPress juga memberikan pilihan
untuk menggunakan plugins di website Anda, yang dapat membantu Anda
meletakkan berbagai fitur di website Anda atau mengkostumisasi fungsi
website Anda dengan cara yang mudah. 

Sebagai contoh, Anda bisa
menginstal plugin yang dapat membantu Anda untuk menjual produk dan
menerima pembayaran jika Anda berniat untuk membuka sebuah toko di
website Anda.

5.     Ownership dan Control

Salah satu faktor yang perlu
dipertimbangkan adalah ownership dan kontrol atas website serta konten
yang Anda buat. Karena satu-satunya cara untuk memiliki sebuah website
Blogspot adalah dengan menggunakan hosting Google, Anda tentunya akan
terikat dengan terms and conditions dari Google. 

Jika Google merasa
bahwa website Anda melanggar terms and conditions, mereka bisa saja
langsung menutup akun Anda.

Jika Anda menggunakan WordPress, Anda
bebas menggunakannya sesuka hati karena WordPress dan softwarenya
adalah open-source. Hosting website Anda akan memiliki terms and
conditions mereka sendiri. Jika Anda melanggar aturan yang ditetapkan
perusahaan hosting Anda, Anda memiliki pilihan untuk memindahkan hosting
Anda ke perusahaan hosting lainnya.

Kedua platform ini juga memberi Anda
kebebasan untuk melakukan backup atas website Anda dan ini sebaiknya
dilakukan sesering mungkin.

Kelihatannya kedua platform ini akan
bertahan untuk waktu yang lama. Namun, Google diketahui sering mematikan
layanannya, bahkan layanan populer seperti Google Reader. 

Jadi, meski
Google sendiri akan bertahan dalam waktu yang lama,  tidak ada jaminan
bahwa Blogspot akan bertahan.

WordPress, di sisi lain, adalah
software open source yang berarti siapa saja bisa terus mengembangkan
WordPress. 

Tidak ada yang memiliki perangkat lunak ini, jadi sekalipun
setiap anggota tim pengembang saat ini berhenti mengerjakan perangkat
lunak hari ini, kemungkinan besar peran mereka akan segera dipenuhi oleh
sukarelawan lainnya. 

Selain itu dengan begitu banyak bisnis yang
bergantung pada WordPress, akan banyak perusahaan yang bersedia
berkontribusi agar software blogging ini tetap bertahan.

6.     Support dan Maintenance

Salah satu nilai plus pada Blogspot
adalah situs web Anda dihosting oleh Google dan sangat sedikit yang
dapat terjadi untuk mengganggu blog Anda. 

Fitur dan fungsi yang mereka
sediakan mungkin memang terbatas, namun hasilnya adalah layanan ini
mudah digunakan dan membutuhkan perawatan hampir nol dari Anda.

Sebagai perbandingan, WordPress jauh
lebih terbuka dan dapat dikonfigurasi. Seperti disebutkan sebelumnya,
Anda dapat menginstal plugin dari berbagai sumber, mengedit kodenya
sendiri, dan sesuaikan dwebsite Anda sesuai keinginan Anda. 

Kelemahan
dari kebebasan ini adalah bahwa segala sesuatu dapat menjadi salah dan
mempengaruhi website Anda.

Syukurlah, ada komunitas WordPress
yang besar dan ekosistem yang bisa Anda datangi jika ada mengalami
masalah dengan situs Anda. Serta forum dukungan pengguna resmi gratis,
ada banyak layanan dukungan komersial yang akan membantu Anda dengan
situs WordPress Anda dengan biaya tertentu. 

Perusahaan hosting website
Anda bahkan mungkin akan memberi Anda beberapa bantuan.

Blogspot tidak memiliki dukungan seperti WordPress. Namun, jika menggunakan Blogspot, Anda mungkin tidak membutuhkannya.

7.     Komunitas

Sebagai bagian dari komunitas
WordPress yang dinamis, WordPress menggelar event seperti WordCamp yang
diadakan secara rutin di seluruh dunia, dan banyak pertemuan WordPress
juga berlangsung dalam skala yang lebih kecil. 

Oleh karena itu, jika
Anda ingin membawa situs web Anda ke tingkat berikutnya, terlibat dengan
komunitas, dan berjejaring dengan pengguna lain, acara offline ini bisa
menjadi poin plus untuk Anda. 

Selain itu, ada banyak blog tentang
penerbitan WordPress, panduan, tutorial, dan ulasan tentang produk dan
perkembangan terbaru dari WordPress.

Dalam hal komunitas, Blogspot tidak
dapat bersaing dengan WordPress. Ada sangat sedikit produk dan layanan
pihak ketiga yang bisa dipilih dan jarang ada blog yang membahas
Blogspot secara khusus jika dibandingkan dengan WordPress.

Jika Anda merasa bahwa komunitas adalah sesuatu yang penting bagi Anda, WordPress bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda.

8.     Potensial

Blogspot dan WordPress sama-sama
membuat proses pembuatan sebuah website menjadi lebih simpel dan mudah.
Jika Anda masih berpikir untuk  meluncurkan blog atau situs Anda
sendiri, Anda sebaiknya memulai blogging sesegara mungkin.

Namun, apa yang terjadi setelah Anda
terjun dan meluncurkan situs baru Anda? Blogspot memang membuat hal-hal
yang sangat mudah ketika memulai sebuah blog baru dan mempublikasikan
posting pertama Anda. 

Namun, hal yang hebat tentang internet adalah
bahwa hampir semua hal bisa terjadi. Blog sederhana Anda bisa menjadi
sangat populer, atau situs web dasar Anda bisa mulai membuka peluang
baru yang mengubah hobi Anda menjadi bisnis.

Meskipun Blogspot mempermudah untuk
memulai dan mengelola sebuah situs web, namun Blogspot tidak menawarkan
potensi pertumbuhan yang sama dengan WordPress. Ada beberapa langkah
lagi dalam proses penyiapan WordPress, dan Anda harus membayar beberapa
ribu rupiah per bulan untuk menjaga agar situs web WordPress Anda tetap
online.

Namun, jika kita membahas potensi
website, WordPress benar-benar tidak bisa dikalahkan. Seperti yang telah
kita bahas, jika Anda ingin menjual produk secara online, menerima
pemesanan, atau menggunakan situs web Anda untuk hampir semua tujuan,
WordPress dan koleksi pluginnya benar-benar bisa membantu Anda.

WordPress tidak akan membatasi
aspirasi online Anda sekarang atau di masa depan, sedangkan dengan
Blogspot, Anda mendapatkan apa yang Anda lihat. Tidak ada fitur baru
yang bisa ditambahkan dengan plugin, dan tidak ada akses ke kode yang
mendasarinya. Kemampuan baru tidak ditambahkan secara reguler seperti
pada WordPress.

Untuk dapat melihat gambaran bagaimana cara mudah membuat website
WordPress dalam 5 menit, kami telah menyediakan tutorialnya di YouTube
channel kami di bawah ini:

BACA JUGA:   Apa Maksudnya Grup Whatsapp Group Revoked/Dicopot?

Mana yang sebaiknya Anda pilih?

Baik WordPress dan Blogspot memiliki
pro dan kontra, dan terserah pada Anda untuk memutuskan mana yang
terbaik untuk kebutuhan Anda. Sebelum mengambil keputusan, penting untuk
bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan untuk memahami kebutuhan
Anda.

Pertanyaan yang paling penting adalah: Apa tujuan dari situs Anda?

Jika Anda hanya menginginkan blog
yang fungsional dan mendasar dan tidak khawatir dengan desain bergaya
atau modern, Blogspot mungkin adalah pilihan terbaik. Ada juga
kekurangan Blogspot yang harus Anda pertimbangkan.

Namun, jika Anda memiliki rencana dan
tujuan yang lebih besars untuk blog Anda, maka WordPress adalah pilihan
yang lebih baik. Dengan plugin yang tak terhitung jumlahnya, Anda dapat
menambahkan fitur penting yang dibutuhkan situs Anda untuk tumbuh dan
menonjol di antara kompetisi. 

Selain itu, pilihan tema WordPress yang
berkualitas tinggi akan memberi Anda cara mudah untuk memastikan situs
web Anda memiliki tampilan dan nuansa yang tepat. Poin ini juga berlaku
jika blog atau website Anda digunakan untuk keperluan bisnis.

Beberapa pertanyaan lain yang harus
dipikirkan adalah: 

Apakah Anda siap menginvestasikan uang dalam nama
domain, web hosting, dan kemungkinan plugin dan tema? 

Apakah Anda
bersedia meluangkan waktu untuk belajar bagaimana menggunakan solusi
yang lebih maju? 

Apakah Anda siap untuk menyelesaikan masalah jika
muncul? Jika Anda bisa menjawab ya untuk pertanyaan itu, maka WordPress
bisa jadi tepat untuk Anda. 

Jika tidak, pendekatan Blogspot yang tidak
merepotkan mungkin adalah pilihan yang terbaik untuk Anda.

Kesimpulan

Anda sekarang harus siap membuat
keputusan antara WordPress dan Blogspot. Ada, tentu saja, berbagai
pilihan lain yang perlu dipertimbangkan juga, tapi setidaknya saat
membahas Blogspot vs WordPress, Anda dapat memiliki bayangan tentang
kedua platform tersebut.

Sekali lagi, jika Anda hanya mencari
cara termudah untuk memulai sebuah blog dan berbagi pemikiran Anda
dengan dunia, maka Blogspot bisa menjadi apa yang Anda cari. 

Namun, jika
Anda bersedia menginvestasikan sedikit waktu dan uang, WordPress
memungkinkan Anda melakukan lebih banyak hal dengan blog atau situs web
Anda daripada yang pernah Anda bisa dengan Blogspot. 

Jika Anda ingin
menggunakan Blogspot untuk blog Anda, kami memiliki panduan lengkap
untuk
memulai blog Anda menggunakan Blogspot.

Bagi Anda yang berniat untuk memulai
sebuah blog, kami juga memiliki beberapa panduan dan pembahasan menarik
yang berhubungan dengan blogging. 

Mulai dari cara menarik pembaca, tips blogging untuk pemula, sampai cara menghasilkan uang dari blog Anda. 

Semoga membantu!

BACA JUGA:   Menaker Resmi Luncurkan 14 Standar Kompetensi Kerja Bidang Perfilman

Berikan Ulasan Di sini