Kesalahan Utama yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula Newbi Amatir

  • Memegang lensa[1] . Meskipun sederhana, tapi ini termasuk penting.


  • Selalu menggunakan mode AUTO, bukan MANUAL (baik Lensa ataupun Modus program-nya).
    Menurut saya, untuk seorang pemula AUTO hanya digunakan saat
    dokumentasi penting (agar yang dihasilkan pas dan tidak blur juga).


  • Tidak mengecek keadaan lensa, atau kesalahan dalam menyimpan lensa[2]
    . Kebanyakan kasus yang terjadi adalah menyimpan lensa di tempat yang
    lembab, dan berakibat lensa berjamur. Meskipun agak mahal, Dry Cabinet / Dry Box Camera + Silica Gel adalah tempat yang baik untuk menyimpan lensa.

  • Untuk
    fotografer pemula yang lebih suka memotret di pantai harus berhati-hati
    dengan pasir pantai. Pasir lebih “jahat” dibandingkan dengan debu,
    karena buitran pasir yang masuk ke dalam kamera bisa memiliki efek yang
    lebih desktruktif. Goresan terhadap komponen-komponen penting dalam
    kamera tentu tak bisa dianggap sepele.

  • Menyimpan lensa dan kamera dalam posisi yang salah dalam sebuah tas kamera[3]
    . Posisi di gambar di bawah ini adalah posisi rekomendasi dimana lensa
    tidak menghadap kebawah untuk mengurangi resiko benturan langsung saat
    kamera terjatuh. Kamera yang terpisah dengan lensa harus menghadap ke
    bawah agar terhindar sensornya terkena debu. Tasnya juga harus bersih.

Menurut saya kesalahan fotografer pemula lebih bersifat non-teknis, sebagai berikut:

  1. Tidak berani (malu) mendekati obyek foto.
  2. Tidak mau berkomunikasi dengan obyek foto, menyampaikan apa yang ia harapkan atau sekadar membuat model lebih rileks.
  3. Tidak
    mengarahkan orang/grup yang difoto, dianggapnya model sudah tahu
    bagaimana pose yang bagus, padahal fotografer yang melihat dari kamera
    dan membuat komposisi framing.
  4. Tidak mencari tahu terlebih dulu
    apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, misal saat foto pernikahan di
    gereja ada yang mengijinkan fotografer menginjak/naik ke altar dan ada
    yang tidak.
Masalah-masalah teknis
seperti pengaturan kamera, komposisi, lighting, dan lain-lain biasanya
lebih mudah diatasi daripada kesalahan non-teknis yang saya tuliskan di
atas.
BACA JUGA:   Menaker Resmi Luncurkan 14 Standar Kompetensi Kerja Bidang Perfilman

Berikan Ulasan Di sini