4 Arah Cahaya Dalam Fotografi

4 Arah Cahaya Dalam Fotografi


1. Cahaya Atas (Top Light) dan Cahaya Bawah (Down Light)




Ketika memotret seseorang dan matahari tepat berada di atas kepala, cahayanya yang kuat akan menimbulkan bayangan yang pekat di seputaran kelopak mata, dibawah hidung, disekitas leher dan dibawah subjek. Bayangan yang tepat jatuh di sekitas kelopak mata subjek menimbulkan kesan seolah-olah menggunakan kacamata, sedangkan bayangan yang jatuh di sekitar hidung terlihat seperti kupu-kupu. Dalam fotografi, efek seperti ini sering disebut butterfly effect. Ada dua cara untuk menghilangkan efek bayangan tersebut. 

2. Cahaya Samping (Side Light)


Pencahayaan dari samping sangat baik untuk memunculkan tekture pada foto landscape dan memberikan kesan kedalaman. Secara alami, cahaya yang datang dari samping bisa anda dapatkan di pagi dan sore hari dimana waktu tersebut berbarengan dengan waktu golden hour. Kedalaman dan dimensi suatu gambar dapat terbentuk dari kontras terang dan gelap yang terjadi pada gambar. Cahaya dari samping ini menciptakan kontras yang harmonis antara daerah yang terkena cahaya langsung dengan daerah yang berbayang. Kondisi seperti ini akan menciptakan  mood pencahayaan yang lebih realis.

3. Cahaya Belakang (BackLight)


Ketika posisi matahari berada di depan fotografer, mengarah langsung ke kamera. Itulah yang sering disebut dengan Back Lighting. Cahaya yang datangnya dari depan fotografer sering membuat mata tidak nyaman karena menyilaukan dan membuat mata menjadi lebih sipit. Efek arah cahaya ini akan menimbulkan kesan siluet dimana bagian depan subjek kehilangan detail. Untuk menyiasati masalah ini, dapat digunakan bantuan reflektor atau lampu flash untuk menerangi bagian depan subjek agar detail dapat terlihat. 
Tapi beberapa fotografer justru dengan sengaja menghilangkan detail pada bagian depan subjek dan hanya menyisakan bentuk dari subjek itu sendiri,  foto seperti ini disebut foto siluet. Yang perlu diperhatikan ketika memotret di kondisi backlight adalah hindari cahaya matahari jatuh langsung di depan lensa kamera. Hal tersebut akan menimbulkan terjadinya flare pada gambar (kecuali memang sengaja memunculkan efek tersebut). Untuk mengatasi masalah ini anda dapat menggunakan tudung lensa atau sering disebut lens hood.

4. Cahaya Depan (Front Light)

Ketika posisi cahaya berada dibelakang fotografer, cahaya akan menyinari subjek dari arah depan. Dalam fotografi cahaya seperti ini sering disebut dengan front light. Pengambilan cahaya dari depan adalah yang paling mudah. Karena keseluruhan subjek tercahayai dengan baik. Secara umum, dikondisi seperti ini, gambar yang dihasilkan cukup bagus. Tetapi kekurang dari arah cahaya ini adalah akan menimbulkan kesan flat atau datar pada subjek. Cahaya dari depan atau front light tidak memberikan kesan dimensi terang gelap. Kondisi cahaya seperti ini juga dimanfaatkan untuk membentuk bayangan fotografer apabila kita memotret searah dengan sinar matahari.

0 Response to "4 Arah Cahaya Dalam Fotografi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel