Singapura Buka Lowongan Petugas Tes Swab Corona, Gajinya Rp 40 Juta/bulan

Singapura Buka Lowongan Petugas Tes Swab Corona, Gajinya Rp 40 Juta bulan

Pemerintah Singapura tengah membuka lowongan untuk petugas pengetes swab virus corona. Gajinya fantastis, senilai puluhan juta rupiah per bulannya.

Sejauh ini penderita virus corona di Singapura mencapai lebih dari 26 ribu orang dengan 21 angka kematian.
Diberitakan Reuters, Jumat (15/5), lowongan ini dibuka seiring upaya Singapura meningkatkan kemampuan pengetesan corona. Saat ini, Singapura juga akan mengetes ratusan ribu pekerja migran asal Asia Selatan di asrama-asrama.

Lowongan ini diposting di situs Kongres Serikat Dagang Nasional. Syaratnya, pelamar harus dalam keadaan fit, tidak punya penyakit kronis, dan lancar berbahasa Inggris. Pengalaman medis tidak diperlukan.

Pekerja medis melakukan tes swab di Singapura

Pekerja medis melakukan tes swab pada pekerja migran di Singapura (15/5). Foto: REUTERS/Edgar Su

Dalam iklan lowongan itu juga disebutkan bahwa pelamar yang diterima akan menjalani pelatihan swab nasopharyngeal, yakni pengambilan cairan di bagian dalam hidung dan tenggorokan.
Dalam lowongan tersebut tertulis gaji yang ditawarkan, yakni SGD 3.800 per bulan, atau hampir Rp 40 juta. Gaji ini lebih tinggi dibanding gaji perawat entry-level di Singapura, sekitar SGD 3.300 (Rp 34,5 juta) per bulan.

Perbedaan gaji ini menuai kritikan di media sosial karena gaji petugas tes swab tak berpengalaman lebih tinggi ketimbang perawat. Netizen mengatakan bahwa perawat seharusnya mendapatkan kenaikan gaji di masa pandemi seperti ini.

Virus Corona-Singapura
Petugas medis melakukan test swab pada seorang pekerja migran di Singapura. Foto: REUTERS / Edgar Su
Kementerian Kesehatan Singapura gaji petugas swab lebih besar karena ini hanya pekerjaan sementara dan tak punya jenjang karier, tak seperti perawat full-time. Para petugas swab hanya akan dikontrak enam bulan, tanpa ada tunjangan tambahan atau bonus.

Selain itu, pekerjaan petugas swab sangat berbahaya karena mereka bertugas di zona karantina seperti asrama pekerja atau fasilitas isolasi pasien corona.
Tak lama kemudian, angka gaji di situs lowongan tersebut tak lagi ditampilkan.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Berikan Ulasan Di sini