Tahapan dalam Proses Editing Video – Belajar Editing Video Pemula

Tahapan dalam Proses Editing VIdeo

Proses editing adalah salah satu hal penting di dalam dunia perfileman, sinematografi atau video production saat ini.

Tidak cuma buat pelaku usaha jasa dan content creator, namun media pembelajaran saat ini menuntuk seorang guru atau pendidik, lebih kreatif. Terutama saat Pandemi yang mengharuskan : Kerja di Rumah, Ibadah di rumah dan Belajar dari rumah.

Dalam dunia Broadcasting, video editing tidak dapat dipisahkan dari perfilman atau video production, karena merupakan satu tahapan penting.

Tapi apakah sebenarnya yang dimaksud video editing itu ?

Video editing adalah suatu proses pemilihan atau penyuntingan gambar, baik gambar bergerak (video), atau yang berupa gambar stil foto (still picture) dari hasil jepretan camera foto.

Kemudian gambar hasil shootingan itu dari gambar ke gambar (cut to cut) Kemudian gambar-gambar itu kemudian digabungkan dengan dan baik dengan menyisipkan transisi atau tidak.

Dan sekarang kita akan membahas tentang apa saja tahap-tahap dalam meng-edit video atau tahapan yang akan di lakukan oleh video editor dalam bekerja, berikut penjelasannya:

Inilah Tahapan dalam Proses Editing Video:

1. Capturing/Importing

Saat ini Proses perekaman video hampir tidak ada lagi yang menggunakan format video analog, sehingga harus mentransfer atau mengcapturenya terlebih dahulu ke format digital atau dari kaset menjadi file video dalam komputer. Saat ini cukup praktis karena sudah dalam format digital – hanya dengan mencopy/meng-import file dari Memory Card (karena hampir semua camera sudah menggunakan ini) kemudian memindahkan dengan meng-copy kannya ke dalam komputer.

Ruang Penyimpanan (storage) Komputer untuk Editing harus cukup memadai dan tersedia, untuk menyimpan file video relatif-besar, maka Hardisk harus disediakan yang besar untuk penyimpanan file video.

BACA JUGA: Tips Menyediakan Ruang Penyimpanan (Storage) yang Cukup untuk Komputer Editing

2. Drafting

DRAFTING dilakukan untuk menggolongkan/mengelompokkan jenis file, timing yang berbeda-beda. Pembuatan bin/folder dalam storyboard yang terdiri dari  VIDEO, AUDIO/SOUND, TITLE, GAMBAR dapat memudahkan pencarian file secara efisien pada saat mengedit, serta mengurangi kebingungan kita dalam mencari file dalam project editing.

3. Hard Cutting dan Soft Cutting

Proses Hard Cutting pemotongan clip video yang digunakan untuk memilih mana video yang sesuai untuk dipotong dan digunakan untuk diedit yang bersifat umum. Video yang sudah dipotong dengan benar dalam proses ini, kita harus pisahkan dan pindahkan ke track berikutnya untuk menghindari tercampurnya clip yang tidak sesuai.

Proses Soft Cutting pemotongan clip berikutnya adalah yang lebih halus dan bersifat khusus. Clip yang sudah dipotong tersebut ditempatkan  ke track berikutnya untuk menghidari tercampurnya clip dari proses pemotongan hard cutting.

4. Linking
LINKING adalah Proses penyambungan clip dengan clip, scene demi scene, sequence dengan sequence dari hasil pemotongan secara soft cutting. Setelah melakukan proses itu, pindahkan clip dari hasil yang tidak terpakai menuju ke sequence baru. Bila ada video yang bisa digunakan lagi untuk proses editing,  clip yang telah diseleksi kemudian bisa kita sambung otomatis dengan fungsi Ripple Delete

5. Superimposing

Pemberian title, logo, atau simbol pada clip video untuk memberikan informasi tertulis yang lebih jelas kepada para penonton. Pemilihan title harus berdasarkan pada kejelasan, kesesuaian, dan kerapian agar dapat dibaca jelas selama 3 detik.

5. Effects

Proses pengaplikasian efek ke klip video yang digunakan untuk mendukung berjalannya proses editing video. Pemilihan effects yang terlalu berlebihan dapat memperlambat proses kinerja editing apabila efek tersebut belum di render.

6. Sound Illustrations

Pemberian irama musik atau backsound audio atau themesong ke klip video agar video tersebut lebih hidup dan mempunyai arti dan berkesan dalam penyajiannya. Pemilihan backsound harus disesuaikan dengan suasana clip video yang akan diedit, karena sebagai editor kita harus membangkitkan mood/suasana hati penonton melalui proses instrument mixing dalam editing ini.

6. Dubbing

Pemberian narasi yang dilakukan oleh narator untuk memperjelas maksud video yang akan ditampilkan kepada penonton. Penyusunan materi narasi bisa dilakukan oleh narator dengan melihat hasil sementara project video lalu disusun bersamaan dengan proses penyusunan editing.

7. Final touch

Proses pengecekan atau finishing akhir hasil project yang terdiri dari beberapa klip yang tersusun dengan rapi dan tanpa satu frame pun ada blank spot. Dalam proses ini setiap editor mempunyai ciri khas dalam mengelola beberapa klip dari awal hingga selesai dengan melakukan sentuhan akhir yang sangat berkesan buat pemirsa.

8. Review

Proses melihat hasil video yang telah diedit, pada beberapa orang yang terlibat dalam proses pra, produksi, dan pasca produksi. Dengan dilakukannya review ini diharapkan segala masukkan, kritikan dan saran bisa memperbaiki dan lebih menyempurnakan video ini sebelum disiarkan kepada pemirsa

Nah itulah pembahasan kita mengenai tahapan dalam proses editing video! Bagaimana menurut adik-adik dan teman-teman? Bisa dipahami kan pembahasan editing video pada tahap ini? Nggak terlalu sulit kan…? TIDAK, kalau kita mau serius mendalami. Tapi mungkin gak mudah bagi yang kurang consern/tidak serius untuk menjadi editor video.

Oke kami undur diri dulu yaa .. sampai ketemu di postingan lainya.

Berikan Ulasan Di sini