10 Tips Langkah Membuat Film Pendek Mudah dan Sederhana

Cara Membuat Film Pendek

Dalam membuat film pendek tidaklah sulit dan mahal.
Membuat film pendek yang sederhana hanya membutuhkan biaya kaset dan biaya riset.
Namun hal yang paling kuat sebelum membuat film pendek harus mempunyai ide cerita yang nanti bisa berkembang dan berkelanjutan.

Kita harus menentukan fokus cerita dari film kita.
Misalnya pada saat pesta ulang tahun. Maka, fokus ceritanya adalah pesta ulang tahun.
Atau saat pergi ke tempat hiburan, fokus ceritanya ya tempat hiburan itu, misalnya, Suatu Hari di Dunia Fantasi/khayalan….

Setelah kita tentukan fokus cerita tinggal ikuti langkah-langkah membuat film pendek ini

1. Riset Awal

Kita cari tahu dulu tentang latar belakang yang ingin kita buat film.
Kalau serius, riset ini harusnya sangat detail, tetapi kalau mau sederhana, kita bisa saja browsing dulu di internet atau bertanya kepada teman atau orang yang sudah mengalaminya.
Kita catat data-data yang kita dapat tadi sebagai bahan referensi.

2. Persiapan Alat

Perlengkapan yang diperlukan adalah handycam atau kamera video apa pun beserta baterai dan charger.
Jangan lupa juga siapkan mikrofon tambahan dengan kabel ekstensinya, tripod, dan juga yang paling penting memory penyimpanan yang cukup dan yang berkualitas. Karena kalau memori rusak alamat anda harus shooting dari awal

3. Riset Lapangan

Waktu sampai di tempat tujuan, kita harus melakukan riset lebih dalam dari riset awal yang sudah kita lakukan di rumah.
Cocokkan data yang didapat saat riset awal dengan keadaan di lapangan.

Caranya : bisa jalan, ngobrol, dan nongkrong!
Santai dan berusaha akrab dengan lingkungan yang akan kita filmkan.

4. Buat Alur Cerita Kasar (Pra Synopsis)

Tentukan siapa saja yang mau diangkat sebagai tokoh dalam film.
Biasanya, dari hasil riset di lapangan, kita bisa mendapatkan sebuah ide yang lebih spesifik dan menarik untuk diangkat dari ide awal kita di rumah.
Misalnya, “Keseharian hidup badut di Dufan”.
Kemudian, buatlah alur cerita kasar dari ide tersebut.
Misalnya, tugas-tugas si badut di Dufan dan tempat-tempat wajib yang harus didatangi si badut.

BACA JUGA:   Miris, Anak Usir Ibu Kandung Demi Membela Istri yang Berbohong

5. Buatlah Sinopsis

Cerita singkat tentang seperti apa film yang kita buat ini.
Dari sinopsis kita bisa menentukan siapa saja yang harus kita wawancara, daftar pertanyaan untuk setiap wawancara, dan daftar gambar-gambar (footage) yangdibutuhkan di luar wawancara.

6. Syuting atau Pengambilan Gambar (Execution)

Dari hasil riset, kita sudah tahu di mana saja dan kapan saja orang-orangyang ingin kita wawancara berada.
Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk pengambilan gambar.
Yang pertama, datangi dan minta izin mereka untuk melakukan wawancara.
Ingat, jangan sekali-kali merekam wawancara tanpa izin!
Tidak etis dan bisa bikin mereka tidak suka.

Kedua, jangan lupa menggunakan mikrofon tambahan ketika melakukan wawancara, apalagi kalau kita berada di tengah keramaian.
Ketiga, gunakan daftar pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya sebagai acuan, tetapi jangan terlalu kaku, kita boleh bertanya hal-hal lain di luar daftar tersebut.

Keempat, buat suasana wawancara sesantai mungkin, bertanyalah seperti kita sedang mengobrol biasa.
Sebab, keberadaan kamera video bisa membuat orang gugup, jaim, dan tidak bisa menjawab jujur.

Kelima, gunakan tripod bila wawancara berlangsung cukup lama dan tidak dilakukan sambil bergerak.
Keenam, Selesaikan semua wawancara dari daftar orang yang sudah kita buat. Setelah itu rekam semua gambar yang sudah kita tulis dalam daftar footage kita.
Kalau kita masih punya waktu dankaset cadangan, kita boleh kok merekam gambar-gambar tambahan lain yang mungkin nanti bisa berguna saat tahap editing.

BACA JUGA:   Miris, Anak Usir Ibu Kandung Demi Membela Istri yang Berbohong

Ketujuh, setelah semua selesai direkam. Periksa lagi semua daftar yang kita punya.
Baca lagi sinopsis awal kita. Apa semua sudah cukup. Jangan sampai ada yang ketinggalan dan terlupa.

7. Buat Alur Cerita Final

Sesuaikan hasil catatan dengan hasil wawancara yang sudah kita buat.
Masih sesuaikah? Perlukan ada perubahan? Ke arah mana harus dikembangkan?

Hal ini sangat mungkin terjadi karena hasil wawancara bisa banget menghasilkan data-data yang lebih banyak dan mungkin berbeda dari apayang sudah kita siapkan sebelumnya.
Enggak masalah kok. Perbaiki dan buat sinopsis baru yang bisa disusun dari hasil rekaman yang sudah kita tonton berulang kali.
Setelah selesai, barulah sinopsis final ini bisa jadi panduan untuk mulai mengedit.

8. Mengedit Film (Post Production)

Mulai capture hasil rekaman yang sudah kita pilih sebelumnya ke dalam komputer menggunakan program editing yang biasa kita pakai.
Setelah itu susun film kita berdasarkan sinopsis final yang sudah kita buat sebelumnya.

Masukkan footage-footage yang kita sudah rekam.
Buat alur semenarik mungkin, jangan terlalu banyak wawancara yang bisa membosankan. Idealnya, panjang film 3-5 menit.

9. Musik Latar atau “Soundtrack”

Tambahkan musik latar yang sesuai, jangan pakai musik orang sembarangan ya!
Sebisa mungkin buat musik sendiri atau minta teman yang pandai membuat musik untuk membuatkan music untuk film kita.

10. Terakhir, “color correction” (Efek pewarnaan) Supaya lebih Filmable

Buatlah Trailer, Masukkan opening title (pilih judul yang catchy dan bisa menggambarkan keseluruhan film), tambahkan credit title, mixing suara, wrap!
Jadikan DVD biar bisa ditonton beramai-ramai. atau Tayang di Youtube dan Jangan lupa promote di sosia media. Film sebagus apapun kalau tidak di tonton tidak ngefek!

Facebook Comments

Berikan Ulasan Di sini