Modus Pintu dari Luar Digembok, Pas Digerebek Malah Ditemukan

Modus Pintu dari Luar Digembok, Pas Digerebek Malah Ditemukan Sejumlah Wanita

Modus Pintu dari Luar Digembok, Pas Digerebek Malah Ditemukan Sejumlah Wanita

Meski masih dilarang beroperasi di tengah pandemi Covid 19. Namun, salah satu tempat karaoke di Kota Dumai malah nekad beroperasi dengan mengkelabui petugas dengan cara mengembok pintu dari luar.

Hal itu diketahui setelah petugas gabungan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 setempat mengerebek Karaoke Tario Indah II, yang terletak di Jalan Jeruk, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai, Senin (13/07/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski Pintu bangunan digembok dari luar, namun ketika diperiksa malah ditemukan pengunjung dan pemandu tengah asik menikmati hiburan malam.

Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil menemukan sejumlah pengunjung dan pemandu lagu yang sedang asik berkaraoke sambil menikmati minuman yang disajikan pemilik usaha.

Pemilik Karoke Tario Indah II, Adang seperti dilasir dari cakaplah.com mengatakan, dirinya tetap nekat membuka lokasi hiburan lantaran kebutuhan ekonomi yang mengharuskan ia mengabaikan larangan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

“Kita buka hanya untuk makan saja bang, anak mau sekolah sementara uang tidak ada,” ujarnya.

Ia juga mengakui, bahwa untuk mengelabui petugas ia menggembok pintu masuk lokasi hiburan dari luar, sehingga petugas tidak mengetahui aktivitas mereka di dalam. “Baru hari ini saja, belum pernah buka,” kilahnya singkat.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai dikonfirmasi mengatakan, penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat terkait adanya lokasi hiburan malam di Kota Dumai beroperasi meski di tengah Pandemi Covid-19.

“Atas informasi itu kita langsung menuju ke lokasi hiburan tersebut dan ditemukan tempat karaoke itu digembok dari luar, sementara itu banyak kendaraan terparkir di luarnya. Berhasil masuk kita menemukan sejumlah pengunjung dan pemandu lagu di dalamnya,” ungkap Bambang.

Ia menambahkan, para pengunjung dan pemandu lagu digiring ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan, sementara untuk alat karaoke disita tim gabungan dengan tujuan supaya aktivitas mereka tidak kembali beroperasi di tengah pandemi.

Berikan Ulasan Di sini