Demi Sinyal, Anak – Anak Ini Belajar Online di Sisi Jurang

Sebenarnya ada Wifi di Kantor Kepala Desa Rangkiang Luluih yang dipasang sejak 1 tahun lalu, namun Wifi yang tersambung dengan kabel PLN itu tidak berfungsi selama 3 bulan terakhir.

“Tiang PLN-nya rubuh karena longsor,” kata Abu Tasar pada 1 Mei 2020.

Kalau pun Wifi itu menyala, Abu Tasar mengeluh koneksinya sangat lambat. Kuota Wifi yang seharusnya digunakan oleh 15 gawai, rata-rata digunakan 40 gawai sekali pakai.

Para petugas di Kantor Desa pun biasanya harus berbagi dengan warga setempat untuk mendapatkan sinyal melalui satu-satunya Wifi di daerah itu.

Kondisi anak -anak yang belajar online di sisi tebing demi mendapatkan sinyal di Kecamatan Tigolurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat/Tim Monitoring PSBB antisipasi Covid 19 Kec. Tigolurah Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Abu Tasar mengatakan pada 2018, timnya sudah mengajukan proposal untuk pendirian Tower Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di daerahnya. Ia mengaku warga sudah menyiapkan lahan untuk pendirian menara itu.

“Tapi karena berbagai halangan itu tidak terealisasi. Padahal sinyal di daerah kami itu susah sekali,” kata Abu Tasar yang harus keluar desa untuk mendapatkan sinyal telepon.

BACA JUGA:   Hati Ayah Mana yang Tak Menangis Kalau Anaknya Seperti Ini ...!! Ratapan Seorang Anak yang Merindukan Kasih Sayang Seorang Ibu

Setelah kedatangan Marcos dan Tim dari Pemerintah Kabupaten Solok, kata Abu Tasar, perbaikan Wifi di Kantor Walinagari Rangkai Luluih sedang dilakukan.

Namun Abu Tasar tetap berharap agar pendirian BTS Telkomsel bisa terwujud untuk mempermudah warganya mengakses internet sehingga tidak ada lagi anak yang harus duduk di tepi tebing demi ujian online.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *