MIRIS Nasib Tragis Bocah 2 Tahun Tutup Usia Dihukum Ibu Kandung

MIRIS Nasib Tragis Bocah 2 Tahun Meninggal Dihukum Ibu Kandung

Kisah tragis dialami bocah 2 tahun yang t3was ulah ibu kandungnya sendiri.

Sang ibu memberikan hukuman kelwat batas yang menyebabkan anaknya t3was akibat henti jantung.

Tak lama dari peristiwa ini, ibu muda berusia 20 tahun itu diringkus polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

T3wasnya sang anak bermula saat ibu muda itu menguncinya anaknya dalam lemari.

Namun siapa sangka, hukuman 30 menit itu membawa bocah henti jantung dan dilarikan ke rumah sakit pada 22 Juni lalu.

Japan Today melaporkan, kejadian ini terjadi di Kota Sapporo, Provinsi Hokkaido, Jepang.

Kasus ini terungkap setelah tim medis curiga bocah itu disiksa orangtuanya lantas memberi tahu polisi.

Polisi menyatakan, ibu muda itu mengunci putranya dalam lemari selama 30 menit, mulai pukul 13.30 pada 22 Juni.

Peristiwa itu terjadi di apartemen tempat tinggal ibu dan anak di distrik Kita, Kota Sapporo.

Ketika dia menemukan bahwa putranya telah pingsan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, pelaku memanggil ibunya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ibu pelaku segera memanggil ambulans.

BACA JUGA:   Viral Kucing Duduk di Atas Kuburan Majikan, Netizen: Begitu Setianya Kamu

Polisi mengatakan ibu muda itu mengunci putranya di lemari karena menolak untuk patuh.

Polisi dan pusat kesejahteraan anak setempat mengatakan, mereka tidak pernah menerima laporan tentang kekerasan anak yang melibatkan korban sebelumnya.

Sementara itu, seorang ibu di Rusia dihukum karena pembunuhan dengan hukuman maksimal hingga 21 tahun penjara, setelah menghukum putrinya yang berusia 3 tahun dan menyebabkan kematian yang tr4gis.

Dari video yang merekam kejadian tersebut, terlihat Anna Ruzankina (23), menggantung putrinya yang berusia 3 tahun di balkon sebuah gedung apartemen.

Video itu diambil dari kamera keamanan yang ditempatkan jauh, tetapi penonton masih dapat dengan jelas mendengar gadis itu berteriak dan menangis dengan keras.

Anak korban kekerasan orang tua

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *