Viral, Dagangan Nenek Penjual Gula Aren di Sukabumi Disita karena Tak Pakai Masker

Seorang nenek penjual gula aren yang dirampas dagangannya oleh oknum petugas viral di media sosial. Nenek tersebut diperlakukan seperti itu karena tidak memakai masker dan membawa KTP.

Peristiwa itu sempat diposting melalui akun @vera.frima di Instagram Story miliknya dan menandai akun @sukabumitoday. Hal itu pun banyak direpost sehingga viral. Akan tetapi postingan itu kini sudah dihapus oleh kedua akun tersebut. Akan tetapi tangkapan layar sebagai jejak digitalnya masih tersebar.

Konten dari postingan tersebut terdapat foto Mak Iyom penjual gula merah keliling dengan disertai tulisan:

“Terkutuklah BAPAK SATPOL PP yg merazia nene ini. Beliau sudah renta pak, ko bisa2nya dg badan kekar, bapak tega “memalak” nenek ini dan mengambil dagangannya (fyi, emak ini jualan gula merah) karena ga pake masker dan ga bawa KTP. Padahal kan bapa bisa beri arahan atau bapa kasih masker atau alangkah lebih mulia bapak beli jualannya” tulis dalam akun tersebut.

“Dan parahnya lagi bukan 1 atau 2 ikat aja yg diambil tapi 5 ikat, yg kalo terjual harganya 50 rb. Daaaan mirisnya nene ini sempet meminta belaskasihan dr BAPAK SATPOL PP krn ini (jualan) punya orang lain, Dan BAPAK SATPOL PP cuman menjawab wios atuh mak nyuhunkeun kaikhlasana ti emak we (yg artinya ga apa2 lah nek minta keikhlasan dari nenek aja),” lanjutnya.

Bertahan di Pengungsian, Begini Kondisi Korban Tanah Bergerak di Sukabumi

“Daripada sambil tangnnya meraba2 pinggangnya yg mungkin mencari “senjata”) Dengan pasrah emak ini akhirnya pulang dengan membawa sisa jualannya. Beliau cerita dg suara gemeteran doong dan mata berkaca-kaca, mungkin masih trauma. Sehat-sehat ya nek, insyaallah pasti rejeki nene akan dilipatgandakan,” ujarnya lagi mendoakan.

Saat ditemui wartawan, penjual gula aren keliling Mak Iyom (55) warga Dusun/Desa Manggis, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi membenarkan terjadinya persitiwa tersebut.

“Enya, leres (iya, benar) kejadiannya di Jalan Cagak Kampung Cibiru hanya kejadiannya udah lama, hari Rabu seminggu sebelum bulan puasa,” ujar Mak Iyom kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Editor : Asep Supiandi

 5,878 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *