Teknik Shooting

Mungkin ada anggapan, sepintas profesi sebagai videografer itu enak, gaya, glamor, makan enak, kerja 1-2 hari gaji/upah besar :D. Padahal tidak seperti yang dibayangkan kayaknya. 😀 Buktinya banyak yang “fail” alias gagal, atow bangkrut. Tidak seperti MC, Pak KUA, Qari-Saritialwah, cuap-cuap sebentar selesai acara, pulang langsung cairdana/upahnya.


Begitu juga dengan sewa peralatan, Hiburan, artis, tenda, pelaminan, cuma mungkin ini lebih repot pas sebelum acara karena harus membawa peralatan dan pemasangan. Habis itu biasanya sudah aman. 

Bukan tidak ada kesulitan atau kendala dalam dunia videografi ini. Lebih 1 Dasa warsa pengalaman saya menceburi dunia ini menyaksikan banyak yang berhenti, alias bangkrut. Kuncinya di hati. 
Kendalanya cukup banyak. Justru dalam bisnis Wedding tergolong lumayan sulit. Buktinya nggak banyak yang mau jalanin. :D! Nggak banyak yang mau jadi videografer. Tapi itu artinya justru peluang usaha di bidang ini masih sangat terbuka luas. Semangaat … !

1. Yang Paling penting dan esensial dalam proses shooting selain lighting adalah Angle. Justru itu mengetest shoot view/angle tanpa/sebelum merekod kadang perlu dilakukan.

2. Tahan Nahan nafas waktu shooting handheld, 😀 ini pengalaman aja … nggak ada kuliah dari mana-mana.

3. Tahan/Pegang LCD Screen sewaktu shooting Low angle, 

4. Gunakan View Finder waktu shooting Eye level. 

5. Atur dulu, white balance, angle yang pas dan exposure sebelum menekan tombol record

6. Catat yg akan dikerjakan. Kerjakan apa yang dicatat.