MUI Kutip HR Muslim Siapa yang Mati Tenggelam Maka Dia Mati dalam Keadaan Syahid-min

MUI Baca HR Muslim: Siapa Mati Tenggelam Maka Dia Mati Syahid

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau umat menggelar Shalat Ghaib baik sendiri-sendiri ataupun berjamaah untuk para awak kapal selam Nanggala-402 yang dinyatakan subsunk (tenggelam).

“Mari laksanakan Shalat Ghaib agar semua dosa mereka diampuni dan pengabdian serta pengorbanan yang sudah mereka berikan kepada bangsa dan negara menjadi ibadah. Dan mendapatkan ganjaran pahala yang sebesar-besarnya dari Tuhan-Nya,” ujar Wakil Ketua MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Anwar mengatakan tenggelamnya KRI Nanggala-402 merupakan kabar duka bukan hanya kepada keluarga awak kapal saja, tetapi juga duka seluruh rakyat Indonesia.

Meski belum ditemukan, Anwar mengajak untuk tetap menggantungkan harapan setinggi-tinginya agar pencarian Kapal selam KRI Nanggala-402 dapat segera ditemui dan ada titik terang, bukan hanya soal lokasi kapal saja, tapi juga termasuk awak yang ada di dalammnya.

BACA JUGA:   Kabar Lutfiana Ulfa, Gadis Berusia 12 Tahun Yang Dinikahi Syekh Puji, Kini Berubah Drastis!

“Tetapi kalau seandainya harapan itu tidak terkabulkan, kita berharapkan agar kita semua terutama pihak keluarga dapat menerima kejadin penuh dengan ketabahan dan kesabaran,” kata dia.

Ia pun mengutip salah satu hadits yang menerangkan bahwa mati syahid bagi seseorang yang meninggal karena tenggelam,

“Siapa yang mati kerana tenggelam maka dia mati dalam keadaan syahid. (HR Muslim 1915)”.

Anwar meyakini jika prajurit KRI Nanggala-402 harus dinyatakan meninggal maka mereka telah menghadap Sang Pencipta dengan terhormat.

“Maka kalau seandainya memang mereka meninggal dalam keadaan seperti itu, semoga mereka jelas telah pergi menghadap Tuhannya dalam keadaan terhormat karena berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim itu,” kata dia.

BACA JUGA:   1001 Alasan Mengapa Harus Ngeblog dan Apasaja Keuntungan Blog itu?

Sebelumnya kapal selam buatan Jerman Barat pada 1981 tersebut hilang kontak saat sedang berlatih penembakan rudal di perairan Bali.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudi Margono menjelaskan kontak terakhir kapal selam tercatat Rabu (21/4) pukul 03.00 WIB sesaat sebelum menyelam.

Hingga pukul 03.30 WIB, geladak haluan kapal selam tersebut masih bisa terlihat oleh team sea rider dari jarak 50 meter.

Selanjutnya, pukul 03.46 WIB KRI Nanggala-402 mulai menyelam dan tidak muncul di permukaan air laut.

Sejak saat itu, KRI Nanggala-402 tidak memberikan respon meski terus dimonitor.

Seharusnya, KRI Nanggala-402 muncul ke permukaan Rabu (21/4) pukul 05.15 WIB. Namun hingga kini, keberadaan kapal selam tersebut masih dalam pencarian.

 58 total views,  3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *