Pelajaran Berharga dari Seorang Ayah Kepada Anaknya …

Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Ayahnya, ia memandang ikan Arwana agak kebiruan dengan takjub..

Tak sadar Ayahnya sudah berada di belakangnya.. “Kamu tahu berapa harga ikan itu?”. Tanya sang Ayah..

“Tidak tahu”. Jawab si Anak ..

“Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!”. Perintah sang Ayah.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..

Kemudian kembali menghadap sang Ayah.

“Ditawar berapa nak?” tanya sang Ayah.

“50.000 Rupiah Ayah”. Jawab si Anak Muda dengan mantap..

“Coba tawarkan ke toko ikan hias!!”. Perintah sang Ayah lagi..

“Baiklah Ayah”. Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..

“Berapa ia menawar ikan itu?”. Tanya sang Ayah..

“800.000 Rupiah Ayah”. Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Ayah akan melepas ikan itu..

“Sekarang coba tawarkan ke Bapak Haryo, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba”. Perintah sang Ayah lagi..

“Baik Ayah”. Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Haryo yang dikatakan Ayahnya.

Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Ayah.

“Berapa ia menawar ikannya?”.

BACA JUGA:   SERING DI EJEK TEMAN KARENA TINGGAL DI BEKAS KANDANG

“50 juta Rupiah Ayah”.

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda ..

“Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..”.

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita

Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.

Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik…

Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keihklasan

Semoga bermanfaat?

Sumber : Papa Bob Sadino

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *