Kenapa yang rajin Ibadah tetap miskin, Tapi yang Sering Maksiat Malah Lebih Kaya

Inilah Orang-orang Yang Ibadah Selama Puluhan Tahun Tapi Amalan Ibadahnya Tertolak

Dari Kemenag.go.id “Golongan Orang yang Sholat Tapi Sholatnya Tidak Diterima”

Sholat adalah merupakan ibadah yang mulia sehingga dijadikan sebagai tiang agama dan ia adalah ibadah spesial yang terima perintahnya secara spesial diterima langsung menghadap Alloh SWT.

Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab dari seorang hamba oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di Akhirat kelak.

Jika sholatnya diterima maka amanlah amalan yang lain pun diterima, tetapi jika sholatnya tidak bener apalagi sampai tidak diterima, kerugian yang besar akan menimpa dirinya.

Maka perhatikanlah 3 golongan berikut ini yang sholatnya tidak diterima, agar kita tidak termasuk golongan tersebut sehingga bisa terhindar dari kerugian di akhirat kelak.

Didalam sebuah hadist yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).

Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya.

Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya.

Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan).

(HR Ibnu Majah I/311 no 971 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykat Al-Mashobiih no 1128)

Pertama Imam atau Pemimpin yang Dibenci

(Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya)

Imam disini bisa bermakna dua :

1. Imamatun Sughro (Imam Kecil) adalah imam shalat.

Apabila dia maju dan makmum tidak suka maka imam tersebut shalatnya tidak diterima.

Tentu ketidaksukaannya beralasan syar’i bukan alasan karena panjang ayatnya atau ruku’nya, tetapi karena dia fasiq, jahil dan pelaku bid’ah.

2. Imamatun Kubra (Pemimpin Umat) baik sulthan, khilafah, gubernur, presiden dst.

Apabila jadi pemimpin yang tidak dicintai rakyatnya karena tidak amanah dan ketidakadilannya maka shalatnya tidak diterima bahkan bila dia berkhianat maka dia tidak mencium bau surga.
sebagian ulama mejelaskan, masuk dalam kategori imam juga adalah orang-orang yang diberikan amanah sebagai pemimpin di lingkungannya. Seperti, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Lurah hingga Presiden. Dan apabila para pemimpin tersebut dibenci oleh warganya, maka sholatnya tidak akan Allah terima.

Kedua, lstri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya

Seorang istri yang membiarkan suaminya marah karena tidak terpenuhi kebutuhannya, sementara ia meninggalkannya tidur. Setiap sholat yang dikerjakan istri yang seperti itu akan sia-sia sampai ia meminta maaf dan meredakan kemarahan suaminya.

Ulamapun (Imam al Muzhir) berpendapat itupun juga sebaliknya bisa terjadi pada suami gara gara tidak melakukan kewajibannya sebagai suami pada istri (makan, pakaian, tempat tinggal, perhatian, dan pendidikan).

Marah yang tidak diterima shalatnya tentu dengan alasan yang dibenarkan secara agama. yaitu kewajiban suami dan istri tidak dilakukan dengan baik. Maka menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengajari ilmu berumah tangga tentang kewajiban menjadi suami dan istri dalam Islam.

Ketiga dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan)

Dua orang saudara, baik saudara kandung maupun saudara seiman, yang saling mendiamkan serta memutuskan hubungan mereka. Kedua orang tersebut tidak akan mendapatkan balasan apapun dari sholat yang dikerjakannya sampai ia berbicara atau menyambung kembali hubungan yang diputuskannya.

Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)/berkonflik/bertikai. Baik saudara kandung atau saudara semuslim karena semua orang mukmin adalah ikhwah

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.”

(Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Im?m Bukhari dan Imam Muslim)

Maka walaupun shalatnya banyak sekali tetapi semasa hidup mereka bertikai maka shalatnya tidak diterima tidak terangkat. Bahkan tidak memutus persaudaraan tidak diterima amalannya dan tidak masuk surga.

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)”
(Mutafaqun ‘alaihi)

Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

“Telah dibukakan pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis. Maka seluruh hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah sama sekali akan diberi ampunan oleh Allah, kecuali seorang yang dia punya permusuhan antara dia dengan saudaranya.”

Maka dikatakan kepada para malaikat:

“Tangguhkanlah (dari ampunan Allah) 2 orang ini sampai mereka berdua damai.”

(HR Muslim no. 2565)

Mudahan kita tidak termasuk dalam 3 golongan orang yang sholat tapi sholatnya tidak diterima oleh Alloh SWT. Aamiin

Wallohu’alam

Amalan Ibadah yang Tertolak

Sudah selayaknya kita memperhatikan sholat kita mulai dari syarat, rukun dan segala aspeknya. Semoga artikel ini semakin menambah semangat kita untuk selalu memperbaiki sholat, bukannya malah menganggap remeh dan meninggalkan sholat, Naudzubillahmin dzaalik..

Semoga kita selalu menjadi hamba yang taat dan menjadikan sholat sebagai landasan utama dalam kehidupan. (foto cover: ilustrasi tidak menyempurnakan sujud)

“Sesungguhnya (ada) seseorang yang sholat selama enam puluh tahun, namun tidak ada satu sholat pun yang diterima. Barangkali orang itu menyempurnakan ruku’ tapi tidak menyempurnakan sujud. Atau menyempurnakan sujud, namun tidak menyempurnakan ruku’nya.” (Hadits hasan riwayat al-Ashbahani dalam at-Targhib, lihat ash-Shahihah no. 2535)

Astagfirullah, sungguh mengerikan jika kita rajin melaksanakan sholat, namun tidak memperhatikan rukun-rukunnya dengan baik, dari mulai berwudhu, takbiratul ihram, ruku’, sujud, hingga memastikan kekhusyukan dan niat sholat untuk Allah dan bukannya riya’, karena ingin dianggap sebagai orang saleh oleh orang lain.

Tak heran jika sholat yang kita lakukan bisa tak bernilai pahala melainkan hanya sepersepuluh sepersembilan, atau paling besar hanya setengahnya saja.

“Sesungguhnya seseorang benar-benar selesai (dari sholat) namun tidak dituliskan (pahala) baginya melainkan hanya sepersepuluh dari sholatnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atau setengahnya.” (Hadits shohih riwayat Imam Abu Daud)

Padahal, amalan yang paling pertama dihitung kelak di akhirat adalah shalat. Jika shalatnya baik, insya Allah amalan dan ibadah lainnya akan Allah terima, namun jika sholat saja sudah buruk, maka amat mungkin amalan lainnya tidak diperhitungkan, Naudzubillah.

“Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)


Maka, marilah kita senantiasa memperbaiki amalan shalat kita, agar Allah melihat bahwasanya shalat yang kita lakukan tidak hanya sekadar gerakan tanpa jiwa, melainkan juga kita hadirkan hati kita ke hadapanNya

 6,188 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *