Rumah Tangga Akan Indah Bila Suami Ikut Membantu Pekerjaan Rumah Sang Istri

Dilema Hidup Single Parent – Janda / Duda

Ayahku yang menjaga dan membesarkanku 

Sedihnya hatiku, melihat bayiku menangis tersedu-sedu. akupun merasa heran, padahal dia sudah kumandikan, beolnya sudah kubersihkan, susunya sudah diberikan, senyaman mungkin suasana ku kondisikan supaya dia nyaman istirahat. Tapi pagi ini dia menengek-dan rewel.

Bukanlah keinginanku untuk diam di rumah sepanjang hari, itu adalah tugas istri. Tapi istri keluar setiap hari, lagi pula aku bekerja dari rumah sebagai di sebuah statiun televisi.

Sejak pertama mempunya anak pengasuhan dan pengurusannya terbengkalai, karena istriku bekerja.

Istriku memang lulusan perguruan tinggi, tapi entah mengapa tidak ada kedewasaan dan instink keibuan padanya.
Pagi-pagi sudah pergi. Kadang minta izin walau sekedar basa-basi. Pulang sore nanti terus tidur sampai malam hari.

Aku sangat muak sekali dibuatnya. Aku yang menjaga bayi dan rumah sepanjang hari seperti tak ada arti. 

Aku cukup mampu mencari nafkah untuk keluarga sebenarnya. Walaupun aku kerja dari rumah, aku dan kuli swasta, gaji/upahku cukup besar 2 hari kerja aku dapat gaji/upah minimum UMR sebulan. Tapi kondisi saat ini memang sulit dan dilematik. 

BACA JUGA:   Raffi Ahmad Beri 500 Dollar, Adik Mendiang Sapri Pantun Sujud Syukur: Saya Belum Pernah Pegang

Tapi aku harus mengalah waktu ini utk menyusun rencana dan kekuatan untuk mendapatkan jalan keluar.

Aku sudah kebayang caranya, tapi sekarang bukan waktunya yang tepat.  Tunggu dan lihat, ketika aku membuat keputusan nanti, jangan menyesal dan jangan menagis.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *