KETIKA HATI ISTRI SUDAH MATI - WASPADAI INI HAI PARA SUAMI

KETIKA HATI ISTRI SUDAH MATI – WASPADAI INI HAI PARA SUAMI

Mati rasa tidak pernah terjadi secara tiba-tiba. Apalagi jika ini dialami oleh seorang istri.

Suami merasa semua berjalan normal, namun tiada angin tiada hujan tiba-tiba: DHUARR!!!! Istri minta pisah.

Apakah ini pertanda istri punya lelaki lain? Belum tentu. Jangan selalu menyalahkan pihak ketiga pada matinya hati dan hambarnya rasa. Sekali lagi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sebuah proses yang tidak disadari menggerogoti perkawinan dari dalam.

Istri yang merasa selalu berkorban dalam rumah tangga, dan pengorbanan itu tidak dihargai oleh suaminya.

Istri yang merasa tidak memiliki kesetaraan dalam rumah tangga. Suami yg selalu penuh rahasia dan tak pernah terbuka.

BACA JUGA:   Wanita Paruh Baya Tanpa Identitas Terjun ke Laut dan Mati Lemas

Istri yg selalu menanggulangi kebutuhan rumah tangga, sementara suami memberi alakadarnya.

Suami yg lebih mementingkan orang lain dari pada istri dan anak-anak. Suami yg royal kepada orang lain dan irit kepada istri &Anak2 dengan alasan istri punya penghasilan sendiri.

Suami yg lebih mesra dengan gadget dari pada istri, dan istri hanyalah penyalur hasrat. Istri tak bisa mengungkapkan isi hatinya karena akan selalu di bantah.
* Istri yang tidak didengar keluh kesahnya.
* Istri yang terlalu banyak dituntut.
* Istri yang merasa tidak dihargai.
*istri yg merasa di manfaatkan.
* Istri yang merasa selalu di bodohi.
* Istri yang merasa asing dalam rumah tangga nya.
* Istri yang merasa butuh perhatian dan kasih sayang dalam rumah tangga nya.

BACA JUGA:   Cara Mengecilkan Ukuran Video Tanpa Mengurangi Kualitas

Semua ini rentan sekali mematikan hati. Tidak ada variabel orang ketiga di dalamnya. Tapi untuk mengembalikan rasa kembali utuh, sepertinya terlalu melelahkan untuk ditempuh.

Lambat laun, terngiang-ngiang kalimat ini: Hidup cuma sekali, lantas untuk apa membersamai orang yang tidak bisa membahagiakan diri ?

Di sisi lain, suami yang kaget bukan kepalang pun membela diri. Apa yang salah darinya, ia ayah yang bertanggung jawab, ia tidak selingkuh, ia pekerja keras, mengapa istrinya bisa mati rasa?

Sekali lagi, hati yang mati sudah melalui beragam proses dan waktu. Jangan lihat sedalam apa sebuah luka, tapi lihatlah apa yang bisa dilakukan untuk setidaknya tidak membuat luka itu semakin dalam.

BACA JUGA:   Viral, Pengorbanan Ayah Cuma Makan Nasi Dan Lauknya Dibawa Pulang Buat Anak Istri

Pernikahan akan bertahan, selama kedua belah pihak saling menghargai dan sama2 masih menginginkan kebersamaan.

Belum ada obat yang manjur untuk hati & keinginan yang sudah mati.

 20,496 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *