viral-video-tangis-haru-seorang-ayah-melihat-putrinya-wisuda

Viral Video Tangis Haru Seorang Ayah Melihat Putrinya Wisuda

Momen haru seorang ayah menangis melihat sang putri telah wisuda, viral di media sosial.

Kisah itu terungkap pertama kali pada video yang diunggah akun TikTok @botolyakult65.

Dalam video itu, sang putri memberi kabar pada ayahnya bahwa dirinya telah lulus wisuda melalui video call.

Tak lama kemudian, ayahnya menangis melihat sang putri sudah berhasil menyelesaikan kuliah.

Hingga artikel ini tayang, video TikTok tersebut ditonton lebih dari 4 juta orang.

Sejumlah warganet pun terbawa suasana haru yang diciptakan antara seorang ayah dengan putrinya.

Hal tersebut terlihat dari kolom komentar video TikTok itu.

“Sebagai anak ayah aku ikutan nangis,” tulis @p***********.

“Meweknya nyampe sini bunda,” komentar @a******.


Dikonfirmasi Tribunnews.com, sang putri sekaligus pengunggah video bernama Nabila Maharani atau disapa Nabil (@nabila.silado), wanita berusia 21 tahun asal Semarang, Jawa Tengah.

Ia dulunya mahasiswa dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang.

Nabil menceritakan, wisudanya telah digelar pada 25 September 2021 lalu secara daring.

Ketika itu, kata Nabil, sang ayah tak bisa ikut menemaninya wisuda lantaran harus bekerja.

“Awalnya sedih juga karena wisuda masih online, waktu hari H wisuda kebetulan ayah saya masih bekerja dan tidak bisa pulang untuk menyaksikan secara langsung,” kata Nabil saat dihubungi, Jumat (29/10/2021).

Saat dia menyambung video call (VC), sang ayah masih dalam keadaan bekerja sebagai awak kapal.

Sempat Berjanji akan Temani Wisuda

Sebelumnya, kata Nabil, ayahnya sempat berjanji akan menyaksikan langsung dirinya wisuda.


Namun karena tanggal wisuda sempat belum ada kejelasan, ayah Nabil pun memilih menerima tawaran kerja kembali.

“Papah saya lama ambil cuti hampir 1 tahun, jadi papah harus bekerja lagi untuk biaya kehidupan kami sehari-hari,” imbuh dia.

Diketahui, ayah Nabil bernama asli Mansyur (50).

Setiap harinya, sang ayah berprofesi sebagai awak kapal pelayaran.

Bekerja sebagai awak kapal, membuat sang ayah tak selalu berkesempatan bisa pulang ke rumah.

Bahkan, lanjut Nabil, ayahnya pernah belum bisa pulang hampir 1 tahun.

“Pulang kalau kontrak kerjanya habis. Mungkin pernah 3 bulan sekali sekali pulang. Itu pun cuma sehari di rumah.”

“Sekarang kapalnya papah sedang di Morosi Kendari,”ucap Nabil.

Sosok Ayah

Sebagai putri bungsu dari 2 bersaudara, Nabil menilai sang ayah adalah pribadi yang selalu memprioritaskan anak-anaknya.


“Dia cinta pertama saya, papah saya papah paling kece.”

“Alhamdulillah selalu memprioritas anak-anaknya sampai terlalu irit untuk kepentingan pribadinya,” cerita Nabil.

Selama ayahnya bekerja, Nabil dan keluarga jarang saling berbalas pesan chat karena terkendala sinyal.

Kendati demikian, ia dengan sang ayah tetap punya hubungan dekat, terlebih saat pulang.

“Kami seringnya video call itu pun tidak setiap hari.”

“Tapi kalau papah di rumah kami sangat dekat sampai segede ini saya masih suka rusuh tidur bareng mamah-papah.”


“Alhamdulillah saya dari dulu dekat dengan kedua ortu bisa bercerita banyak,” tutur Nabil.

Source: Tribunnews.com/Shella Latifa)

 4,282 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *