Hilang Lebih dari Setahun, Bocah Ini Ditemukan di Sirkuit Mandalika

Hilang Lebih dari Setahun, Bocah Ini Ditemukan di Sirkuit Mandalika

Bocah berusia 9 tahun, Faris Alga, ditemukan Anggota Brimob Lombok Tengah setelah hilang selama 17 bulan.

Bocah tersebut ditemukan Brigadir Safi’i Apriadi saat melaksanakan pengamanan di Sirkuit Mandalika, Jumat, 7 Januari 2022, sekitar pukul 19.00 Wita.

Saat itu dia sedang berjaga dan melihat bocah dan seorang pria tergeletak lemas di pinggir Sirkuit Mandalika.

“Saat sedang berjaga-jaga tiba-tiba melihat bocah dan seorang pria yang saya kenal terbaring lemas,” katanya.

Baca juga: 5 Fakta Istri di Klaten Berhasil Ditemukan Setelah 6 Bulan Hilang

Ternyata pria tersebut bernama Narep teman sekampung Brigadir Safi’i. Dia diketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan suka bermain dengan anak kecil.

“Teman masa kecil sekaligus tetangga beda kampung,” ujarnya.

Brigadir Safi’i mengajak kedua orang tersebut ke poskonya dan memberikan makan.

Dia teringat di kampungnya Dusun Selak, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, pernah ada bocah yang hilang dan belum ditemukan.

Dia segera menghubungi rekannya di kampung dan mengetahui bocah yang ditemukan di Sirkuit Mandalika adalah bocah yang hilang.

Dia dan rekan Brimob mengantarkan bocah tersebut kembali ke kampungnya. Seketika itu keluarga bocah malang itu menangis histeris.

Lebih 26 Dukun Pengakuan keluarga dan kepala dusun di kampung bocah tersebut, Faris Alga hilang pada September 2020 saat bermain bersama teman-temannya.

Keluarga bersama warga mencari Faris namun tidak kunjung ditemukan. Laporan polisi juga telah dilakukan.

Bahkan, keluarga mendatangi puluhan dukun untuk mencari keberadaan Faris. Namun tidak berhasil ditemukan.

“Lebih dari 26 dukun yang saya gunakan, namun Faris tidak kunjung ditemukan,” kata kakek Faris, Amaq Melaye. Pergi ke Jawa Tengah

Pengakuan Faris, dia dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah dengan berjalan kaki, dan terkadang menumpang di truk.

Untuk makan, mereka kadang menjual pete dan membersihkan taman, lalu kemudian diberikan makan oleh pemilik taman.

Mereka tidur di sebuah rumah kosong layaknya ODGJ. Sampai mereka kembali ke Lombok dengan menggunakan cara seperti mereka pergi, dan nyasar di Sirkuit Mandalika.

Kepolisian yang menemui keluarga korban, sempat menawarkan membuat laporan terhadap Narep ke kantor polisi.

Namun karena keluarga tahu pria tersebut merupakan ODGJ, sehingga dibiarkan.

Kompi Brimob Lombok Tengah AKP Sandro Dwi Rahadian, yang turut mengantar Faris, mengimbau agar warga mengawasi anak mereka.

“Waspada, awasi anak-anak kita, jangan sampai lalai, baik terhadap keluarga, teman ataupun siapa saja,” ujarnya.

Dia juga memberikan santunan kepada keluarga Faris, dan melakukan mediasi keluarga korban dengan Narep.

 4,582 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *