Diputusin Cewek karena Gaji UMR

Kisah Pria Asal Agam Diputusin Cewek karena Gaji UMR, Kini Nasibnya di Rantau Bikin Haru

Seorang pria asal Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar menceritakan kisah hidupnya dari jaman susah hingga sukses.

Pria itu bernama Adenan Abdilla. Ia adalah sosok pria yang bekerja sebagai dokter hewan.

Adenan menceritakan kisah perjalanan hidupnya di akun Twitter @adenan_abdilla.

Pada unggahannya, dokter hewan itu menyebut bahwa saat muda, ia mengaku pernah ditinggal kekasih hanya karena punya gaji Upah Minimu Regional (UMR).

Setelah ditinggal kekasih, Adenan pun memulai perjalanan hidup dengan seorang perempuan yang kini jadi istrinya, Ririn Angeliarni.

“Prnh diptsn cwe krn tau slip gaji gw hny UMR.. Lalu malaikat ini menerima hidup gw dan kita mulai kisah itu dari kontrakan kecil 3x5m,” tulisnya dalam unggahan itu.

Setelah ditinggal kekasih karena gaji UMR dan menikah dengan Ririn, Adenan bercerita perjuangan hidup mereka di rantau tidaklah mudah.

Ia pun mengenang masa-masa sulitnya saat pernah menangis di atas motor sambil hujan-hujanan karena saking sedihnya.

Saat itu lah, Adenan menyadari bahwa mencari nafkah ternyata sesakit itu.

“Sumpah demi Allah prnh nangis d motor sambil ujan2an.. Pas lewat pasar jatinegara.. “Y Allah.. Mode ko bana mancari pitih” (Ya Allah kok gini banget ya cari nafkah),” kenang Adenan.

Tidak sampai disana. Kondisi terburuk yang mereka alami saat Ririn, istri Adenan hamil.

Ketika itu, Adenan dan Ririn hidup dengan mengontrak di lantai 2 bangunan di gang sempit daerah Dermaga Raya Buaran, Jakarta Timur.

Saat hidup di kontrakan tersebut, kondisi kesehatan Ririn pernah memburuk.

“Perut besar menaiki tangga saja sdh pasti melelahkan buat istri saya, 4 bulan pertama istri masih paksakan untuk praktek, bulan2 selanjutnya obat muntah tidak bereaksi apa2,” tulisnya.

Kala kondisi sang istri memburuk, ia mengaku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak punya uang.

Bahkan sempat saat Adenan pulang bekerja, ia mendapati kamar dan tempat tidur dipenuhi muntahan sang istri.

“Pulang sampe kontrakan jam 11 malm udah basah seluruh badan, pas buka pintu.. Kasur dan lantai sdh penuh muntahan.. Istri dengan suara berat bilang “maaf ya.. Ngerepotin, maaf ngga masak.. Maaf ngga bisa ngurusin km”,’ kenangnya.

Kondisi itu membuat Adenan tidak patah arang. Ia malah makin semangat untuk menghidupi sang istri meski di tengah keterbatasan.

Sampailah pada akhirnya mereka bisa membuka klinik hewan kecil-kecilan tepat setelah anak pertamanya lahir. Adenan dan Ririn pun kemudian bekerja bersama.

“Saat awal membangun klinik, istri lbh sering jadi kasir.. Istri saya tdr berbaring dbawah meja kasir menyusui anak, segera berdiri ketika ada pembeli, anak kami tdr dlntai beralas kain gendongan. Sbgai ayah.. Pemandangan spt ini berat,” katanya.

Kini, setelah dua tahun menikah, hidup Adenan dan Ririn jauh lebih baik.

Adenan yang dulunya sempat diputukan cintanya hanya karena bergaji UMR, kini jumlah gaji sebulan dulu bisa ia dapatkan dalam satu hari saja.

“Sekarang untuk dapetin UMR ngga perlu nunggu sebulan.. Bangun pagi alhamdulillah sorenya udah UMR,” pungkasnya.(*)

 1,998 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *