Istri Lebih Mementingkan Keluarganya daripada Suami

Istri Lebih Mementingkan Keluarganya atau Orang Lain daripada Suami, Artinya Istri Ingin Kedua Orang Tuanya Masuk Neraka?

Istri Lebih Mementingkan Keluarganya daripada Suami, Apakah artinya Istri Ingin Kedua Orang Tuanya Masuk Neraka?

Seyogyanya seorang suami hendaklah memberikan izin dan peluang kepada istrinya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Namun, bukan berarti istri semena-semena tanpa meminda keredhoan atau keizinan kepada suami untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Terlebih kepada keluarga lain yang jauh.

Sering terjadi istri terlalu cenderung kepada keluarganya saja, sementara kepada keluarga suami kurang peduli, bahkan kepada suaminya sendiri pun kurang menghormati, bahkan sampai ke tahap melunjak artinya mendurhakai suami.

Seorang istri boleh saja mendengar kata nasehat keluarga, tapi hendaklah bisa menjadi mediator antara suami dan keluarganya, apabila terjadi perselisihan, yang bisa mengakibatkan perpecahan dan perpisahan dalam rumah tangganya sendiri.

Istri Lebih Mementingkan Orang Lain daripada Suami

Bagaimana hukumnya seorang istri yang lebih mentaati keluarganya dan juga bapaknya dan juga ibunda daripada suaminya? Apakah bisa digolongkan sebagai istri durhaka?

Istri Lebih Mementingkan Orangtuanya daripada Suaminya, Artinya Istrimu Ingin Kedua Orang Tuanya Masuk Neraka?!

Jangan terburu menghakimi, mari kita simaklah pembahasannya.

Dari abu hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang buat bersujud kepada yang lain, niscaya kuperintahkan seorang istri buat bersujud kepada suaminya.
” (hr. tirmidzi no 1159, dinilai oleh Al Albani seperti hadits Hasan Shahih).

BACA JUGA:   Curhat Youtuber tentang Perusahaan Besar Cabut Iklan dan Policies Viewer 10K

Ketika menerangkan hadits di atas penulis  Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu diakibatkan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan juga pula tidak mampunya istri buat berterima kasih kepada suaminya.

Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri buat menunaikan hak suaminya karna tidak diperbolehkan bersujud kepada tidak cuma Allah. ”

Bersumber pada hadits di atas sampai seorang istri berkewajiban buat lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya apabila tidak dapat jadi buat menyelaraskan 2 hal – hal ini.

Syeikhul islam ibnu taimiyyah mengatakan, “seorang perempuan apabila telah menikah sampai suami lebih berhak terhadap pribadinya dibandingkan kedua orang tuanya dan juga pula mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (majmu’ Fatawa 32/261).

Dengan demikian, apabila ada perselisihan, sampai istri wajib mendahulukan suaminya, meski sebisa dapat jadi menyelaraskan kehendak suami dan juga kedua orang tua terlebih dahulu.

Akan tetapi perlu pula kita perhatikan, apa yang menjadi poin perintah suami?

Apabila suami meminta sesuatu yang menyalahi syarat Islam, misalnya istri disuruh memutus silaturahim dengan keluarga dan orangtua? Tentu saja perintah yang semacam ini tidak boleh ditaati.

BACA JUGA:   Viral Mantan Nikah dengan Kakak: Pacarannya Sama Aku, Nikahnya Sama Kakakku

Akan tetapi apabila berkaitan dengan tempat tinggal, kasus keuangan, sesuatu yang semestinya mampu dibuat kesepakatan di kala saat sebelum menikah, sampai sudah menikah, semestinya istri mendahulukan kepentingan suaminya, dan juga pula meminta pengertian pada kedua dan juga pula bapaknya.

Hendaklah istri bijak mengatur kapan harus berdekatan dengan kedua Ibu Bapaknya, kapan harus mementingkan suami sekiranya bisa menimbulkan kemarahan dan perpecahan dalam rumah tangganya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *