Tadi siang jam 2 saya kembali mendatangi BCA Cirendeu. Saya merasakan keanehan karena setelah menyaksikan rekaman CCTV yang menegaskan bahwa kesalahan ada pada sistem BCA, bukan pada nasabah, sama sekali tidak ada tindakan selanjutnya.
Untungnya memang saya diterima baik oleh pimpinan cabang BCA Cirendeu, Ibu Yanti.
Tahulah saya bahwa setelah menyaksikan rekaman CCTV, urusan saya dan BCA dianggap selesai secara sepihak.
Maka ketika saya mengirim e-mail setelah melihat rekaman CCTV di tanggal 2, saya akhirnya paham mengapa e-mail saya dijawab sangat normatif.
Rupanya e-mail saya dianggap sebagai laporan baru, bukan tindak lanjut dari laporan selanjutnya.
Saya geram bukan main mendengarnya. Lebih dari 3 jam hingga jelang Maghrib menunggu di BCA Cirendeu dan mendapat penjelasan seperti ini tentu membuat naik pitam.
Saya pun lantas dihubungkan via telpon ke Ibu Indah, pimpinan cabang BCA Cilandak KKO, tempat saya membuka rekening.
Saya kesal bukan main karena merasa waktu, tenaga dan biaya yang sudah saya keluarkan untuk mengurus rekening yang dibobol ini sama sekali tidak dihargai.
Selama 2 tahun lebih saya jadi nasabah BCA, saya kira transaksi melalui rekening saya berkisar 5-6 milyar.
Dan BCA masih menganggap saya dan keluhan saya ini tak perlu diprioritaskan, tak perlu ditanggapi serius.
Bayangkan jika ini menimpa teman-teman lain yang mungkin tak sadar uangnya dikuras oleh sistem yang amburadul dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Bayangkan betapa susahnya kita membanting tulang untuk uang tersebut dan BCA seakan tak peduli sama sekali.
JIKA BANK SEKELAS BCA SAJA SUDAH TIDAK BISA MENJAMIN KEAMANAN DANA NASABAH, BANK MANA LAGI YANG BISA KITA PERCAYA?
![]()