Sultan Brunei Darussalam Haramkan Orang Masuk ke Negeranya Lewat Indonesia, Ini Alasannya

Sultan Brunei Darussalam Haramkan Orang Masuk ke Negeranya Lewat Indonesia, Ini Alasannya

Brunei Darussalam menjadi negara di Asia Tenggara yang tampaknya berhasil menekan penyebaran Covid-19.

Dikutip Zonajakarta.com dari East Asia Forum, pemerintahan Brunei Darussalam dengan cepat menyusun rencana de-eskalasi empat tahap, yang diperkuat dengan alokasi anggaran khusus sebesar BND15 juta untuk memenuhi wabah virus dan keadaan darurat.

Dibawah kepemimpinan Sultan Hassanal Bolkiah, Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam dengan cepat mengadopsi peraturan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk jarak sosial dan isolasi diri, serta pelacakan kontak melalui aplikasi Bruhealth Kesultanan yang diikuti oleh sekitar 90 persen warga.

Melalui strategi kementerian utama berkolaborasi dengan berbagai perusahaan konstruksi dan teknik untuk membangun fasilitas virologi baru dalam waktu dua minggu.

Tak hanya itu, pada 1 Februari, para pejabat mulai menyaring kedatangan dari semua negara, melakukan pemeriksaan suhu di titik masuk.

BACA JUGA:   Sering Tak Punya Beras, Bu Nilah dan Kedua Anaknya Sering Makan Pisang Rebus

Terbaru, dikutip Zonajakarta.com dari Borneo Bulletin, Brunei Darussalam mengharamkan orang masuk ke negaranya melalui Indonesia.

Persetujuan masuknya warga negara asing yang berangkat dari atau melalui Republik Indonesia dihentikan sementara dengan segera sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, karena situasi COVID-19 yang sedang berlangsung di Indonesia.

Ini berlaku untuk perjalanan masuk semua warga negara asing yang berangkat dengan penerbangan langsung dari atau melalui bandara mana pun di Indonesia, atau bepergian dari Indonesia ke Brunei Darussalam melalui transit di bandara lain mana pun.

Pengumuman tersebut dibuat oleh Kantor Perdana Menteri (PMO) pada 19 Juli 2021, dengan persetujuan Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan dari Brunei Darussalam.

BACA JUGA:   Begini Hukumnya Jika Istri Tidak Suka dan Tidak Taati Mertuanya, Merugilah

“Selain itu, penghentian sementara juga berlaku bagi warga negara asing yang diberikan pra-persetujuan untuk masuk ke Brunei Darussalam dari Indonesia,” kata PMO.

Sementara itu, Royal Brunei Airlines (RB) menyatakan di situsnya bahwa beberapa penerbangan RB telah dibatalkan karena masalah kesehatan dan keselamatan.

Daftar penerbangan yang dibatalkan adalah dari Bandar Seri Begawan ke Jakarta via BI 735 pada 25 Juli, dan 1, 8, 15, 22, dan 29 Agustus yang berangkat pukul 11.00 dan tiba pukul 12.20 siang, serta penerbangan dari Jakarta ke Bandar Seri Begawan via BI 736 pada 25 Juli, dan 1, 8, 15, 22, dan 29 Agustus yang dijadwalkan berangkat pada 13:10 dan tiba pada 16:30.

BACA JUGA:   Corona Mereda, Luhut Mau TKA Cina Segera Masuk Lagi ke Indonesia

Pembatalan juga berlaku untuk Penerbangan BI 795 dari Bandar Seri Begawan menuju Surabaya pada 21 dan 28 Juli, serta 4, 11, 18 dan 25 Agustus, berangkat pada pukul 09.20 dan tiba pada pukul 10.30.

Penerbangan dari Surabaya ke Bandar Seri Begawan melalui BI 796, berangkat pukul 11.30 dan tiba pukul 14.45 pada 25 dan 28 Juli, serta 4, 11, 18 dan 28 Agustus juga dibatalkan.

“Keselamatan dan keamanan penumpang kami adalah yang terpenting bagi RB.

Para penumpang akan dihubungi oleh tim layanan pelanggan kami untuk penjadwalan ulang,” kata RB dalam pemberitahuannya. (Source: Zona Jakarta)

 6,521 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *